Village Development Articles
DOI: 10.21070/ijccd2023863

The Effect of Product Quality, WOM (Word Of Mouth), Price on Interest to Buy at Nyamleng Rice Stop in Village


Pengaruh Kualitas Produk, WOM (Word Of Mouth), Harga terhadap Minat Beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Buying Interes Price WOM (Word Of Mouth) Product Quality

Abstract

This study aims to determine the effect of Product Quality, WOM, and Price on Interest in Buying Warung Nasi Pecel Nyamleng. This research is descriptive research using quantitative methods. The population used in this study were visitors who had bought at Warung Nasi Pecel Nyamleng, totaling 96 respondents using the accidental sampling technique.

This study uses data collection techniques used as a questionnaire. The data analysis technique used in this research is Multiple Linear Regression analysis using SPSS version 25 for Windows.

The results of this study indicate that product quality has a significant effect on buying interest, the promotion has a significant effect on purchase interest, and the price has a significant impact on buying interest.

Pendahuluan

Setiap perusahaan pada umumnya ingin berhasil dalam menjalankan usahanya sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah melalui kegiatan pemasaran. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan penawaran dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain [1].

Bisnis makanan atau kuliner merupakan salah satu bisnis yang saat ini berkembang pesat dan memiliki potensi perkembangan yang cukup besar. Banyak sekali bisnis kuliner yang terdapat di Kota Sidoarjo baik bisnis kuliner yang kecil, menengah dan besar. Khususnya di Desa Kesambi, banyak sekali pesaing usaha dibidang kuliner terutama rumah makan. Rumah makan merupakan bisnis yang tidak pernah mati sebab makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Selain kebutuhan pokok, makanan dan minuman juga sumber energi bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuhnya. Sudah banyak usaha yang meruap untung dari usaha kuliner. Namun tidak sedikit pula pelaku usaha yang gulung tikar alias bangkrut, karena strategi pemasaran yang digunkana kurang tepat dan kualitas pelayanan yang kurang optimal. Artinya keberhasilan sebuah bisnis kuliner dalam memenagkan persaingan ditentukan oleh penerapan strategi pemasaran yang tepat untuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya dalam situasi yang bersaing ini. Berbagai strategi dilakukan mulai dari kualitas prosuk, WOM (Word Of Mouth), dan harga yang tepat.

Dalam menjalankan minat beli dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga pelaku usaha dituntut untuk selalu bersaing dan menarik perhartian konsumen. faktor pertama ialah Kualitas Produk, adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi kehandalan dayatahan, ketepatan, kemudahan operasi, dan perbaikan produk, serta atribut bernilai lainnya. Setiap perusahaan yang menginginkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, maka akan berusaha membuat produk yang berkualitas, yang ditampilkan baik melalui ciri ciri luar produk mauoun inti produk[2]. Faktor kedua yang berpengaruh terhadap minat beli ialah Word Of Mouth, merupakan informasi tentang produk yang disalurkan oleh individu ke individu lain. Komunikasi word of mouth mengacu pada pertukaran komentar, pemikiran atau ide-ide diantara dua konsumen atau lebih yang tidak satupun merupakan sumber pemasaran [3]. Faktor yang terakhir dalam mempengaruhi keputusan pembelian adalah Harga, merupakan sejumlah uang yang ditagih untuk jasa atau produk, atau semua jumlah yang diberikan oleh pelanggan agar mendapatkan sebuah keuntungan dari penggunaan suatu jasa atau produk [1].

Dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah salah satu warung makan atau rumah makan yang sudah lama berdiri di Kota Sidoarjo yang terletak di Desa Kesambi Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Warung makan Nasi Pecel Nyamleg berdiri sejak tahun 1998 yang di dirikan oleh pasangan suami istri bernama bapak Gufron dan ibu Suliati. Warung makan ini menyediakan menu nasi pecel kas Kediri dan beberapa menu olahan ikan , minuman, dan ada juga makanan tradisional yang khas dari warung tersebut makan tersebut. Warung makan ini mulai buka pukul 06.30 samai 15.30 dan libur pada hari jum’at. Dari namanya saja, bisa dibayangkan sambal kacang yang pedas. Biasanya dicampur dengan sayuran, dengan tambahan rempeyek . Istimewanya sajian pecel di warung makan ini di siram dengan sambal tumpang yaitu yang di olah dari tempe yang di diamkan selama satu malam lalu bisa di olah menjadi sambal tumpang tersebut. Ini merupakan ciri khas dari warung makan nasi pecel nyamleng yang jarang sekali dimiliki oleh warung makan nasi pecel lainnya.

Menyatakan bahwa kesenjangan dalam penelitian melibatkan kontradiksi dalam temuan penelitian sebelumnya, dimana perbedaan hasil penelitian tersebut menimbulkan suatu celah penelitian. sehingga ditemukan avidance gap, dengan adanya ketidak konsistenan hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh Kualitas Produk, Word Of Mouth, Harga Terhadap Minat Beli.

Berikut pada tabel 1 akan disajikan research gap penelitian terdahulu.

Issue Peneliti Kesenjangan Hasil
Adanya perbedaan hasil mengenai pengaruh kualits produk terhadap minat beli Andenigar (2020) [4] Hasil penelitian menunjukkan variabel Adanya pengaruh signifikan secara parsialantara harga, promosi dan kualitas produk terhadap minat beli di Bebek Dan AyamGoreng Sambal Ijo “ER,ER”
Utami dan Saputra (2017) [5] Hasil dari penelitian ini adalah variabel harga dan kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli Sayuran Organik di Pasar Sambas Medan
Karundeng, dkk (2019) [6] kualitas produk merupakan variabel yang tidak mempengaruhi minat beli konsumen atau kualitas produk tidak berpengaruh secara signifikan minat beli di home industry pia mbk deisy
Adanya perbedaan hasil pengaruh WOM (Word Of Mouth) terhadap Minat Beli Hartini (2020) [7] WOM (Word Of Mouth) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli
Razak (2016) [8] Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WOM (Word Of Mouth) dan harga secara positif dan signifikan mempengaruhi minat beli pelanggan Indihome di Provinsi DKI Jakarta
Apriliani dan Kusumastuti (2019) [9] WOM (Word Of Mouth), dan Kualitas Produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli, konsumen ayam roket di Lamongan
Issue Peneliti Kesenjangan Hasil
Adanya perbedaan hasil pengaruh Harga terhadap Minat Beli Mulawarman (2020) [10] Harga memiliki efek yang signifikan pada minat beli konsumen PT Indanaco Warn Dunia di Kota Batam.
Fauzan dan Rohman (2019) [11] Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara harga, dan kualitas produkterhadap minat beli sepeda motor kawasaki.
Halim danIskandar(2019) [12] Harga, dan Kualitas Produk memperlihatkanbahwa tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli
Table 1.Research Gap Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian

Kualitas Produk

Kualitas Produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi kehandalan daya tahan, ketepatan, kemudahan operasi, dan perbaikan produk, serta atribut bernilai lainnya. Setiap perusahaan yang menginginkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, maka akan berusaha membuat produk yang berkualitas, yang ditampilkan baik melalui ciri ciri luar produk mauoun inti produk [2].

Word Of Mouth

Word Of Mouth merupakan informasi tentang produk yang disalurkan oleh individu ke individu lain. Komunikasi word of mouth mengacu pada pertukaran komentar, pemikiran atau ide-ide diantara dua konsumen atau lebih yang tidak satupun merupakan sumber pemasaran [3].

Harga

Harga adalah merupakan sejumlah uang yang ditagih untuk jasa atau produk, atau semua jumlah yang diberikan oleh pelanggan agar mendapatkan sebuah keuntungan dari penggunaan suatu jasa atau produk [1].

