<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Representation of Millennial Generation in the Film Called My Generation</article-title>
        <subtitle>Representasi Generasi Millennial Dalam Film My Generation</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e046ba582ba03a557d5cad0022aff1d8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Alhaq</surname>
            <given-names>M. Mujahidin</given-names>
          </name>
          <email>alhaq93@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-d49962b44d7bc74b5ca58f4ad3d9e142" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Aesthetika</surname>
            <given-names>Nur Maghfirah</given-names>
          </name>
          <email>fira@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-11-10">
          <day>10</day>
          <month>11</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-e96be76581cdf3a250b9d3a774528040">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Fokus penelitian ini adalah tentang gambaran generasi millennial dalam film My Generation. Alasan utama peneliti mengangkat tema ini karena banyak film yang mengangkat kisah remaja masa kini, namun kisahnya masih seputar percintaan saja. Berbeda dengan film My Generation, yang mana film ini tak hanya menyuguhkan kisah cinta klasik ala remaja, namun kompleks hingga masalah keluarga [1].</p>
      <p id="_paragraph-15">Berbicara mengenai Generasi Millennial, Sebagian besar orang akan menganggap bahwa generasi millennial adalah mereka yang lahir akhir-akhir tahun ini, tanpa tau secara pasti <italic id="_italic-117">range</italic>tahun kelahiran mereka. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, menunjukkan bahwa generasi millennial adalah generasi yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1996 [2]. Namun dalam penelitian lain, generasi millennial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 2000 [3]. Dimana ditahun ini teknologi informasi sangat berkembang dengan pesat, itu sebabnya generasi ini disebut dengan generasi <italic id="_italic-118">gadget </italic>dan generasi yang menyukai akan <italic id="_italic-119">pop culture </italic>[4]. Lebih dari itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana generasi millennial direpresentasikan tidak hanya dari sisi kemahiran mereka dalam penggunaan teknologi dan budaya popular namun juga dari sisi-sisi lain.</p>
      <p id="_paragraph-16">Selain filmnya yang tak hanya berfokus pada kisah percintaan, alasan lain mengangkat generasi millennial menjadi topik utama, karena masih belum banyak penelitian yang mengangkat generasi millennial sebagai topik utama. Sedangkan populasi penduduk Indonesia yang termasuk dalam kategori generasi millennial cukup banyak berkisar 34.45%. Serta bagaimana generasi millennial direpresentasikan dalam film My Generation ini.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-745c308de60741ce9ad7dc6bff14dcfb">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-18">Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Metode yang pada dasarnya dilakukan peneliti adalah kualitatif-deskriptif yang mana data-data yang ada bersifat non-angka, dengan fokus penelitian pada generasi millennial yang ditampilkan pada film My Generation. Sedangkan untuk mengkaji lebih dalam, metode analisis menggunakan analisis semiotika milik Charles Sanders Pierce, menggunakan <italic id="_italic-120">triangle meaning </italic><italic id="_italic-121">semiotics. </italic>Unit analisis dalam penelitian ini adalah keseluruhan adegan yang ada dalam film My Generation, namun akan dipilah dan dikelompokkan dengan <italic id="_italic-122">scene </italic>yang sesuai dengan fokus utama penelitian yakni tentang generasi millennial.Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah objek utama yaitu film My Generation kemudian dikelompokkan dengan cara meng-<italic id="_italic-123">capture </italic>sesuai dengan karakteristik generasi millennial, dan data sekunder diperoleh dari kepustakaan, baik dari buku, jurnal ilmiah, skripsi maupun internet sebagai bahan penunjang.Teknik analisis data dengan cara semiotik Charles Sander Pierce dan membaginya menjadi tiga tingkat yakni <italic id="_italic-124">sign, object </italic>dan <italic id="_italic-125">interpretant </italic>[5]. Dalam hal interpretan sebuah konsep mental bukanlah sesuatu yang tetap, namun bisa sangat bervariasi, seperti contohnya tanda telpon genggam dalam konteks apapun merupakan hasil dari pengalaman pennguna dari kata tersebut [6].