Community Education Development Articles
DOI: 10.21070/ijccd.v13i0.836

KOMPAKS Community Communication Network in Cat Care


Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Perawatan Kucing

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Communication Network Cat Opinion Leader

Abstract

The study aims to describe the KOMPAKS community communication network in cat care. The method used in this study is quantitative descriptive with communication network analysis techniques. The population of this study is the KOMPAKS Community. Snowball Sampling technique for sampling while data retrieval using questionnaires and interviews is not structured. Data analysis techniques use communication network techniques with the help of the UCINET 6 application. The result of this study is, the first pattern of communication network structure formed in the Kompaks community is the structure of the Roda communication network. Both roles of communication network structure in the KOMPAKS Community found roles, neglected. Third, in this study, there are no clicks because the terms and conditions on the click do not have a KOMPAKS Community communication network in cat care. The four leaders of the opinion that there are 6 people in the network have an important role in influencing and increasing the participation of community members in cat care. Fifth in this study there are 4 types of innovation adopters in research, namely, innovator, early adopter, early majority, late majority.

Pendahuluan

Penelitian ini berkaitan dengan pola jaringan komunikasi komunitas KOMPAKS dalam perawatan kucing. Penelitian mendeskripsikan tentang bagaimana anggota komunitas KOMPAKS mendapat informasi mengenai perawatan kucing, apakah mereka mendapat informasi tersebut secara sistematis, siapa pemberi informasi, apakah anggota komunitas menerapkan informasi yang mereka dapatkan. Dan apakah ada perubahan setelah mendapatkan informasi yang terkait perawatan kucing.

Kucing atau yang disebut dalam bahasa latin yaitu Felis SilvestrisCatus merupakan hewan mamalia yang berasal dari keluarga Felidae. Kucing merupakan hewan karnivora, biasanya istilah “Kucing” ini tertuju kepada kucing yang sudah “Jinak”, tetapi istilah ini juga bisa tertuju kepada “Kucing Besar” seperti singa, harimau, leopard, dan sejenisnya. Untuk perawatan kucing sendiri ada banyak cara yang dilakukan seperti memberikan makan, vitamin, memandikan kucing, dan juga tergantung jenis kucingnya karena semakin berbeda jenis kucing yang dipelihara maka perawatan yang dilakukan juga berbeda. Seperti pernyataan dari pemilik kucing bernama Bintang. “Kucing saya yang jenis Bengal setiap pagi wajib dijemur, karena butuh ultraviolet agar gliter yang ada di bulunya bisa keluar maksimal”. Jadi bisa disimpulkan bahwa setiap jenis kucing memiliki perawatan yang berbeda – beda tergantung dari jenis kucing yang dipelihara.

Di Provinsi Jawa Timur tepatnya di Sidoarjo terdapat sebuah komunitas dimana komunitas tersebut berisikan orang – orang yang memiliki hoby yang sama yaitu pecinta kucing, nama komunitas tersebut KOMPAKS (Komunitas Pecinta Kucing Sidoarjo). Komunitas ini berdiri sejak 27 September 2014. Komunitas KOMPAKS ini merupakan “Fun Community” dimana komunitas ini digunakan sebagai tempat untuk saling sharing informasi terkait kucing.

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas KOMPAKS yaitu Gathering, Street Feeding, Cat Show. KOMPAKS mengadakan kegiatan tersebut bukan karena formalitas saja namun agar terjalin sebuah hubungan yang baik antara pengurus komunitas dengan anggota. Dengan begitu komunikasi yang dilakukan akan sangat efisien. Pada tanggal 21 Februari 2021 Komunitas KOMPAKS mengadakan event yang bertema Colorful Cat Show Season 3 di Lippo Mall Sidoarjo.