Minat Beli

Minat Beli merupakan mengemukakan minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian [1].

  1. Populasi : populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen di warung makan Nasi pecel Nyamleng di Desa Kesambi Kecamatan Porong yang tidak diketahui jumlahnya.
  2. Sampel : Metode pengumpulan sampel menggunakannonprobability sampling. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menggunakan 96 responden sebagai sampel.

J enis dan S umber D ata

  1. Jenis Data :Jenis data yang digunakan yakni data kuantitatif. Kuntitatif merupakan data berupa angka yang mana analisisnya menggunakan software statistik.
  2. Sumber Data : Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner melalui angket dan menggunakan data sekunder dari buku dan jurnal.

T eknik P engumpulan D ata

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. [13] menyatakan bahwa kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial [13].

Uji V aliditas dan R eliabilitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner[13]. Kuesioner dikatakan valid jika pernyataan yang ada pada kuesioner mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur dalam kuesioner tersebut. Hasil penelitin dikatakan valid dengan ketentuan, jika nilai koefisien korelasi (rhitung) lebih besar dari 0,05 maka dikatakan valid, apabila nilai koefisien korelasi (rhitung) lebih kecil dari 0,05 maka dikatakan tidak valid. Uji reliabilitas dapat menggunakan uji Cronbach’s Alpha, yang nilainya akan di bandingkan dengan nilai koefesien realibilitas minimal yang dapat di terima [13]. Suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok atau subyek yang diukur belum berubah. Dengan demikian, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Kuesioner dikatakan reliabel apabila nilai r cronbach alpha > 0.6.

Teknik A nalisis D ata

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi software SPSS.25. Didalam penelitian ini terdapat pengujian uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda dengan kriteria pengujian sebagai berikut.

Uji Normalitas

Uji normalitas duji menggunakan uji statistik non-parametik Kolgomorov-Smirnof. Jika Sig (2-tailed) lebih besar dari pada nilai level of significant 0,05 maka data dalam penelitian berdistribusi normal.

Dan secara grafik dapat dilakukan apabila part residual menunjukkan sebaran titik-titik yang mendekati garis diagonal.

Uji Linearitas

Uji linearitas pada penelitian ini menggunakan Test for linearity dengan taraf signifikansi sebesar 0,05.

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Watson. Apabila nilai Durbin Watson berada pada daerah dU sampai 4-dU dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung autokorelasi.[14].

Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik yaitu tidak terjadi heterokedatisitas. Adapun cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedatisitas yaitu dengan melihat Scatterplot. Jika di dalam Scatterplot titik-titik menyebar secara acak, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Multikolinearitas

Agar dapat mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam regresi adalah sebagai berikut [14]:

  1. Jika angka tolerance diatas (>) 0,1.
  2. Jika nilai VIF dibawah (<) 10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas diantara variabel bebas.

Uji Hipotesis

Analisis regresi merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat [13]. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis yang tertuang dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan persamaan sebagai berikut:

Y= a + b 1 X 1 +b 2 X 2 +b 3 X 3 +e

Analisis regresi linier berganda digunakan dalam pengujian hipotesis. Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan uji t (Parsial).

Pengujian secara parsial dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai thitung dengan ttabel. Apabila thitung lebih besar dari ttabel, artinya hipotesis satu (H1) diterima serta menolak hipotesis nol (H0), dan demikian sebaliknya. Selain itu terdapat juga dengan mengaplikasikan uji signifikan. Dengan ketetapan jika nilai signifikan lebih dari alpha 0,05, maka artinya terdapat alasan untuk hipotesis satu (H1) diterima dan menolak hipotesis nol (H0), dan sebaliknya[13].