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-b66dcf41d089582bf7e2bb4d00e87e69">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-19">Generasi merupakan sekelompok individu yang mengidentifikasi kelompoknya berdasarkan kesamaan tahun kelahiran, umur, lokasi dan kejadian-kejadian dalam kehidupan kelompok individu tersebut yang mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam fase pertumbuhan mereka [7]. Sedangkan millennial adalah yang berhubungan dengan millennium, berkaitan dengan generasi yang lahir pada tahun 1980-2000, yang mana generasi ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet [8].</p>
      <p id="_paragraph-20">Hasil penelitian yang dilakukan oleh Alvara Research Center menemukan bahwa generasi millennial mempunyai 3 karakteristik umum yaitu kreatif, percaya diri dan saling terhubung [9]. Sedangkan dalam penelitian lain dijabarkan lebih rinci terkait karakteristik generasi millennial, dan ditemukan 7 karakteristik, yakni <italic id="_italic-126">the</italic><italic id="_italic-127">adventur,</italic><italic id="_italic-128">the</italic><italic id="_italic-129">visionary,</italic><italic id="_italic-130">the</italic><italic id="_italic-131">artist,</italic><italic id="_italic-132">the</italic><italic id="_italic-133">leader,</italic><italic id="_italic-134">the</italic><italic id="_italic-135">socializer,</italic><italic id="_italic-136">the</italic><italic id="_italic-137">conservative</italic>dan <italic id="_italic-138">the</italic><italic id="_italic-139">collaborator</italic>[10]. Hal ini yang akan menjadi acuan penelitian dalam mengkatgorikan adegan-adegan dalam film tersebut sesaui dengan karakteristik yang ada.</p>
      <p id="paragraph-1fdde60113f1ca869cf8cd93073a6e93">The Adventurer.</p>
      <p id="_paragraph-21">Gambar 1. Para pemain menyuarakan kekecewaan mereka terhadap sistem Pendidikan sekolah mereka.</p>
      <p id="_paragraph-22">Dalam adegan ini para pemain menyuaran kekecewaan mereka terhadap sistem Pendidikan di sekolah mereka karena selalu menuntut siswanya untuk selalu paham setiap matapelajaran yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut mereka, para guru pun hanya bisa mampu mengjarkan satu mata pelajaran saja, dan ini tidak sebanding dengan apa yang mereka rasakan selama ini. Sedangkan menurut mereka, kegiatan tidak hanya untuk belajar, mereka juga butuh istirahat dan menghabiskan waktu sesuai dengan minat mereka.</p>
      <p id="_paragraph-23">Disini bisa terlihat bahwa karakteristik seperti ini, yang mereka tanpa segan menyuarakan apa yang ada diotak mereka merupakan karakteristik yang dimiliki oleh seorang <italic id="_italic-140">Adventurer</italic>. Selain itu mereka juga menggukana cara lain untuk menyuarakan pendepat mereka tentang sistem pendidikan disekolah mereka dan sikap orang tua yang selalu menuntut mereka dengan membuat video kemudian diviralkan juga termasuk dalam karakteristik seorang <italic id="_italic-141">Adventurer</italic>, karena seorang <italic id="_italic-142">Adventurer </italic>menyukai hal baru.</p>
      <p id="_paragraph-24">Hal lain yang menjadikan karakteristik ini masuk dalam kategori Adventurer adalah karena mereka menggangap apa yang mereka sampikan itu adalah sesuai fakta yang ada, buktinya memang satu guru disekolah mereka tidak mampu untuk menyampaikan semua mata pelajaran yang ada sekaligus. Ini adalah sifat adventurer, lebih baik mengatakan hal jujur yang pahit dari pada harus berbohong untuk hal yang manis.</p>
      <p id="paragraph-5e3b913401d196e19cf8e8b90c7f6b44">The Visonary</p>
      <p id="_paragraph-25">Gambar 2 dan 3. Orly Ketika dimarahi ibunya dan pergi ke toko musik.</p>
      <p id="_paragraph-26">Pada <italic id="_italic-143">scene </italic>ini, keempat sahabat ini sedang asik berkumpul di sudut rumah salah seorang sahabatnya. Salah seorang dari mereka sedang memainkan gitar listrik dengan sangat keras, sehingga membuat ibunya merasa terganggu dan memarahinya, dan menyuruhnya untuk berhenti bermain gitarnya. Seketika mereka terdiam, dan kembali <italic id="_italic-144">ngobrol </italic>satu sama lain.</p>
