Community Development Report
DOI: 10.21070/ijccd.v14i2.972

Empowering Communities for Islamic Eco-Friendly House Development: A Case Study in a Tourist Village


Memberdayakan Masyarakat untuk Pengembangan Rumah Ramah Lingkungan Islami: Studi Kasus di Desa Wisata

Universitas Negeri Jakarta
Indonesia
Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta
Indonesia
Universitas Negeri Jakarta
Indonesia
Universitas Negeri Jakarta
Indonesia
Institut Pertanian Bogor
Indonesia

(*) Corresponding Author

Community Engagement Eco-Friendly Housing Islamic Environmental Approach Sustainable Living Environmental Awareness

Abstract

This study focuses on enhancing community engagement in fostering environmentally sustainable practices through the implementation of eco-friendly housing in Cisaat Village. By harnessing the potential of nature and adopting a sustainable lifestyle, the concept of eco-friendly houses contributes to mitigating environmental damage and addressing climate change. Using an Islamic environmental approach, this research aimed to strengthen the role of the Cisaat Muslim community in promoting eco-friendly houses as exemplars of sustainable living. The service design encompassed five stages: observation, preparation, implementation, assistance, and evaluation. Results indicated a substantial positive impact, with 98% of participants acknowledging the utility of the provided material and 95% expressing high satisfaction with the conducted activities. The implication of this study lies in the heightened knowledge and competence within the community regarding eco-friendly house development, signifying a significant step toward realizing environmentally conscious homes in the educational tourism village of Cisaat.

Highlight:

  • Eco-friendly Housing for Sustainability: This study emphasizes the role of eco-friendly housing in mitigating environmental damage and addressing climate change by integrating nature's potential and sustainable living practices.

  • Islamic Environmental Approach: The research focuses on enhancing the Cisaat Muslim community's involvement in advocating eco-friendly housing, aligning with an Islamic environmental approach.

  • Effective Service Design: Employing a comprehensive service design with five stages ensures the successful implementation of community engagement, resulting in a significant positive impact, as evidenced by high participant satisfaction and increased knowledge about eco-friendly house development.

Keyword: Community Engagement, Eco-Friendly Housing, Islamic Environmental Approach, Sustainable Living, Environmental Awareness

Pendahuluan

Rumah ramah lingkungan[1] (bahasa Inggris: eco-friendly house atau eco-house) adalah konsep hunian yang mengedepankan kelestarian lingkungan dengan mengurangi dampak kerusakan terhadap lingkungan. Konsep ini membantu menjaga bumi dengan penggunaan energi yang efisien sehingga mengurangi pemanasan global[2].

Rumah ramah lingkungan menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam. Istilah rumah ramah lingkungan pun pastinya sudah menjadi sangat familiar. Pembangunan eco-house mengacu pada konsep pembangunan rumah yang memanfaatkan potensial alam, serta menerapkan gaya hidup berkelanjutan[3].