Hasil dan Pembahasan

Uji Validitas

Variabel Item r-hitung Kritis Sig. Keterangan
Kualitas Produk X1.1 0,712 0,50 0,00 VALID
X1.2 0,715 0,00 VALID
X1.3 0,777 0,00 VALID
X1.4 0,677 0,00 VALID
X1.5 0,685 0,00 VALID
X1.6 0,713 0,00 VALID
X1.7 0,695 0,00 VALID
X1.8 0,723 0,00 VALID
WOM X2.1 0,754 0,00 VALID
X2.2 0,759 0,00 VALID
X2.3 0,712 0,00 VALID
Harga X3.1 0,746 0,00 VALID
X3.2 0,814 0,00 VALID
X3.3 0,665 0,00 VALID
X3.4 0,809 0,00 VALID
Minat Beli Y.1 0,799 0,00 VALID
Y.2 0,512 0,00 VALID
Y.3 0,690 0,00 VALID
Y.4 0,676 0,00 VALID
Table 2.Uji ValiditasSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Berdasarkan Tabel 2 di atas, diketahui bahwa semua pernyataan pada indikator variabel Kualitas Produk (X1), Word of Mouth (X2), Harga(X3), Minat Beli (Y) menghasilkan nilai rhitung > 0,05, dengan demikian pernyataan kuesioner yang mengukur variabel penelitian dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.

Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Nilai Kritis Keterangan
Kualitas Produk 0,853 0,50 Reliabel
WOM 0,590 Reliabel
Harga 0,753 Reliabel
Minat Beli 0,547 Reliabel
Table 3.Uji ReliabilitasSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Berdasarkan Tabel 3 di atas, diketahui bahwa variable Kualitas Produk sebesar 0,853, Word Of Mouth sebesar 0,590, Hargasebesar 0,753, dan Minat Beli sebesar 0,547 memiliki nilai Cronbach’s Alpha>0,50. Sehingga kuesioner yang mengukur variabel penelitian dapat dikatakan reliabel.

Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parameters a,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.30862737
Most Extreme Differences Absolute .088
Positive .067
Negative -.088
Test Statistic .088
Asymp. Sig. (2-tailed) .065c
Table 4.Uji Normalitas

Dari hasil pengujian diatas, diperoleh nilai Exact dari uji Kolmogrov Smirnov sebesar 0,065 dimana nilai tersebut lebih besar dari pada 0,05 (>0,05).

Figure 1.Grafik p-plotSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Berdasarkan gambar 1 diatas, diketahui titik-titik menyebar mendekati garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

Uji Linearitas

Variabel F Sig. Linearity Kondisi Kesimpulan
X1 Y 132,461 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X2 Y 53,533 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X3 Y 108,146 0,000 Sig. < 0,05 Linier
Table 5.Uji LinieritasSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Berdasarkan Tabel 5 di atas, Linearity untuk variabel minat beli dengan kualitas produk sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), variabel minat beli dengan WOM (Word Of Mouth) sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), dan variabel minat beli dengan harga sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Dari seluruh variabel tersebut telah menunjukikan nilai sig. Linearity < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa hubungan antar variabel bersifat linear, yang artinya jika ada kenaikan skor variabel bebas diikuti dengan kenaikan skor variabel terikat.

Uji Autokorelasi

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .803a .645 .633 1.330 1.665
Table 6.Uji AutokorelasiSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Pada Tabel 6 di atas dapat dinyatakan bahwa nilai Durbin–Watson (DW) 1,665 maka tidak terjadi autokorelasi.

Uji Heteroskedastisitas

Figure 2.Scatterplot

Variabel Dependen : Keputusan Pembelian

Berdasarkan hasil dari scatterplot pada Gambar 2, diketahui bahwa plot residual menyebar tidak beraturan (acak) dan tidak memiliki pola tertentu. Dengan demikan disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Kualitas Produk (X1) .330 3.033
WOM (X2) .749 1.335
Harga (X3) .323 3.094
Table 7.Uji MultikolinearitasSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Tabel 7 dapat diketahui bahwa masing-masing variabel bebas memiliki nilai tolerance kualitas produk (X1) 0,330 WOM (Word Of Mouth) (X2) 0,749 harga (X3) 0,323 yang berarti ketiga variabel memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1 serta nilai VIF lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini bebas dari gejala multikolonieritas.