      <p id="_paragraph-27">Pada gambar sebelahnya yaitu <italic id="_italic-145">scene </italic>setelah mereka dimarahi karena memainkan musik terlalu keras di rumah, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari rumah dan menuju ke toko musik dan memainkan alat musik di sana, meski akhirnya diusir karena bermain terlalu keras juga.</p>
      <p id="_paragraph-28">Karakteristik seperti ini masuk dalam kriteria <italic id="_italic-146">Visionary</italic>, mereka yang selalu bisa mencari jalan keluar, ketika jalan utama terhalangi. Seperti apa yang terjadi di atas, ketika dimarahi oleh sang ibu dan akhirnya mereka tidak habis ide untuk bisa memainkan musik, yaitu dengan pergi ke toko musik dan bermain di sana.</p>
      <p id="paragraph-522960b51b2608d4b3698bb9d760aeac">The Artist</p>
      <p id="_paragraph-29">Gambar 4 dan 5. Orly membaca buku tentang teori bumi datar dan mengamati Monas dari sisi lain Pada <italic id="_italic-147">scene</italic>di atas diperlihatkan bahwa salah seorang pemain fil My Generation sedang membaca buku. Buku</p>
      <p id="_paragraph-30">yang ia bacalah adalah buku tentang teori bahwa bumi itu datar. Di mana menurut pandangan banyak orang bumi adalah bulat, namun ia memiliki pandangan lain terhadap bumi, dan hal ini pun berbeda pandangan dengan ketiga sahabatnya.</p>
      <p id="_paragraph-31">Kemudian digambar lain diperlihatkan, masih dengan pemain yang sama, ditemani kegiatann sahabatnya dan salah seorang yang pernah ia temui di sebuah <italic id="_italic-148">club party </italic>dan mereka sama-sama memiliki pandangan yang unik terhadap sesuatu. Pada <italic id="_italic-149">scene </italic>ini, mereka sedang melihat Monumen Nasional (Monas), dan apa yang ada dalam pikiran mereka sungguh sesuatu yang tidak disangka sebagian orang, ia menganggap bahwa Monas itu lambang dari kemakmuran yang diilhami dari simbol jenis kelamin laki-laki dan perempuan.</p>
      <p id="_paragraph-32"><italic id="_italic-150">Scene </italic>ini pun mengindikasikan bahwa karakteristik seperti ini adalah karakteristik yang melekat pada <italic id="_italic-151">The </italic><italic id="_italic-152">Artist</italic>. Karakteristik yang unik dan mampu melihat sesuatu yang berbeda dari orang lain pada umumnya.</p>
      <p id="paragraph-f1958ceb688b91822d3f08de9662df06">The Leader</p>
      <p id="_paragraph-33">Gambar 6, 7 dan 8. Adegan Zeke marah kemudian berkelahi dan akhirnya masuk penjara</p>
      <p id="_paragraph-34">Di scene ini dikisahkan bahwa salah seorang pemeran di film My generation, merasa kesal terhadap mantan kekasih temannya karena telah merekam secara diam-diam teman perempuannya saat mandi, dan menyebarkan video tersebut. Ia tak tahan dengan kelakuan mantan kekasih temannya dan langsung berinisiatif untuk menghajarnya. Ia kemudian mendatangi tempat yang sering dikunjungi mantan kekasih temannya tersebut dan langsung mengajarnya.</p>
      <p id="_paragraph-35">Berkelahilah mereka di sana, ia dibantu dengan seorang temannya dan akhrinya mereka kalah dan dimasukkan penjara akibat kejadian itu. Namun pada saat scene di penjara, temannya mengatakan kegelisahan yang selama ini ia pendam, ia merasa terlalu ia paksa mengikuti kemauannya dan hal-hal lain yang ia rasa tidak cocok dengannya.</p>
      <p id="_paragraph-36">Karakteristik the leader ini sangat menjungjung martabat. Terlihat dari bagaimana ia sangat kesal ketika tahu video sahabat perempuannya disebarluaskan dan ingin membalasnya. Kemudian <italic id="_italic-153">the leader </italic>ini juga sangat menjunjung kejujuran, dalam scene yang dipenjara, ia merasa kecewa terhadap temannya itu karena selama ini ia tidak jujur dengan apa yang ia rasakan terhadapnya.</p>
      <p id="paragraph-2042cbc60e31f4ca86d03f303e27d608">The Socializer</p>
      <p id="_paragraph-37">Gambar 9, 10, 11 dan 12. Para pemain lebih sering menghabiskan waktu Bersama.</p>
      <p id="_paragraph-38">Pada <italic id="_italic-154">scene </italic>ini, para pemain digambarkan selalu menghabiskan waktu bersama, baik itu <italic id="_italic-155">nongkrong</italic>, pergi keperpustakaan bahkan untuk pergi ke <italic id="_italic-156">club </italic>mereka juga pergi bersama.</p>
