Tourism and Hospitality Development Articles
DOI: 10.21070/ijccd.v13i0.842

The Influence of Tourist Attraction, Destination Image and Accessibility on Interest in Visiting Tourist Objects


Pengaruh Faktor Daya Tarik Wisata, Citra Destinasi dan Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Ke Objek Wisata

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Tourist Attraction Destination Image Accessibility Interest in Visiting

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of tourist   attractiveness, destination image and accessibility on the interest in visiting the Bima Snake Island tourism. This research is a descriptive study using quantitative methods. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents. The analysis technique used in this research is multiple linear regression, F test, t test, multiple correlation coefficient (R) test, and multiple determinant coefficient (R²) using the SPSS (Statistical Program For Social Science) version 18.0 for Windows. The results of this study were obtained based on the validity test of a valid questionnaire statement. It shows that the variable of tourist attractiveness affects visiting interest, the variable of destination image influences visiting interest, accessibility influences visiting interest, and variables of tourist attraction, destination image, accessibility simultaneously influence the interest in visiting the tourist interest of the snake island of Bima NTB.

Pendahuluan

Pemasaran adalah sebuah proses kemasyarakatan dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka b utuhkan dan inginkandengan menciptakan, menawarkan dan secara bebasmempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain .

Rekreasi dan hiburan pada dasarnya merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Meskipun rekreasi dan hiburan termasuk kebutuhan sekunder, namun kegiatan ini sangat membantu seseorang untuk melupakan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas harian yang sangat padat membutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga seseorang akan mudah jenuh dan membutuhkan rekreasi dan hiburan untuk dapat menyegarkan kembali jasmani dan rohani. Di Negara berkembang pariwisata menjadi andalan pendapatan suatu Negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Setiap Negara memiliki identitas sendiri akan pariwisata yang ditawarkan sesuai dengan keadaan geografis alam, geografis ekonomi, dan budaya. Pariwisata merupakan berbagai macam kegiatan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah . Dalam sistem kepariwisataan terdapat empat indikator tujuan wisata yang saling mendukung pertama attraction, amenitis, acces, dan ancillary services.

Daya tarik wisata merupakan fokus utama penggerak pariwisata disebuah destinasi. Daya tarik wisata sebagai penggerak utama yang memotivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat . Daya tarik tempat tujuan tempat wisata merupakan motivasi utama bagi pengunjung untuk melakukan kunjungan wiasata .

Citra destinasi merupakan gambaran, pikiran,kepercayaan, perasaan dan persepsi terhadap suatu destinasi . Citra destinasi dicirikan dengan perssepsi subyektif yang terdiri dari tingkat aspek kognitif, dan aspek efektif . Apabila wisatawan merasakan citra destinasi yang positif maka akan berpotensi wisatawan melakukan kunjungan kembali. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dapat membuat perasaan lebih tenang dan mengunjungi tempat wisata adalah salah satu cara untuk melakukan refreshing ditengah kebanyakan kesibukan dalam urusan pribadi.

Perkembangan zaman saat ini, pesatnya arus informasi, perkembangan teknologi pengenatahuan dan seni menyebabkan orang tergerak untuk melakukan perjalanan wisata keluar daerah bahkan keluar batas negaranya . Sarana dan prasarana yang menyebabkan wisatawan dapat mengunjungi obyek/daya tarik wisata .

Minat berkunjung pada dasarnya adalah dorongan dari dalam diri konsumen berupa keinginan untuk mengunjungi suatu tempat atau wilayah yang menarik perhatian seseorang tersebut. Kaitannya dengan pariwisata teori minat berkunjung diambil dari teori minat beli terhadap suatu produk, sehingga dalam beberapa kategori minat beli diaplikasikan dalam minat berkunjung. minat berkunjung diibaratkan sama dengan minat beli. minat berperilaku adalah suatu kecenderungan potensial untuk mengadakan reaksi ( sikap mendahului prilaku) .