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.759 1.214 1.449 .151
Kualitas Produk (X1) .202 .053 .415 3.832 .000 .330 3.033
WOM (X2) .331 .097 .244 3.398 .001 .749 1.335
Harga (X3) .248 .101 .269 2.463 .016 .323 3.094
Table 8.Analisis Regresi Linier BergandaSumber : Data diolah menggunakan SPSS

Pada Tabel 8 di atas, berdasarkan persamaan regresi linier berganda dengan rumus :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Y = 1,759 + 0,202 X1 + 0,331 X2 + 0,248 X3 + e

Untuk pengujian hipotesis secara parsial dapat dilakukan melalui cara dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan ttabel. Apabila thitung lebih besar dari ttabel, artinya terdapat alasan yang kuat untuk hipotesis satu (H1) diterima dan menolak hipotesis nol (H0), demikian sebaliknya. Selain itu dapat juga dengan mengaplikasikan uji signifikan. Dengan ketetapan jika nilai signifikan lebih dari alpha 0,05, maka artinya terdapat alasan untuk hipotesis satu (H1) diterima serta menolak hipotesis nol (H0), dan demikian sebaliknya.

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.759 1.214 1.449 .151
Kualitas Produk (X1) .202 .053 .415 3.832 .000
WOM (X2) .331 .097 .244 3.398 .001
Harga (X3) .248 .101 .269 2.463 .016
Table 9.Hasil Uji t (Parsial)Sumber : Data diolah menggunakan SPSS

Dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5% (a = 0,05) dan degree of freedom sebesar k = 4 dan df2 = n – k – 1 (96 – 4 – 1 = 91) sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661 maka dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut.

Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian

H0 = variabel kualitas produk secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli

H1 = variabel kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli

Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai thitung sebesar 3,832. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung 3,832 lebih besar daripada ttabel 1,661. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima H1 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di

Pengaruh Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian

H0 = variabel promosi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli

H2 = variabel WOM (Word Of Mouth) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli

Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai thitung sebesar 3,398. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung 3,398 lebih besar daripada ttabel 1,661. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima H2 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel WOM (Word Of Mouth) berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo.

Pengaruh Word Of Mouth ter hadap Keputusan Pembelian

H0 = variabel harga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian

H3 = variabel harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian

Berdasarkan tabel uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2,463. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung 2,463 lebih besar daripada ttabel 1,661. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima H3 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo.

Hasil dari penelitian yang ada di atas dapat diketahui seberapa besar pengaruh Kualitas Produk, WOM (Word Of Mouth), dan Harga terhadap Minat Beli dengan menggunakan aplikasi pengolahan data SPSS Statistics versi 25.

Hipotesis Pertama : Kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli

Berdasarkan analisis membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo. Dengan ini membuktikan bahwa Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo dalam menjaga kualitas produk antara lain porsi yang disajikan sangat pas. Warna dari bumbu pecel yang di hidangkan sangat menarik. Makanan yang dihidangkan dengan keadaan hangat. Aroma dari makanan yang disajikan sangat meningkatkan selera makanan. Memiliki cita rasa yang sesuai dengan selera konsumen. Tingkat kematangan dari olahan masakan cukup pas. Penampilan sayur dan bumbu pecel saat disajikan tersusun sangat rapi. Kualitas dari bumbu pecel bisa bertahan lama.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh [15] mengemukaan berdasarkan penjelasan terhadap kualitas produk, kualitas produk sangat erat kaitan nya dengan minat beli konsumen, dikarenakan konsumen lebih memilih kualitas produk yang baik sebelum membeli. Perusahaan dapat memberikan kualitas terbaik sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian [4] yang membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli di Bebek Dan Ayam Goreng Sambal Ijo “ER,ER” . Serta di dukung oleh hasil penelitian [5] menjelaskan bahwa variabel harga dan kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