Eco-friendly house diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak kerusakan pada lingkungan akibat pemanasan global dan perubahan iklim[4]. Dengan rumah ramah lingkungan kamu bisa lebih menghemat biaya, memperbaiki kualitas serta produktivitas hidup, dan meningkatkan kesehatan. Secara umum konsep eco house harus memperhatikan beberapa hal berikut; pertama, Memperhatikan Material yang Digunakan, Jika biasanya masyarakat senang menggunakan kayu sebagai elemen dalam rumah, maka konsep eco house fokus pada penggunaan material selain kayu, seperti baja ringan dan lainnya[5]. Penggunaan cat pula harus menggunakan pilihan yang bukan berasal dari alam karena dapat mengurangi keberlangusngan habitat alam itu sendiri. Kedua, Menciptakan Lingkungan Hijau, Meski tak ada unsur segar dalam rumah, kamu bisa menggunakan taman sebagai penyegar dan pemberi warna hijau untuk ruangan. Namun perlu diperhatikan bagaimana sistem taman tersebut. Taman harus dibuat dengan memperhatikan tata lingkungan, misal harus dapat menyediakan biopori atau sistem resapan di sekitar lingkungan rumah. menerapkan keseimbangan tata-ruang antara komunitas sosial dan ekosistemnya dengan ruang terbuka hijau yang menjadi paru-paru perumahan[6], seperti; Taman Hijau & Danau Resapan sebagai tempat wisata. Ketiga, Membuat Sirkulasi Udara dan Cahaya Alami. Daylight factor adalah analisis untuk mengetahui banyaknya cahaya matahari yang masuk ke ruangan. Hal tersebut akan mengurangi penggunaan energi listrik dengan tetap memperhatikan sisi ruang lainnya agar tidak terlalu panas dan silau. Sementara itu, terdapat wind analysis untuk sistem sirkulasi udara. Perlu adanya penelitian pada arah, pola, dan kekuatan angin pada daerah tersebut. Tujuannya agar ventilasi udara yang dibuat berfungsi maksimal dan efisian sehingga tidak menjadi hiasan rumah semata. Keempat, Sistem Sanitasi atau Pembuangan Limbah. Contoh nyata dalam penerapan sanitasi adalah dengan membuat teknologi biofil pada septic tank. Ini akan membuat semua kotoran dan limbah yang masuk akan terurai secara alami sehingga tidak menyebabkan penumpukan limbah yang menyebabkan bau tak sedap dan penimbunan kotoran yang membusuk[1]. Eco house belum banyak diterapkan pada masyarakat Indonesia karena minimnya pengetahuan tentang eco house itu sendiri. Desa Wisat Cisaat di Subang adalah salah satu desa wisata edukasi yang berbasis pendidikan yang berbudaya yang mengembangkan homestay untuk wisatawan yang ingin berwisata di sana dan sangat cocok untuk staycation[7]. Desa Wisata Cisaat merupakan desa wisata binaan milik Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta sejak tahun 2018 hingga 2020[8]. Desa ini memiliki total 10 kampung dengan 6 RW (Rukun Warga). Lokasi pengabdian terletak di Desa Ci saat, Kabupaten Subang, Kecamatan Ciater, Jawa Barat yang memiliki luas desa sebesar 7,95 km dengan ketinggian desa sebesar 772 mdpl (Kecamatan Ciater Dalam Angka, 2022). Desa Cisaat memiliki luas wilayah 6,78 Km2, sedangkan jarak Desa Cisaat ke Ibukota Kabupaten sejauh 23,50 Km. Jarak tersebut

bukan jarak yang terjauh diantara desa-desa yang ada di Kecamatan Ciater. Berdasarkan topografi wilayahnya Desa Cisaat termasuk desa yang di dominasi lereng dan perbukitan. Banyaknya Rukun Tetangga di Desa Cisaat sejumlah 28 RT dan jumlah Rukun Warga sejumlah 7 RW[9]. Desa ini memiliki potensi wisata yang menarik yaitu agrowisata, wisata budaya, dan wisata edukasi. Di Desa Wisata Cisaat ada banyak rumah warga yang dijadikan homestay sebagai akomodasi bagi wisatawan atau tamu yang hendak melakukan staycation ataupun untuk melakukan kegiatan wisata lain yang ditawarkan oleh desa wisata Cisaat. membangun partisipasi masyarakat dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan sangat penting disosialisasikan, Cisaat sebagai desa wisata perlu menjadi role model dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan menggunakan pendekatan islamic environtmental[10], mengingat masyarakat cisaat adalah sebagian besar muslim. Pada aspek konsep hunian yang mengedepankan kelestarian lingkungan dengan mengurangi dampak kerusakan terhadap lingkungan. Konsep ini membantu menjaga bumi dengan penggunaan energi yang efisien sehingga mengurangi pemanasan global[9]. Rumah ramah lingkungan juga menekankan daya guna kembali sumber daya alam yang dapat diperbarui, mengelola dan memilah sampah rumah tangga secara mandiri, serta adanya ruang terbuka hijau di tempat tinggal.

Oleh sebab itu sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan sumbangsih pengetahuan dan membantu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat, maka kami melakukan pemberdayaan rintisan desa wisata edukasi Cisaat melalui penguatan manajemen peran masyarakat muslim dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan (eco-friendly house) pada masyarakat desa wisata Cisaat kabupaten subang provinsi jawa barat.

Metode

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan inisiatif dengan target adanya peningkatan pengetahuan rumah ramah lingkungan perspektif islamic environtmental, masyarakat mampu mewujudkan model rumah ramah lingkungan di daerah wisata.

Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan pemberdayaan tersebut, penulis Berdasarkan uraian fakta masalah di atas, program kegiatan pengbdian kepada masyarakat program Wilayah Binaan Universitas ini dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan manajemen peran masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan terhadap kelompok sasaran sejumlah 25 (lima belas) orang perwakilan masyarakat yang terdiri dari perwakilan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perempuan; ibu-ibu, dan pemuda di Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang yang dimulai semenjak Januari 2023 dan pada tahun pertama ini telah dilakukan penyuluhan kegiatan pada tanggal 2 Juni 2023 , untuk selanjutnya dilakukan pendampingan untuk pencapaian indikator keberhasilan program dalam upaya mewujudkan rumah ramah lingkungan. Tahapan kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi 5 (Lima) tahap yakni observasi, persiapaan, pelaksanaan dan pendampingan. Adapun tahapan tersebut, di antaranya: Pertama, Observasi, pada tahap ini dilakukan pada tanggal 2 Februri 2023 dengan cara mendatangi untuk mengobservasi lokasi Desa Cisaat sebelum menyusun tahapan persiapan pendampingan, dengan diadakannya observasi ini diharapkan bisa mengetahui lebih awal bagaimana keadaan atau kondisi rumah di Desa Cisaat; Kedua, Persiapan, pada tahap ini dilakukan analisa Urgency, Seriousness, Growth untuk memperoleh data awal yang dijadikan fokus kegiatan dari hasil observasi di lapangan. Dengan melihat kondisi Desa Cisaat maka dapat disusun tahapan persiapan sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat tersebut seperti melakukan persiapan sarana prasarana yang dapat mendukung pelaksanaan pendampingan terhadap pihak masyarakat Desa Cisaat. Diantaranya adalah penetapan masalah yang dihadapi masyarakat, pengurusan ijin pelaksanaan, penyusunan proposal dan pengajuan proposal kegiatan. Ketiga, Pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Juni 2023 dengan metode pendampingan dalam upaya memberikan peningkatan pengetahuan rumah ramah lingkungan; dan Keempat, Pendampingan, setelah kegiatan sosialisasi/ penyuluhan dilaksanakan, pada tahap ini dilakukan pendampingan untuk mengevaluasi pemahaman dan tindaklanjut masyarakat pada kegiatan terkait materi yang telah disosialisasikan sebelumnya. Tim peneliti dibantu oleh beberapa mahasiswa FIS, FT UNJ dan Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta yang telah dibekali pengetahuan terkait program, sehingga memudahkan Tim dalam mempraktekkan materi yang telah diterima; Kelima, Evaluasi, pada kegiatan evaluasi ini dapat memberikan masukan lebih intens untuk kepentingan jangka panjang agar program kegiatan Pengabdian kepada masyarakat program wilayah binaan Universitas ini dapat lebih berkualitas dan memastikan keberhasilan kegiatan telah sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

Hasil dan Pembahasan

A. Observasi

Peneliti melakukan observasi, pada tahap ini tim melakukan observasi pada tanggal 2 Februari 2023. Observasi lokasi kegiatan diawali dengan koordinasi dengan pihak aparat desa dilanjutkan mengobservasi lingkungan desa wisata edukasi Cisaat, observasi ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal masyarakat akan konstruk makna rumah ramah lingkungan dan melihat bagaimana kondisi rumah-rumah di desa wisata edukasi Cisaat dari indikator rumah ramah lingkungan. Hasil observasi tahap awal ini menyimpulkan bahwa mayoritas penduduk beragama Islam, diperlukan penguatan masyarakat muslim dalam bentuk penguatan manajemen peran masarakat untuk dapat mewujudkan rumah ramah lingkungan. Desa wisata edukasi Cisaat dari sisi geografis, kondisi alam, sangat mendukung untuk dapat diwujudkan rumah ramah lingkungan, didukung juga oleh penyematan desa wisata edukasi yang menyediakan jasa homestay bagi para pengunjung, maka mewujudkan rumah ramah lingkunganmenjadi sangat bermakna bagi masyarakat desa wisata edukasi Cisaat Subang.