Di dalam forum facebook Komunitas Kompaks banyak sekali informasi – informasi yang bisa didapatkan, dimulai dari informasi seputar perawatan kucing maupun informasi seputar “Kucing Sakit”. Apabila ada yang memposting dan bertanya bagaimana cara untuk menyembuhkan kucing yang sedang sakit akan ada banyak komentar yang dimana mereka para anggota saling membantu menyarankan obat ataupun tempat berobat untuk si kucing. Hal ini bisa dipastikan bahwa dengan terjadinya hal tersebut dapat membentuk sebuah jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi ini sendiri terbentuk karena interaksi yang dilakukan secara terus menerus oleh anggota komunitas baik secara formal maupun informal.

Dari fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap anggota komunitas bisa saling memberikan informasi dan berbagi pengalaman dalam merawat kucing. Ada banyak manfaat dan keuntungan saat menjadi bagian dari KOMPAKS yaitu, 1) mendapatkan teman baru sesama pecinta kucing. 2) bisa mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas setiap minggunya, 3) apapun pertanyaan yang ditanyakan di dalam forum, seluruh anggota komunitas akan menjawab hal tersebut. Hal ini menunjukkan adanya alur informasi di antara anggota atau yang biasa disebut dengan jaringan komunikasi.

[1] Jaringan komunikasi adalah pola interaksi yang terjadi berulang kali pada setiap organisasi masyarakat yang memiliki relasi dan dalam bentuk relasi yang berbeda ataupun sama. Tentunya ada peran individu yang dianggap penting sebagai sosok yang mampu mempengaruhi anggota kelompok masyarakat lainya. Peranan seorang individu dalam jaringan komunikasi yaitu opinion leader, klik, liasion, bridge, isolate, neglected. Struktur jaringan komunikasi yang terbentuk didalamnya.

[2] Jaringan komunikasi adalah pola-pola interaksi yang terjadi berulang kali diantara anggota-anggota organisasi. dapat diartikan bahwa jaringan komunikasi menunjukkan adanya interaksi yang teratur antar anggota dan peran berbeda yang harus dilakukan berulang-ulang.

[3] Semua aktifitas sosial pada hakekatnya merupakan suatu sistem. Dengan demikian kegiatan-kegiatan sosial pada umumnya terdiri dari berbagai macam komponen yang terangkai dalam suatu rangkaian fungsi-fungsi tertentudan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan.

[4] Sistem adalah seperangkat elemen-elemen yang saling berhubungan satu sama lain dan merupakan satu kesatuan. Agar suatu sistem tetap eksis terdiri dari empat hal yaitu pertama adalah obyek yang merupakan bagian, elemen atau variabel dalam suatu sistem dapat berbentuk fisik atau abstak, kedua adalah atribut yang merupakan kualitas dari obyek suatu sistem, ketiga adalah internal relations yang merupakan adanya saling hubungan diantara bagian-bagian sistem, dan yang terakhir adalah lingkungan dimana suatu sistem dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

[5] Jaringan komunikasi adalah, suatu rangkaian hubungan arus komunikasi diantara individu-individu dalam suatu sistem sosial sebagai akibat terjadinya pertukaran informasi diantara individu tersebut, sehingga membentuk pola-pola atau model tertentu.

[6] Jaringan komunikasi merupakan hasil dari interaksi yang dilakukan secara teratur dari anggota komunitas baik secara formal maupun informal. Pola hubungan yang menyangkut struktur dalam komunitas dan pencapaian tujuan disebut dengan jaringan komunikasi formal, sedangkan pola hubungan yang menyangkut kepenting personal disebut dengan jaringan komunikasi informal.

[7] Ada lima struktur jaringan komunikasi kelompok, yaitu :

a. Struktur Lingkaran

Stuktur lingkaran tidak memiliki pemimpin. Semua anggota posisinya sama. Mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok.

b. Struktur Roda

Struktur roda memiliki pemimpin yang jelas yaitu posisinya berada di pusat. Pemimpin merupakan satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota.

c. Struktur Y

Struktur Y realtif kurang tersentralisasi dibanding dengan struktur roda tetapi lebih tersentralisasi dibandingkan dengan pola lainnya. pada struktur Y juga terdapat pemimpin yang jeals tetapi semua anggota lainnya berperan sebagai pemimpin kedua. Pada jaringan ini, seperti pada jaringan rantai, sejumlah saluran terbuka dibatasi, dan komunikasi bersifat disentralisasi atau dipusatkan.

d. Struktur Rantai

Struktur rantai sama dengan struktur lingkaran hanya saja anggota yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang saja. Orang yang berada di posisi tengah lebih berperan sebagai pemimpin dari pada mereka yang berada di posisi lain.

e. Struktur Semua Saluran/Bintang

Hampir sama dengan struktur lingkaran dalam arti semua anggota adalah sama dan semuanya juga memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya.

