Tourism and Hospitality Development Articles
DOI: 10.21070/ijccd.v14i2.946

Enhancing Traditional Health Services: Empowering Holistic Care Clinic


Meningkatkan Layanan Kesehatan Tradisional: Memberdayakan Klinik Perawatan Holistik

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Traditional Health Services Holistic Care Clinic Knowledge Enhancement Skills Development Acupressure Training.

Abstract

Traditional Health Service Development: Enhancing Knowledge and Skills for Holistic Care Clinic. This study aims to improve the knowledge and skills of Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Jambangan Surabaya members in providing traditional health services at Klinik Aisyiyah Holistic Care. The program includes training in acupressure and marketing and financial management. Twelve participants from PCA Jambangan attended the training and registered with the Indonesian Association of Acupressure Practitioners (P3AI) to undergo competency tests and obtain necessary permits from the Surabaya Health Department for practicing traditional health services at the clinic. The implementation coincided with the PCA Jambangan's musycab launching. The successful completion of the program resulted in the issuance of the clinic's operational permit and the availability of qualified human resources to provide complementary health services to the community.

Highlight:

  • Empowering traditional health practitioners: The study focuses on enhancing the knowledge and skills of PCA Jambangan members to provide effective traditional health services at Klinik Aisyiyah Holistic Care.

  • Training in complementary therapies: The program includes specialized training in acupressure, enabling participants to offer holistic care options to the community.

  • Obtaining necessary permits: Participants undergo competency tests and secure permits from the Surabaya Health Department, ensuring legal practice of traditional health services at the clinic.

Keyword: Traditional Health Services, Holistic Care Clinic, Knowledge Enhancement, Skills Development, Acupressure Training

Pendidikan

Pelayanan kesehatan tradisional merupakan pelayanan dengan memberikan perawatan atau pengobatan berdasarkan pengalaman secara empiris dan keterampilan turun temurun yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sekitas 40% penduduk Indonesia menggunakan pengobatan tradisional termasuk di dalamnya pengobatan kompementer – alternative (Wahyuni, Herliawati and Purnamasari, 2019). Terapi komplementer dilaksanakan dengan tindakan seperti aromaterapi, jamu, gurah, dan spa. Pelayanan kesehatan tradisional keterampilan menggunakan alat seperti Akupunktur, Akupresur, Kop/Bekam dan Apiterapi, sedangkan pelayanan kesehatan tradisional keterampilan tanpa alat antara lain Pijat – urut, Pijat - urut bayi, Patah Tulang, Refleksi (Herdiani, Herman and Fahriani, 2022).

Pengobatan tradisional sudah ada sejak ribuan tahun lalu adalah bukti bahwa di dunia modern ini, masyarakat masih menganggap pengobatan tradisional ada kecenderungan lebih manjur (Widyastuti, 2018). Salah satu alasan mengapa masyarakat memilih cara ini adalah pengobatan secara medis yang semakin mahal dan adanya efek samping pemakaian obat kimiawi dalam jangka panjang (Tengah, Mahmud and Matheosz, 2021).

Berdasarkan atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan tradisional yang berkualitas, Pimpinan Cabang Aisyiyah Jambanngan Surabaya berencana membuka klinik yang dapat memrikan pelyanan kesehatan tadisional seperti akupunctur, akupresur dan bekam. Klinik Aisyiyah Holistic care yang berlokasi di Jl. Jambangan Sawah no.18 Surabaya merupakan tempat pelayanan kesehatan tradisional yang di rencanakan akan melayani akupunctur, akupresur dan bekam. Saat ini Klinik sudah merekrut 2 orang SDM lulusan Akupunktur. Sarana prasarana yang dimiliki Klinik antara lain 2 ruangan, 2 bed, kursi bekam, elektro setimulator 2, alat bekam, tensi meter.