Figure 1.Gambar (Atas). Observasi Tim ke kantor Kepala Desa Cisaat, Gambar (Bawah). Salah satu Rumah/ Home stay di Desa Cisaat

B . Persiapan

Persiapan Kegiatan

Tahapan persiapan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : pertama, melakukan koordinasi dengan tim pelaksana PKM, pembagian beban kerja dan tugas masing-masing anggota pelaksana kegiatan dengan melibatkan keaktifan mahasiswa sejumlah 5 orang. Kedua, berkoordinasi dengan mitra yang terkait dalam kegiatan ini dan meminta ijin yang resmi untuk melaksanakan kegiatan PkM kepada kepala desa Cisaat, dengan terbitnya surat kesediaan mitra. Ketiga, Menentukan jadwal kegiatan dan agenda kegiatan saat pelaksanaan sampai pendampingan. Keempat, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan PkM, pihak aparat desa, karang taruna, kelompok ibu-ibu PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kelima, Persiapan ATK dan bahan habis pakai pengabdian, serta pengemasan bahan baku untuk pelatihan, serta persiapan materi/konsep.

C. Pelaksanaan

Pelaksanaan dalam PkM dilakukan dengan kegiatan kunjungan ke desa Cisaat pada tanggal 2 Juni 2023 Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Rihlah Nur Aulia, MA, selanjutnya sambutan kepala desa Bapak suryana menyampaiakan apresiasi dan penghargaan kepada tim pengabdian masyarakat karena telah berkenan memberikan penegetahuan kepada masayarakat untuk mengembangkan dan mewujudkan masyarakat desa dalam upaya mewujudkan rumah ramah lingkungan. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Faisal M. Jasin, ST., M.Si terkait Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan, melalui perwujudan rumah ramah lingkungan. Setelah materi pertama disampaikan kemudian dilanjutkan dengan tanyajawab. Pada sesi materi kedua disampaikan oleh Sugeng Priyanto, M.Si, menjelaskan materi terkait bagaimana bangunan ramah lingkungan yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Dilanjutkan dengan materi ketiga, disampaikan oleh Ismayati Afifah, S.Si, M.Si menyampaikan materi terkait Rumah Sehat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Diakhir kegiatan, di berikan sovenir pohon jati secara simbolis oleh Tim PkM untuk dapat ditanam disekitar pekarangan rumah masyarakat, sebagai bentuk pelestarian lingkungan.

Figure 2.Gambar (Atas). Sambutan ketua Pelaksana, Gambar (Tengah). Penyampaian Materi, Gambar (Bawah). Penyerahan Pohon Jati kepada masyarakat

D.Pendampingan

Pendampingan dilakukan oleh tim PkM, berdasarkan hasil penguatan manajemen peran masyarakat muslim terbentuklah 5 rumah, rumah tersebut akan dijadikan pilit project dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan di desa Wisata Edukasi Cisaat, terpilihnya 5 rumah tersebut, berdasarkan hasil dikususi dari beberapa aspek indikator rumah ramah lingkungan memenuhi kriteria, maka metode pendampingan lebih pemfokuskan untuk terus mendampingi 5 (lima) rumah menjadi role model rumah ramah lingkungan. Pendampingan berkelanjutan dilakukan oleh Tim PkM dengan melakukan diskusi kepada peserta, serta pemilik rumah dan aparat desa, RW dan RT setempat, agar terwujud rumah yang dijadikan sebagai homestay desa wisata edukasi Cisaat Kabupaten Subang terwujud dan menjadi role model bagi rumah masyarakat lain di desa Cisaat.

E. Evaluasi

Evaluasi kegiatan ini dilakukan melalui kuesioner manual yaitu free tes dan post tes, Sebagian besar peserta dapat merasakan manfaat dan mendapatkan pengetahuan, pemahaman serta akan berupaya mewujudkan rumah ramah lingkungan sesuai materi yang telah disampaikan saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, dalam kegiatan pengabdian ini luaran kegiatan peserta diharapkan berupa adanya peningkatan pemahaman dan penguatan softskill peserta terkait mewujudkan rumah ramah lingkungan. Dilihat dari hasil evaluasi tentang pemahaman pengetahuan rumah ramah lingkungan melalui kuesioner dan evaluasi ini diperoleh simpulan berupa 98% partisipan menyatakan materi penguatan manajemen peran masyarakat muslim dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan sangat bermanfaat, 95% menyatakan sangat puas dengan keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Adapun manfaat atas tanggapan yang diberikan masyarakat bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah mampu mensitumulus mereka untuk berperan aktif dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan untuk mendukung pengembangan program desa wisata edukasi, dan mereka mampu mempersiapkan rumah mereka sebagai homestay rumah ramah lingkungan yang akan menjadi role model dan daya tarik tersendiri bagi potensi objek wisata edukasi di Desa Cisaat.