Figure 1.Pola jaringan komunikasi formal (Hardjana, 2016)

[8] Sistem adalah kumpulan dari elemenelemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul ada dan terjadi.

[9] Langkah - langkah berikut ini merupakan prasayarat yang dibutuhkan untuk menjelaskan suatu konsep informasi : Membekaskan pola pada bahan atau alat tertentu yang dapat disadari oleh orang lain. Kemungkinan memiliki sekurang-kurangnya dua hal yang dapat dipilih.. Informasi yang telah diciptakan oleh pihak pencipta, disadari oleh pihak lain. Tindakan ini terjadi bila seseorang merasakan atau menyadari perubahan-perubahan yang terjadi pada bahan atau alat, pola yang dibekaskan. Lebih sederhananya, menyadari informasi yang tercipta. Penerapan konsep itu, akan mengurangi keragu-raguan dalam situasi tertentu.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis jaringan komunikasi. Dibantu aplikasi ucinet6. Analisis jaringan komunikasi adalah suatu analisis yang meggunakan pendekatan dari penelitian yang mempelajari tingkah laku manusia, dimana data hubungan mengenai arus komunikasi dianalisis dengan menggunakan beberapa tipe hubungan interpersonal sebagai unit analisis. Metode analisis jaringan komunikasi dalam penelitian ini digunakan untuk berusaha mendeskripsikan pola jaringan komunikasi pada suatu sistem, yaitu struktur jaringan komunikasi yang terbentuk akibat masuknya informasi ke dalam suatu sistem, dalam hal ini informasi tentang perawatan kucing yang disebarkan oleh semua anggota dalam jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS. Dalam penelitian ini menggambarkan secara detail bagaimana jaringan komunikasi yang terbentuk dan strukur jaringan yang terjadi pada Komunitas KOMPAKS dalam perawatan kucing. Menurut hasil observasi ditemukan adanya para anggota komunitas yang belum seberapa mengerti terkait perawatan kucing meskipun para anggota komunitas yang lain sudah melakukan pemberian informasi dan edukasi melalui media sosial yaitu facebook dan whatsapp, maupun lewat diskusi bersama. Populasi dalam penelitian ini yaitu anggota komunitas kompaks sebanyak 516. Sedangkan penarikan sample menggunakan teknik snowball sampling (bola salju), dimulai dari penarikan aktor kecil hingga terus menerus sampai menghasilkan jumlah sample yang mencukupi. [10] Peneliti bisa menghentikan penarikan sample ketika mencapai titik informasi yang berulang-ulang dan sudah mencapai titik jenuh. Dalam penelitian ini, sample yang didapatkan sebanyak 25 orang. Bisa dikatakan bahwa responden tersebut merupakan sample yang digunakan untuk mempresentasikan hubungan komunikasi antar individu dalam lingkup antar responden dengan ketua komunitas sebagai pemuka pendapat utama dan para anggota komunitas sebagai key informan lainya. Maka dari itu jumlah responden yang berjumlah 25 menunjukkan responden terpilih sering melakukan interaksi dalam Perawatan Kucing yang dilakukan oleh Komunitas KOMPAKS. Setiap responden pada penelitian ini diberi kode angka dari nomer 1-25. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa angket atau kuisioner yang berisikan pertanyaan sosiometri dan wawancara tidak terstuktur. Setiap responden boleh memilih 1-3 reponden lain yang paling sering melakukan komunikasi tentang pencegahan covid-19 denganya. Setelah itu data dianalisis dengan menggunakan sosiometri dan sosiogram dan dibantu software Ucinet 6. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan variable-variable pendukung pola jaringan komunikasi. Data kuantitatif disini berupa data relasional yang diambil dari sumber nama-nama yang terlibat dalam perawatan kucing dan yang telah dipiih oleh informan dalam kuisioner. Selanjutnya nama-nama tadi diinput kedalam microsoft excel terlebih dahulu, setalah itu nama-nama tadi dimasukkan di program pengelolaan data analisis jaringan sosial atau UCINET 6. Program yang dikembangkan oleh Borgatti dan rekan-rekanya untuk ilmu sosial. Sedangkan data kualitatif dalam penelitian ini diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data tersebut bukan hanya berupa isi pesan yang diteruskan atau disampaikan dari satu aktor kepada aktor lainya dalam jaringan. Data yang didapat dalam wawancara ini baik secara struktur maupun tidak terstruktur akan dibuat untuk membahas secara lebih detail mengenai bagaimana sebuah hubungan terbentuk antar anggota komunitas KOMPAKS dalam perawatan kucing.