Metode pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan PKaMI ini adalah sebagai berikut :

1. Survey Lokasi dan Koordinasi dengan Mitra.

Pengusul melakukan survey lokasi dan berkoordinasi dengan mitra untuk mengetahui kondisi permasalahan mitra dengan mengidentifikasi permasalahan prioritas yang dihadapi oleh mitra. Pengusul juga mengusulkan solusi untuk mitra dan target luaran yang dihasilkan melalui program ini kemudian disusun dalam bentuk proposal yang dilengkapi dengan dokumentasi saat survey.

2. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan.

Dalam proses pelaksanaan kegiatan pengusul terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan ketua PCA untuk menyamakan persepsi tentang tujuan kegiatan dan hasil yang ingin dicapai serta berdiskusi tentang waktu pelaksanan dan rincian rencana kegiatan. Kemudian pengusul melakukan persiapan dengan menyusun materi dan rencana rundown kegiatan.Pelatihan di lakukan 2 tahap, tahap 1 pelatihan Massage terapi akupresur dan tahap ke 2 pelatihan manajemen keuangan dan promosi. Selama kegiatan mitra memberikan kontribusi dengan membantu menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, mendukung kegiatan dengan menyediakan sarana, prasarana dan SDM serta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

3. Evaluasi Kegiatan.

Semua proses pelaksanaan program akan dievaluasi setiap tahapannya untuk mengetahui dan mengukur efektifitas kegiatan yang dilakukan. Peserta kegiatan yaitu ibu-ibu PCA akan dievaluasi tingkat pengetahuan dan pemahamannya setelah mengikuti pelatihan dari tim pengusul.

4. Pendampingan Pelayanan Homecare & Promosi.

Setelah di evaluasi tentang pemahaman dan pengetahuan dari materi yang disampaikan pengabdi, tim pengabdi melanjutkan dengan pendampingan dalam pelayanan dan promosi menggunakan media sosial.

Hasil dan Pembahasan

1. Peningkatan pemahaman dan ketrampilan pada masyarakat

Evaluasi terhadap pemahaman dan ketrampilan masyarakat sudah di lakukan setelah melakukan pelatihan dengan hasil sebagai berikut :

No peserta Nilai Teori Nilai Ketrampilan Keterangan
1 80 Kompeten Nilai maksimal teori 100, minimla lulus 75Nilai Praktik di anggap lulus bila seluruh poin ketrampilan di lakukan sendiri dengan benar tanpa bantuan.
2 84 Kompeten
3 90 Kompeten
4 80 Kompeten
5 85 Kompeten
6 81 Kompeten
7 80 Kompeten
8 84 Kompeten
9 90 Kompeten
10 85 Kompeten
11 88 Kompeten
12 82 Kompeten
Table 1.Hasil evaluasi pemahaman dan ketrampilan akupresur pada bayi dan anak.

2. Peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan

Mulai bulan Juni Klinik Holistik Aiyiyah Jambangan terdapat tambahan Pelayanan akupresure pada ibu, bayi dan anak.

Kesimpulan

  1. Kegiatan PKaMI memberikan kontribusi positif pada peningkatan layanan kesehatan di Klinik Holistik Aisyiyah Jambangan.
  2. Pendampingan dan pemberian bantuan sarana Pelayanan akupresur dapat mendukung meningkatkan jumlah kunjungan bayi dan balita

References

  1. Republic of Indonesia Ministry of Health Regulation No. 15 Year 2018 on the Implementation of Traditional Complementary Health Services.
  2. T. N. Herdiani, A. S. D. Herman, and M. Fahriani, "Implementation of Complementary Therapy in Maternal Health Services at Posyandu Kasih Ibu," Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 30-35, 2022.
  3. K. H. Tengah, M. Mahmud, and J. N. Matheosz, "Vol. 14 No. 4 / October - December 2021," vol. 14, no. 4, pp. 1-17, 2021.
  4. D. Wahyuni, Herliawati, and N. Purnamasari, "National Nursing Seminar and Workshop 'Implications of Palliative Care in Health'," Seminar Workshop Nasional, 01, pp. 218-222, 2019.
  5. Widyastuti, "Complementary Therapy in Nursing," Jurnal Keperawatan Indonesia, vol. 12, no. 1, p. 200, 2018, doi: 10.7454/jki.v12i1.200.