Provinsi NTB memiliki banyak potensi daya tarik pada bidang pariwisata. Provinsi NTB ialah sebuah provinsi di Indonesia yang berada pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Privinsi ini memiliki dua kota yaitu kota Mataram dan kota Bima serta memiliki 10 kabupaten. Dan provinsi NTB memiliki dua pulau terbesar yaitu pulau Lombok yang ada dibagian barat dengan garis pantai yang cukup lurus, garis pusat ke bagian timur berupa pegunungan dan bentuk dataran rendah pesisisr timur, kemudian pulau Sumbawa yang ada dibagian timur dengan garis pantai yang berlekuk-lekuk akibat banyaknya tanjung dan teluk yang terdapat bukit-bukit serta pegunungan kapur ditengahnya. Provisi NTB memiliki sebagian besar potensi wisata yang memberikan keindahan alam yang alami.

Salah satu yang paling menarik adalah destinasi Pulau Ular Bima yang berada di desa Pai kecematan Wera Kabupaten Bima. Pulau ular Ini adalah salah satu pulau yang unik/menarik untuk dikunjungi karena pulau ini adalah salah satu pulau yang diakui dunia dari 8 (delapan) pulau yang menjadi habitat ular terbesar. Pulau ular juga merupakan salah satu tempat favorit masyarakat Bima untuk berwisata, hal menarik dari pulau ular sebenarnya adalah bukan hanya banyaknya ular yang mendiami pulau ini akan tetapi lebih karena ular di pulau ini berbeda dengan ular-ular biasa lainnya, ular di pulau ini mencari makanan didalam laut dan beristirahat diatas celah bebatuan atau bergelantungan pada tebing terjal, kemaudian dilihat dari ciri-ciri fisiknya ular tersebut bentuk ekornya pipih seperti ekor ikan warnanya putih silver dan hitam mengkilat sehingga menambah daya tarik pulauini untuk dikunjungi.

Metode Penelitian

1. Pendekatan penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode ini disebutu sebagai metode positivistik berlandaskan pada filsafat positivisme, metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic.

2. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memilih Wisata Pulau Ular sebagai objek penelitian yan ada di Desa Wera Kabupaten Bima (NTB).

3. Populasi dan Sampel

a. Populasi

Adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya . Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke Wisatawan Pulau Ular.

b. Sampel

Adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut . Teknik pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan non probability yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis sampling purposive Sugiyono, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Peneliti meyakni bahwa tingkat kepercayaan sebesar 95%, maka kesalahan dengan sampel 5% (α=5%) serta batas error sebesar 10% dari besarnya sampe minimum.

Berdasarkan teori (Hair, et al, 2010)menjelaskan bahwa ukuran sampel yang sesuai berkisaran antara 100-200 responden. Maka dari Jumlah perhitungan diatas jika dibulatkan adalah 100 responden.

4. Jenis Sumber Data

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif , karena menggunakan data kuantitatif berupa angka-angka dan analisis menggunakan statisti agar bisa mengetahui atau menguji hipotesis. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan ananlisis deskriptip digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dari kuesioner yang telah disebar kepada para responden. Adapun sumber data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder . Yaitu data primer yang berasal dari data responden mengeni pengaruh daya tarik wisata, citra destinasi dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung ke objek wisata pulau ular bima Nusa Tenggara Barat dan data sekunder yang berasal dari Statistik Dinas Pariwisata Kabupaten Bima beupa jumlah pengunjung wisatawan yang berkunjung.

5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu dengan menyebarkan kuisioner kepada para wisatawan yang sedang mengunjungu wisata Pulau Ular.

6. Pengujian Data

Pengujian“data dilakukan melalu pengujian Asumsi Klasik, dimana model regresi linier yang baik jika memenuhi kriteria

  1. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresii, variabel penggangguatau residual memilikidistribusi normal .
  2. Uji multikinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelaso atau variabel bebas .
  3. Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresiterjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain .
  4. Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasiantara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 sebelumnya .
  5. Uji linearitas bertujuan untuk melihat apakah spesifik model yang digunakan sudah benar atau tidak .

7. Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis“berguna untuk memeriksa atau menguji apakah koefisien regresi yang di dapat signifikan. Ada empat jenis koefisien regresi yang dapat dilakukan yaitu

  1. uji Persial (uji t)
  2. uji Simultan (uji F)”
  3. koefisien korelasi berganda (R)
  4. koefisien determinasi berganda (R2)

8. Kerangka Konseptual

Figure 1.Kerangka Konseptual

9. Hipotesis

  1. Faktor Daya tarik wisata berpengaruh terhadap minat berkunjung pada objek wisata Pulau Ular Bima.
  2. Faktor Citra destinasi berpengaruh terhadap minat berkunjung pada objek wisata Pulau Ular Bima.
  3. Faktor Aksesibilitas berpengaruh terhadap minat berkunjung pada objek wisata Pulau Ular Bima.
  4. Daya tarik wisata, citra destinasi, dan aksesibilitas berpengaruh secara simultan terhadap minat berkunjung pada objek wisata Pulau Ular Bima.