Hasil Dan Pembahasan

Distribusi pilihan pasangan hubungan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam perawatan kucing

Pemilihan motif atas jawaban responden.dikelompokkan sesuai dengan sifat dari hubungan yang terbentuk, antara lain :

  1. Hubungan Antarpersonal, adalah antar individu yang saling berhubungan, mempunyai kedekatan emosional antar satu sama lain, menyampaikan apa yang terjadi dalam lingkungan pribadi mereka melalui penyikapan diri, bersikap tulus satu sama lain dengan menunjukkan sikap secara verbal maupun nonverbal, menyampaikan pemahaman yang positif, hangat kepada satu sama lain dengan memberikan respon – respon yang relevan dan penuh pengertian.
  2. Hubungan Posisional, adalah hubungan yang ditentukan oleh struktur otoritas dan tugas – tugas fungsional anggota organisasi, seperti hubungan antara atasan dan bawahan atau sebaliknya (secara langsung) serta hubungan antar anggota dalam satu divisi atau bagian yang sama.

Adapun saluran – saluran maupun prosedur dalam kegiatan komunikasi dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Saluran resmi (Formal), adalah bila pesan mengalir melalui saluran-saluran komunikasi formal yang telah dibuat dan ditetapkan oleh organisasi. Pada tingkatan anggota komunitas dengan pengurus komunitas untuk saling berkomunikasi atau menginformasikan terkait perawatan kucing yang ada di Komunitas KOMPAKS.
  2. Prosedur komunikasi, didalam prosedur komunikasi dapat terlihat seperti apa responden dalam menyampaikan pesan, yaitu dengan menyangkut media komunikasi yang digunakan dalam menyelesaikan tugasnya. Apakah dengan media komunikasi yang telah ditetapkan oleh oerganisasi (media formal) atau menggunakan media lain diluar ketetapan yang dibuat organisasi (media informal). Sehubungan tidak adanya peraturan organisasi mengenai media komunikasi yang harus digunakan penyampaian pesan oleh Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing. Maka setiap komunikasi yang dilakukan oleh komunitas digolongkan sebagai prosedur informal. Hasil data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, kegiatan komunikasi komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing dilakukan secara lisan, grub WA (Whatsapp) maupun Facebook melalui komunikasi kelompok dan komunikasi antarpersonal yang berlangsung tidak terlalu formal (seperti ngobrol seperti biasa).

Responden penelitian ini adalah sejumlah 25 responden namun pada pemilihan pasangan hubungan komunikasi menunjukkan bahwa terdapat 1 responden yang tidak melakukan hubungan komunikasi dengan responden lainnya. Sedangkan yang aktif dalam pemilihan pasangan hubungan komunikainya terdapat 24 responden.

Berikut adalah gambaran sosiogram jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Perawatan Kucing.