      <p id="_paragraph-39">Hal iini menjelaskan bahwa karakteristik seperti ini adalah <italic id="_italic-157">the socializer, </italic>karakteristik yang selalu nyaman jika melakukan aktifitas bersama-sama, seperti jalan-jalan bersama, <italic id="_italic-158">nongkrong</italic>, dan arisan. Seperti kata pepatah, <italic id="_italic-159">mangan ra mangan seng penting ngumpul</italic>, yang artinya, makan atau tidak makan tidak masalah yang penting bisa berkumpul, jadi sesibuk apapun mereka pasti ada saja waktu yang bisa membuat mereka bisa berkumpul dengan teman-temannya</p>
      <p id="paragraph-76a009e9f468bad04a83b40be65e6516">The Conservative.</p>
      <p id="_paragraph-41">Gambar 13, 14 dan 15. Zeke dan Konji menjalani kegiatan makan pagi dan malam bersama keluarga</p>
      <p id="_paragraph-42">Pada adengan ini, pada gambar petama ketika Konji sedang bangun tidur dihari minggu, setelah mengecek gawainya ia bergegas mandi, sedangkan Zeke masih bermalas-malasan di tempat tidur.</p>
      <p id="_paragraph-43">Z : <italic id="_italic-160">ngapain sih hari minggu buru-buru amat?</italic></p>
      <p id="_paragraph-44">K : <italic id="_italic-161">Loe tau kan peraturannya, bagun tidur, mandi trus sarapan bareng adalah wajib tiap hari.</italic></p>
      <p id="_paragraph-45">Tak lama kemudian mereka bergegas untuk mandi dan menuju ruang makan, dan makan bersama dengan orang tua Konji.</p>
      <p id="_paragraph-46"><italic id="_italic-162">Scene </italic>selanjutnya menceritakan ketika Konji hendak keluar rumah pada saat malam hari, Konji tetap menyempatkan malam bersama kedua orang tuanya meskipun teman-temannya sedang menunggunya di luar rumah. Tak lupa pada <italic id="_italic-163">scene </italic>tersebut, mereka juga berdoa sebelum makan.</p>
      <p id="_paragraph-47">Sikap simpel, sederhana dan selalu mengikuti apa yang dikatakan orang tua seperti yang digambarkan di atas adalah karakteristik yang dimiliki oleh seorang <italic id="_italic-164">Conservative. </italic>Mereka yang memiliki karakteristik ini adalah yang memiliki orientasi terhadap keluarga, dimana hal itu digambarkan dengan jelas di atas.</p>
      <p id="paragraph-12c0a8dd3c480afdde8f78d84d96fd8e">The Collaborator</p>
      <p id="_paragraph-48">Gambar 16 dan 17. Sikap toleransi yang ditunjukkan oleh Orly</p>
      <p id="_paragraph-49">Pada <italic id="_italic-165">scene </italic>ini, pada gambar pertama, adegan yang ditunjukkan yaitu, ketika Suki baru pertama kali menunjukkan rambut berwarna merah mudanya dihadapan teman-temannya. Mereka semuanya terkesima dengan penampilan Suki, namun ada juga yang merasa aneh dengan apa yang dilakukan Suki. Tapi Orly sangat bisa menerima apa yang dilalukan Suki.</p>
      <p id="_paragraph-50">O : <italic id="_italic-166">wih mantap, keren banget</italic></p>
      <p id="_paragraph-51">K : <italic id="_italic-167">ha, tapi aneh gak sih ?</italic></p>
      <p id="_paragraph-52">Orly menganggap apa yang dilakukan Suki itu hal yang wajar saja, sedangkan menurut Konji, hal itu aneh.</p>
      <p id="_paragraph-53">Kemudian dalam gambar kedua, Orly sedang menenangkan Zeke yang sedang menghadapi masalah dengan keluarganya. Ia mendatangi <italic id="_italic-168">base camp </italic>yang biasa mereka tempati ketika sedang kumpul bersama. Orly membawakan makanan berharap bisa sedikit meringankan beban yang dialami oleh Zeke. Namun dalam <italic id="_italic-169">frame </italic>lain, Orly menuju <italic id="_italic-170">base camp </italic>dengan bantuan Konji.</p>
      <p id="_paragraph-54">Karakteristik yang digambarkan diatas merujuk pada karakteristik <italic id="_italic-171">Collaborator</italic>, dimana karakteristik ini memiliki sifat yang toleran, dan bekerja secara kreatif untuk menciptakan keseimbangan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c24849b016f0176f0b7f881dde5503e2">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-55">Dari hasil analisis yang telah dilakukan bisa disimpulkan bahwa generasi millennial yang digambarkan pada film My Generation ini adalah generasi yang tidah hanya pandai ataupun paham terkait teknologi dan budaya popular, namun ada keunikan karakter tersendiri yang mereka miliki dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi millennial difilm My Generation digambarkan bahwa mereka lebih lantang menyuarakan apa yang ada dalam pikiran mereka, berani untuk mencoba hal baru serta memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat sesatu.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>