Hasil dan Pembahasan

Analisis Data

Figure 2.Analisis Rergresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil tabel diatas dapat dijelaskan persamaan yang diperoleh sebagai berikut:

Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + e

Y = 2,530+ 0,378 X 1 + 0,774 X 2 -0,311 X 3 + e

Berdasarkan hasil perolehan persamaan dapat dijelaskan makna dan arti dari koefisien regresi sebagai berikut:

  1. Konstanta (α) nilainya adalah 2,530 hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya pengaruh variabel bebas yaitu daya taraik wisata, citra destinasi, dan aksesibilitas, maka nilai variabel teikat yaitu minat berkunjung tetap konstan sebesar 2,530
  2. Koefisien regresi daya tarik wisata sebesar 0,378 dan bersifat positif, menunjukkan adanya hubungan searah antara daya tarik wisata dengan minat berkunjung.
  3. Koefisisen citra destinasi sebesar 0,774 dan bersifat positif, menunjukkan adanya hubungan searah dengan minat berkunjung.
  4. Koefisien aksesibilitas sebesar -0,311 besfifat negatif , menunjukkan jika aksesibilitas mengalami kenaikan satu-satuan maka variabel minat bekunjung akan mngalami penurunan.

Pengujian Hipotesis

a. Uji Parsial t

Figure 3.Uji parsialOutput Data SPSS, 18.0

a. Dependent Variabel: Minat Berkunjung

1. Daya Tarik Wisata (X1)

Berdasarkan tabel uji t diperoleh thitung sebesar 2,264. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 2,264 lebih besar dari ttabel 1,66365 dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel daya tarik wisatamempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung.

2. Citra Destinasi

Berdasarkan tabel uji t diperoleh thitung sebesar 8,854. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 8,854 lebih besar dari ttabel 1,66365 dengan demikian H2 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel citra destinasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung.

3. Aksesibilitas

Berdasarkan tabel uji t diperoleh thitung sebesar -2,064. Hal ini menunjukkan bahwa thitung -2,064 lebih besar dari ttabel 1,66365 dengan demikian H3 diterima dan H0 ditolak, artinya variabel aksesibilita mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung.

b. Uji Simultan (Uji F)

Figure 4.Uji SimultanOutput data SPSS, 18.0

a. predictors: (constan), daya tarik wisata, citra destinasi, aksesibilitas

b. dependent variabel: minat berkunjung

Dari tabel diatas menujukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 32.329 hal ini menyatakan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel 2,72. Hal ini diperkuat dengan nilai sig=0,000 yang lebih kecil dari α=0,05, sehingga perhitungan tersebut dinyatakn bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.

c. Koefisisen Korelasi Berganda

Uji ini digunakan untuk menghitung tingkat keeratanhubungan antar variabel bebas dan variabel terikat. Berikut pengujiannya:

Figure 5.Uji koefisisen berganda (R)Output Data SPSS, 18.0

Jangkauan nilai R adalah berkisar antara 0 – 1. Semakin mendekati 1 berarti hubungan antara variable bebas secara bersama-sama dan variable terikat adalah semakin kuat. Dari tabel diatas dapat dilihat tabel uji R, nilsi R sebesar 0,736 dan jumlah mendekati angka 1.

d. Koefisisen Determinan Berganda (R²)

Uji ini digunakan untuk menghitung kemampuan model regresi dalam menjelaskan perubahan variabel terikat akibat variabel bebas. Berikut penguji

Figure 6.Koefisien determinan bergandaOutput Data SPSS, 18.0

Berdasarkan tabel uji R Square dapat dijelaskan bahwa koefisien determinan pada penelitian ini sebesar 0,542 atau 54,2% sehingga daya tarik wisata (X1), citra destinasi (X2) dan aksesibilitas (X3) dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap minat berkunjung (Y). dan sisanya 45,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pembahasan