Figure 2.Sosiogram (Kuisioner dan Wawancara)

Berdasarkan hasil gambar sosiogram diatas, menunjukkan bahwa dalam bentuk struktur jaringan komunikasi roda, anggota disini bersifat fleksibel karena dapat mengirim dan menerima informasi terkait perawatan kucing tetapi bukan ke sesama anggota melainkan kepada pemimpin. Walaupun bentuk jaringan yang digambarkan membentuk jaringan roda, akan tetapi gambar sosiogram akan mengindentifikasikan berbagai peran struktur komunikasi yang ada. Identifikasi peran jaringan komunikasi dalam penelitian ini akan dijelaskan pada sub bab tentang struktur komunikasi.

Melihat hasil gambar yang terbentuk di sosiogram yang membentuk jaringan komunikasi roda. Peneliti tidak mengelompokkan anggota – anggota jaringan komunikasi ke dalam klik, dikarenakan tidak ada klik di dalam sosiogram dan kebanyakan neglected atau pasangan hubungan komunikasi yang tidak memilih responden lainnya untuk dijadikan pasangan hubungan komunikasi.

Kepemukaan Pendapat

Pemuka pendapat atau biasanya juga disebut sebagai opinion leader merupakan individu yang dipilih oeleh individu lain dalam jaringan komunikasi melebihi jumlah rata-rata pilihan yang diterima individu-individu lainya dalam struktur jaringan tersebut.Berikut merupakan gambaran dan penjelasan masing-masing individu yang menjadi pemuka pendapat dan bukan pemuka pendapat.

Pemuka Pendapat Anggota Nomer Responden Posisi Presentase
Pemuka Pendapat 6 123456 Ketua KomunitasDinas PeternakanHumasHumasPenasehatAnggota 24 %
Bukan Pemuka Pendapat 19 76 %
Jumlah 25 100%
Table 1.Kepemukaan PendapatSosiogram Jaringan Komunikasi

Perhitungan yang dilakukan pada jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing dengan responden yang berjumlah 25 orang, menunjukkan bahwa hasil rata – rata hubungan yang diterima oleh individu anggota jaringan ada 3 pemilih, menurut hitungan tersebut, bisa diketahui bahwa menjadi pemuka pendapat adalah individu yang dipilih oleh 3 orang atau lebih. Individu yang menjadi pemuka pendapat adalah individu dengan nomor responden 1,5,3,2,4, dan 6. Individu tersebut terdiri dari nomor responden 1 yaitu Ketua KOMPAKS yang dipilih sebanyak 16 orang, nomor responden 5 yaitu anggota dipilih sebanyak 10 orang, nomor responden 3 yaitu anggota dipilih sebanyak 9 orang, nomor responden 2 dan 4 yaitu anggota yang dipilih dengan jumlah yang sama yaitu 8, dan yang terakhir nomor responden 6 yaitu anggota dipilih sebanyak 5 orang.

Berdasarkan sosiogram jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing menunjukkan bahwa responden nomor 1 merupakan responden yang dipilih sebanyak 16 orang dan merupakan hasil yang paling besar dibandingkan dengan pemuka pendapat yang lain. Hal ini dikarenakan responden nomor 1 memiliki kontribusi atau peranan penting sebagai Ketua Komunitas KOMPAKS, dimana informasi mengenai komunitas dan perawatan kucing terpusat pada Ketua Komunitas sebelum disalurkan atau disebarkan kepada anggota – anggota Komunitas.

Pilihan Pasangan Hubungan Komunikasi

Berdasarkan hasil sosiogram diatas, didapatkan pasangan hubungan komunikasi seperti tabel dibawah ini

Memilih Jumlah Presentase Dipilih Jumlah Presentase
0 1 4% 0 19 76%
1 - - 5 1 4%
2 - - 8 2 8%
3 24 96% 9 1 4%
4 - - 10 1 4%
5 - - 16 1 4%
Jumlah 40 100% Jumlah 40 100%
Table 2.Pilihan Pasangan Hubungan KomunikasiSosiogram Jaringan Komunikasi