Hipotesis Kedua : WOM ( Word Of Mouth ) berpengaruh terhadap minat beli

Berdasarkan analisis membuktikan bahwa WOM (Word Of Mouth) berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo. Dengan ini membuktikan bahwa Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo banyak kuesioner yang merekomendasikan warung nasi pecel nyamleng untuk orang lain, saudara, dan teman. Merekomendasikan orang lain membuat lebih memilih makanan di warng nasi pecel nyamleng. Membeli karena banyak tanggapan positif dari konsumen lain.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh [16] menjelaskan WOM (Word Of Mouth) yaitu tindakan konsumen yang memberikan suatu informasi melalui ucapan mulut ke mulut kepada konsumen atau calon konsumen mengenai produk atau merk yang menciptakan minat beli konsumen dalam pemasaran. Maka sangat erat kaitannya hubungan WOM (Word Of Mouth) dengan minat beli karena kegiatan utama yang berperan aktif saat memperkenalkan, memberikan informasi, dan mengingat manfaat produk yang mendorong konsumen untuk membeli produk.

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian [7] yang membuktikan bahwa WOM (Word Of Mouth) berpengaruh signifikan terhadap variabel minat beli konsumen grand media bangko. Dan di dukung oleh hasil penelitian [8] yang membuktikan bahwa WOM (Word Of Mouth) dan harga secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap mniat beli pelanggan Indihome di Provinsi DKI Jakarta.

Hipotesis Ketiga : Harga berpengaruh terhadap minat beli

Berdasarkan analisis membuktikan bahwa harga berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo. Dengan ini membuktikan bahwa Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo dalam menentukan harga sangat sesuai dengan porsi makanan yang disajikan. Harga yang ditetapkan oleh warung makan nasi pecel sangat bermanfaat bagi saya. memiliki harga yang terjangkau. Memiliki harga yang terjangkau oleh semua kalangan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh [17] menjelaskan menetapkan harga bisa mendukung startegi pemasaran mengarah pada permintaan primer bila perusahaan mempercayai bahwa harga yang lebih murah bisa menaikkan jumlah minat beli atau pembelian ualang dalam kategori produk tertentu. Hal ini bertujuan pada tahap awal siklus produk, dimana tujuan pentingnya yaitu untuk menarik para konsumen baru. Harga lebih murah bisa saja mengurangi kekhawatiran komen kurang baik atau bisa juga menaikkan produk baru secara relatif dibandingkan dengan produk lain yang telah ada. Maka harga memiliki pengaruh yang sangat releven terhadap minat beli.

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian [10] yang membuktikan bahwa harga memiliki efek yang signifikan pada minat beli konsumeni bunga. Dan di dukung oleh hasil penelitian [11]. Yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga terhadap minat beli dan terdapat pengaruh positif antara kualitas produk terhadap minat beli sepeda motor kawasaki.

Simpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Hasil penelitian ini didukung penelitianoleh [4] yang membuktikan hasil dari penelitian menunjukkan variabel adanya pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk terhadap minat beli di Bebek Dan Ayam Goreng Sambal Ijo “ER,ER” . Serta di dukung oleh penelitian [5] menjelaskan hasil penelitian ini adalah variabel harga dan kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

Hasil penelitian ini didukung penelitianoleh [7] yang menjelaskan hasil dari penelitian ini bahwa WOM (Word Of Mouth) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat beli konsumen grand media bangko. Dan di dukung oleh penelitian [8] menjelaskan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WOM (Word Of Mouth) dan harga secara positif dan signifikan mempengaruhi niat beli pelanggan Indihome di Provinsi DKI Jakarta.