Berdasarkan hasil dari pengujian yang telah diuraikan diatas dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif variabel daya tarik wisata, citra destinasi, aksesibilitas terhadap minat berkunjung, baik secara simultan maupun secara parsial. Berikut ini merupakan penjelaskan dan jawaban dari hipotesis penelitian dengan menggunakan bantuan software SPSS 18.0

1. Hipotesis pertama : Daya tarik wisata berpengaruh terhadap minat berkunjung

Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa daya tarik wisata berpengaruh terhadap minat berkunjung. Hal ini menunjukkan bahwa objek wisata pulau ular memiliki keindahan yang alami. Selain itu objek wisata tersebut memiliki ciri khas serta daya tarik yang unik dan berbeda dari wisata yang lainnya. Daya tarik adalah fokus utama penggerak wisata disebuah destinasi Daya tarik wisata berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ke wisata. Selain itu Daya tarik wisata juga berpengaruh positif terhadap minat bekunjung ke wisata.

2. Hipotsesi kedua : Citra destinasi berpengaruh terhadap minat berkunjung

Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa citra destinasi berpengaruh terhadap minat berkunjung. Hal ini menunjukkan bahwa objek wisata pulau ular dapat memberikan keindahan serta suatu perasaan dan kesan yang yang positif bagi wisatawan yang berkunjung ke wisata pulau ular.

Citra destinasi merupakan gambaran, pikiran kepercayaan, perasaan dan persepsi terhadap suatu destinasi . Citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung ke wisata . Selain itu citra destinasi juga berpengaruh positif terhadap minat berkunjung wisata.

3. Hipotesis ketiga: Aksesibilitas berpengaruh terhadap minat berkunjung

Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa aksesibilitas berpengaruh terhadap minat berkunjung. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur dan akses menuju objek wisata pulau ular cukup memadai sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Disisi lain lokasi dari objek wisata pulau ular mudah dijangkau oleh transportasi roda dua maupun roda empat. Aksesibilitas adalah salah satu aspek penting yang mendukung pengembangan pariwisata, karena menyangkut pembangunan lintas sektoral . Aksesibilitas berpengaruh signifikan tehadap minat berkunjung ke wisata .

4. Hipotesis keempat : Daya tarik wisata, citra destinasi dan aksesibilitas berpengaruh secara simultan terhadap minat berkunjung

Berdasarkan hasil dari analisis membuktikan bahwa daya tarik wisata, citra destinasi, dan aksesibilitas berpengaruh secara simultan terhadap minat berkunjung ke wisata pulau ular Bima. Hal ini membuktikan bahwa objek wisata pulau ular Bima telah memberikan nilai yang positif terhadap wisatawan yang berkunjung dengan menawarkan keindahan alami serta unik yang berbeda dari objek wisata lainnya. Disisi lain wisatawan yang berkunjung juga disediakan lokasi parkir, tempat ibadah, toilet dan lain-lainnya. Objek wisata pulau ular Bima memiliki keunikan yang dapat dinikmati yang menjadi daya tarik wisatwan untuk berkunjung yaitu banyaknya ular laut yang jinak dan dapat dipegang oleh wisatawan dan tidak berbahaya jika dipegang. Objek wisata pulau ular Bima cukup memadai sehingga memudahkan bagi wisatwan untuk berkunjung meskipun lokasinya sedikit jauh dari kota namun dapat dikunjungi dengan menggunakan transportasi roda dua maupun roda empat namun untuk masuk ke pulau ular harus menggunakan bot/perahu.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa setiap peningkatan nilai variabel daya tarik wisata, citra destinasi, dan aksesibilitas secara bersama-sama akan meningkatkan minat berkunjung.

Simpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian analisis serta pembahsan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka peneliti dapat disimpulakan beberapa hal berikut:

a. Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa daya tarik wisata (X1) berpengaruh terhadap minat berkunjung ke pulau ular Bima. Hal ini memiliki arti bahwa semakin baik daya tarik yang diberikan oleh objek wisata pulau ular Bima maka akan semakin meningkat minat berkunjung wisatawan dan akan bernilai positif bagi peningkatan minat wisatawan yang berkunjung.