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui responden yang tidak memilih pasangan komunikasinya 0 orang atau 4% sebagai pasangan komunikasinya, sementara responden yang memilih 3 orang sebagai pasangan hubungan komunikasinya sebanyak 24 orang atau 96%. Sedangkan responden yang tidak dipilih oleh responden lain sebagai pasangan hubungan komunikasinya terdapat 19 orang atau 76%. Responden yang dipilih 5 orang berjumlah 1 responden dengan presentase 4%, dipilih 8 orang sebanyak 2 responden atau 8%, dipilih 9, 10, dan 15 orang terdapat jumlah yang sama yaitu 1 responden dengan presentase 4%.

Motif Pemilihan Pasangan Hubungan Komunikasi

Penyelesaian tugas pada setiap individu dalam menjalankan fungsionalnya, tidak terlepas dari peran serta individu yang lain, dalam pemilihan pasangan hubungan komunikasinya. Ditemukan beberapa hal yang melatarbelakangi atau yang menjadi motif dalam pemilihan pasangan hubungan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginfomasikan perawatan kucing. Antara lain yaitu disebabkan oleh yang pertama, adanya hubungan antarpersonal, dan kedua disebabkan hubungan bermotif ganda yaitu hubungan posisional dan antarpersonal. Adapun jumlah motif pemilihan pasangan hubungan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam perawatan kucing.

No Motif Hubungan Pasangan Komunikasi Jumlah Presentase
1 Posisional - - -
2 Antarpersonal (2-3),(3-5),(3-4),(4-5),(4-2),(5-4),(6-4),(6-5), (8-1),(8-5),(8-4),(9-1),(9-3),(10-1),(10-2),(10-3),(11-1),(11-2),(11-6),(12-1),(12-2),(12-3),(13-5),(13-4),(14-4),(14-2),(14-3),(15-1),(15-6),(15-5),(16-2),(16-6),(16-5),(17-1),(18-1),(19-1),(19-3),(20-2),(21-3),(21-4),(21-5),(22-1),(22-2),(23-4),(23-6),(23-5),(24-1),(25-3),(25-5) 49 86%
3 Posisional + Antarpersonal (1-4),(1-3),(1-6),(2-1),(3-1),(4-1),(5-1),(6-1) 8 14%
Jumlah 57 57 100%
Table 3.Motif HubunganSosiogram Jaringan Komunikasi

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pasangan hubungan komunikasi dengan motif hubungan antarpersonal terdapat 49 atau 86% pasangan hubungan komunikasi yang terdiri dari 8 orang responden yang saling memilih yakni pasangan responden nomor (1-4), (4-1), (1-3), (3-1), (1-6), (6-1), (4-5), (5-4), sedangkan 49 pasangan hanya memilih tetapi tidak dipilih oleh pasangan komunikasinya. Pada hubungan dengan motif ganda (Posisional + Antarpersonal), terdapat 8 pasangan hubungan komunikasi atau 14% yaitu, (1-4),(1-3),(1-6),(2-1),(3-1),(4-1),(5-1),(6-1). Ada alas an tersendiri dari 8 pasangan responden ini menggunakan motif ganda, dikarenakan mereka memiliki tujuan dalam penyelesaian tugas dan memiliki hubungan emosional antara kedua belah pihak, contohnya adanya kedekatan pribadi atau biasa disebut teman dekat.

Pola Hubungan Komunikasi Yang terbentuk di Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Perawatan Kucing