  1. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo.
  2. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel WOM (Word Of Mouth) berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo.
  3. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel harga berpengaruh terhadap minat beli pada Warung Makan Nasi Pecel Nyamleng di Desa Kesambi Sidoarjo.

Hasil penelitian ini didukung penelitianoleh [10] membuktikan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa harga memiliki efek yang signifikan pada konsumen membeli bunga. Dan di dukung oleh peneliti [11]. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga terhadap minat beli dan terdapat pengaruh positif antara kualitas produk terhadap minat beli.

References

  1. Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen pemasaran. Edisi 3. Erlangga.
  2. _____, Philip dan Gary Amstrong. 2009. Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi 8 Jilid 1. Erlangga.
  3. Fakhru, M., & Yasin, H. (2014). Pengaruh Promosi dan Harga terhadap Minat Beli
  4. Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim Medan. Jurnal Manajemen &Bisnis, Vol. 14, 135–143.
  5. Andenigar, Baiq Diah. 2020. Pengaruh Harga, Promosi, Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Makanan Di Rumah Makan Ayam Dan Bebek Goreng Sambal Ijoer,Er. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol.9 No.2. 71-91.
  6. Utami dan Saputra. 2017. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Lokasi Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen (Studi Pada Warung Makan ‘Bebek Gendut’ Semarang). Diponegoro : Journal of Management. Vol. 1 No. 1 112-120.
  7. Karundeng, dkk. 2019. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Home Industri Pia Deisy Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol.1 No.3 112-120
  8. Hartini, Dewi. 2020. Minat Beli Konsumen Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Konsumen Umkm Ikan Lele Di Desa Purwodadi Kecamatan Pagar Merbau. J. Adm. Bisnis Fisipol Unmul, vol. 9, no. 2, 120-125.
  9. Razak, Anawar 2019. Analisis Pengaruh Brand Image, Harga, Kualitas Produk, Dan Daya Tarik Promosi Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Batik Pekalongan (Studi Pada Pasar Grosir Setono Batik Pekalongan). Journal Bisnis, Ekonomi, dan Teknik. 3(1), 7-19.
  10. Apriliani dan Kusumastuti. 2019. Pengaruh Promosi Terhadap Minat Beli Pada Wuling Motors. Jurnal Seminar Nasional UNISMU. Vol.2 No.9. 90-100.
  11. Mulawarman. 2020. Pengaruh Promosi Terhadap Minat Beli Pada Wuling Motors Dengan Kesadaran Merek Sebagai Variabel Mediasi. Prosiding Seminar Nasioanal UNIMUS Vol. 2. 80-100.
  12. Fauzan, Ahmad dan Doni Rohman 2019. Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Sepeda Motor Kawasaki. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen. Vol.9 No.2. 104-113.
  13. Halim, Nico Rifanto dan Donant Alananto Iskandar. 2019. Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Persaingan Terhadap Minat Beli. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis. Vol.4 No.3. 415 – 425.
  14. Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi R&D. Bandung : Alfabeta.
  15. Ghozali, I. 2013. Aplikasi Analisis Analisis Multivariat dengan program IBM SPSS 25. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  16. Gunawan, Robby 2017. Pengaruh kualitas Produk dan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Masa Pandemi COVID-19 Pada Konsumen UMKM Ikan Lele di Desa Purwodadi Kamatan Pagar Merbau. Jurnal Ilmu Dan Riset Pemasaran. Vol.4. No.2. 20-55.
  17. Mardiani dan Wardana. 2018. Pengaruh persepsi Kualitas produk, Citra Merk, dan Promosi Terhadap Minat Beli Konsumen Kedai Rafa Tulungagung Jawa Timur. Jurnal Manajemen. Vol. 4 No. 2 150-155.
  18. Dwinanda dan Rachmawati. 2015. Pengarh Harga, Kualitas Produk, dan Promosi Terhadap Minat Beli Konsumen dalam Membeli Beras Lokal. Jurnal Ilmiah STIE Dharmaputra Semarang. Vol. 1. No 1. 7-19.