Hasil penelitian ini di dukung oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa daya tarik wiasata berpengaruh terhadap minat berkunjung. Sama halnya dengan juga menyatakan bahwa daya tarik berpengaruh terhadap minat wisatawan.

b. Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa citra destinasi (X2) berpengaruh terhadap minat berkunjung ke wisata pulau ular Bima. Hal ini memiliki arti bahwa citra destinasi yang ada di pulau ular cukup memberikan kesan yang positif terhadap wisatawan yang berkunjung dengan adanya keindahan pemandangan alami yang disuguhkan oleh wisata pulau ular Bima.

Hasil penelitian ini di dukung oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa E-WOM, citra destinasi dan daya tarik berpengaruh signifikan positif terhadap minat berkunjung wisatawan.

c. Berdasarkan hasil pengujian membuktikan bahwa aksesibilitas (X3) berpengaruh terhadap minat berkunjung ke wisata plau ular Bima. Hal ini membuktikan bahwa jika semakin baik akseibilitas yang diberikan oleh objek wisata pulau ular Bima maka akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.

Hasil penelitian ini di dukung oleh hasil penelitian dari yang membuktikan bahwa aksesibilitas berpengaruh terhadap minat berkunjung wisatawan, dengan demikian semakin baik aksesibilitas, kemudahan dalam mengakses informasi, keamanan yang terjamin maka akan meningkatkan jumlah wisatawan.

d. Berdasarkan hasil dari pengujian membuktikan bahwa daya tarik wisata (X1), citra destinasi (X2), dan aksesibilitas (X3) berpengaruh secara simultan terhadap minat berkunjung ke wisat pualu ular Bima. Hal ini menunjukkan bawa daya tarik wisata, citra destinasi, dan aksesibilitas yang sudah diterapkan oleh pengelola objek wisata pulau ular Bima sudah berjalan dengan baik sehingga memberikan dampak yang positif bagi manajemen wisata pulau ular Bima karena banyaknya minat yang berkunjung.

References

  1. PhilipK Dan K Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Erlangga Jakarta
  2. Stephany Q.W. Lapian dkk (2015) Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan Mengunjungi Obyek Wisata Pantai Firdaus Di Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal EMBA. Vol .3 No 03 Sept 2015, Hal 1079-1088
  3. Kurniawan Gilang Widagdyo 2017. Pemasaran, Daya Tarik Ekowisata Dan Minat Berkunjung Wisatawan. Fakultas Ekonomi Univeristas Sahid Jakarta. Jurnal Bisnis Dan Manajemen Volume 7 (2), Oktober 2017. P-Issn:2087-2038; E-Issn:2461-1182 Halaman 261-276
  4. Yunus, M, S, dkk (2019). Pengaruh Strategi Promosi, Daya Tarik Wisata, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Berkunjung Yang Berdampak Kepada Kepuasan Wisata Di Kota Pangkalpinang. Jurnal Ekonomi An Manajemen STIE Pertiba Pangkalpinang. ISSN:244-2164 dan E-ISSN 2621-2358.
  5. Taufik H, T, N dkk (2017). Pengaruh Aksesibilitas dan Citra Destinasi Terhadap Niat Berkunjung Kembali ke Telaga Tambing. Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Tadulako, Vol 3, No (2), 201–212.
  6. Ahmad Ab. (2018). Citra Destinasi Dan Pengaruhnya Terhadap Intensi Untuk Berkunjung Kembali Di Sulawesi Selatan Sebagai Destinasi Pariwisata 2014. Jurnal Sosiohumaniora, Volume 20 no (3), 207..
  7. Halimah M, H, Dan H Sahla, 2017. Pengaruh Daya Tarik Dan Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Ke Air Terjun Ponot Di Desa Tangga Kecamata Aek Songosan Kabupaten Asahan. Ekuilibrium: Jurnal Bidang Ekonomi Vol.12, No 2
  8. Sugiyono 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alphabet Bandung.
  9. I. Ghozali, aplikasi analisis multivariate dengan IBM spss. 25, semarang: UNDIP, 2018. .
  10. Dania A, Dkk (2020). Pengaruh City Branding, Motivasi Wisata, E-WOM, Citra Destinasi Dan Daya Tarik Terhadap Minat Bekunjung Wisatawan Di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmu Manajemen Indonesia, Volume1 No (4)
  11. Poppy S. M. N Dan Altje T (2016). Pelayanan Keamanan Dan Daya Tarik Mempengaruhi Minat Wisata Yang Berkunjung