Simpulan

Kegiatan pengbdian kepada masyarakat program Wilayah Binaan Univesitas ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi kegiatan terkait materi penguatan manajemen peran masyarakat muslim dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan. Bahkan mayoritas di antara pseserta dalam kegiatan  tersebut mewujudkan rumah mereka menjadi rumah ramah lingkungan sebagai role model homestay dalam program desa Cisaat sebagai desa wisata edukasi.Sedangkan  ketercapaian luaran pengabdian kepada masyarakat pada tahun pertama ini berupa Penguatan manajemen peran masyarakat muslim dalam mewujudkan rumah ramah lingkungan sebagai landasan konsep pengetahuan masyarakat yang selanjutnya akan ditindaklanjuti secara intensif dalam kegiatan pendampingan berkelanjutan, hingga menjadikan rumah masyarakat menjadi rumah ramah lingkungan.

References

  1. M. Tanubrata and I. Gunawan, “Pengelolaan Bangunan yang Ramah Lingkungan (Green Construction) dalam Konteks Teknik Sipil,” Simp. Nas. RAPI XV, pp. 205–210, 2016, [Online]. Available: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8147/D3_Maksum Tanubrata.pdf?sequence=1
  2. A. Mufliha, I. Puarada, and R. Nirwansjah, “Konsep Ramah Lingkungan dalam Hunian dengan Memperhatikan Faktor Iklim di Daerah Tropis,” vol. 1, no. 1, pp. 1–3, 2015.
  3. M. Wijayaningtyas, S. Hidayat, T. Halomoan Nainggolan, F. Handoko, K. Lukiyanto, and A. Ismail, “Energy Efficiency of Eco-Friendly Home: Users’ Perception,” E3S Web Conf., vol. 188, 2020, doi: 10.1051/e3sconf/202018800019.
  4. yasintha R. Naura and D. Larasati, “Isu-Isu Prioritas dalam Penerapan Eco-House Berdasarkan Gaya Hidup,” Natl. Acad. J. Archit., vol. 9, no. 1, pp. 96–111, 2021, [Online]. Available: https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/22720/15265
  5. A. Nopiyanti, A. R. Hakim, R. F. Anhar, and ..., “Pemberdayaan Masyarakat Peduli Lingkungan dalam Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat di Era Pandemi,” Proc. …, vol. 70, no. Desember, 2021, [Online]. Available: https://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/proceedings/article/view/1165%0Ahttps://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/proceedings/article/download/1165/1055
  6. D. I. Kawasan and F. Bawah, “Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau,” vol. 7, no. 2, pp. 35–43, 2012.
  7. A. Noviyanti, Mulyati, and Hamiyati, “Analisis Service Experience Di Desa Wisata Cisaat,” J. Mandalika Rev., vol. 1, no. 2, pp. 1–7, 2022, doi: 10.55701/mandalika.v1i2.25.
  8. M. R. Effendi, F. Wajdi, I. Mardhiah, and ..., “Penguatan Nilai-Nilai Profetik Masyarakat Desa Cisaat dalam Kegiatan Pendidikan Keagamaan Melalui Program Muslim Friendly Tourism,” Sivitas J. …, vol. 2, no. 2, pp. 47–58, 2022, [Online]. Available: http://e-jurnal.staimuttaqien.ac.id/index.php/sivitas/article/view/795%0Ahttp://e-jurnal.staimuttaqien.ac.id/index.php/sivitas/article/download/795/151
  9. T. Risiko, B. Di, D. Wisata, S. N. Hijrawadi, A. I. Setinaningsih, and I. B. Mataburu, “PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA SNPPM2022P-110 wilayah aktif sesar Lembang yang berpotensi terjadinya bencana geologis . Berdasarkan berdasarkan penanggulangan bencana adalah Desa Cisaat yang terletak di Kecamatan Ciater , Cisaat menerima wisa,” vol. 2022, pp. 110–118, 2022.
  10. R. Nur Aulia, S. Sauri, F. M. Jasin, N. Narulita, and F. Wajdi, “Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Persekolahan: Studi Kasus Ecopesantren SPMAA Lamongan Jawa Timur,” Hayula Indones. J. Multidiscip. Islam. Stud., 2020, doi: 10.21009/004.01.05.