Informasi mengenai Komunitas KOMPAKS, didapatkan dari pendiri sekaligus ketua dari KOMPAKS tersebut yaitu Beni sebagai key informan dalam penelitian ini. Berdasarkan informasi yang didapatkan terkait dengan siapa Ketua KOMPAKS membicarakan terkait perawatan kucing, didapatkan beberapa nama yang dianjurkan sebagai responden, yang pada akhirnya ditemukan sebanyak 25 responden untuk diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Jaringan Komunikasi yang terjadi pada Komunitas KOMPAKS menunjukkan pola interaksi yang terbentuk antar individu dalam suatu sistem. Melalui analisis jaringan komunikasi akan memudahkan untuk menemui struktur komunikasi yang terbentuk dan mengidentifikasi struktur komunikasi yang terbentuk oleh Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing. Menurut gambar sosiogram tersebut, terlihat bahwa struktur jaringan yang terbentuk bersifar Roda. Struktur jaringan roda berarti memiliki pemimpin yang jelas yaitu posisinya berada di pusat. Pemimpin merupakan satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Masyarakat tidak mengandalkan satu individu saja untuk menyampaikan informasi dan mempengaruhi anggota lainya, disini semua individu berperan aktif untuk menyampaikan informasi. Komunikasi roda ini juga bisa diartikan setiap individu dapat menerima pesan dari individu lainnya dan juga bisa mengirim pesan langsung kepada pemimpin.

Jaringan Komunikasi Personal

Jaringan Komunikasi Personal adalah keterhubungan individu dalam jaringan komunikasi yang tersambung oleh arus komunikasi terpola, yang hubungannya terjalin mengalir dengan baik pada dirinya maupun pasangan komunikasinya. Dibawah ini tabel data yang diperoleh dari rata – rata jumlah hubungan komunikasi personal yang didukung oleh sosiometri dan sosiogram.

Jaringan Komunikasi Personal Anggota Presentase
Luas 6 24%
Sempit 19 76%
Jumlah 25 100%
Table 4.Jaringan Komunikasi PersonalSosiogram

Hasil rata – rata jumlah hubungan personal pada anggota jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing yaitu 4,2 atau dibulatkan menjadi 5. Maka dapat diketahui rata – rata anggota responden yang memiliki 5 hubungan pasangan baik yang mengarah pada dirinya maupun pada individu lain maka bisa disebut anggota jaringan yang mempunyai hubungan personal yang luas. Sedangkan anggota jaringan yang hubungan komunikasinya dibawah 5 orang maka dikatakan hubungan komunikasi personalnya sempit.

Tabel diatas menunjukkan sebanyak 6 orang responden atau 24% yang memiliki komunikasi personal yang luas dengan nomer responden 1,2,3,4,5,6. Posisi responden nomer 1 yaitu Ketua Komunitas, nomer 2 sampai 6 berposisi sama yaitu sebagai Anggota Komunitas. Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang atau 76% mempunyai jaringan komunikasi personal yang sempit, dikarenakan hubungan personalnya dibawah angka 5.

Integritas Jaringan Komunikasi

Integritas adalah derajat dimana anggota – anggota suatu jaringan komunikasi personal berhubungan satu dengan yang lain. Integritas diukur melalui hubungan 2 langkah (tidak langsung) antara individu dengan anggota – anggota suatu jaringan personal yang bersangkutan, dibagi jumlah kemungkinan hubungan tidak langsung. Hasil perhitungan tingkat integrasi jaringan komunikasi dipenelitian ini adalah sebagai berikut :

Jaringan Komunikasi Anggota Hubungan Komunikasi Dua Langkah Indeks
Anggota Jaringan Komunitas KOMPAKS 25 139 0,01007
Table 5.Integritas Jaringan KomunikasiPedoman Wawancara

Tingkat integritas jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginformasikan perawatan kucing dikatakan baik, hal ini karena hasil perhitungan indeks yang dihasilkan yaitu 0,01007 jauh dari 0,5. Hasil ini menunjukkan jaringan komunikasi radial, yaitu arus informasi menyebar. Sifat jaringan komunikasi seperti ini lebih terbuka, sehingga memungkinkan masuknya berbagai informasi baru ke dalam sistem. Meskipun indeks integrasi tergolong rendah informasi baru masuk dan dapat cepat menyebar ke dalam sistem melalui pemuka pendapat

Wilayah Pengaruh

Wilayah pengaruh individu anggota suatu sistem adalah jumlah anggota sistem kepada siapa dia memberi saran bila diminta, atau siapa – siapa yang secara langsung ataupun tidak langsung. Perhitungan dilakukan kepada mereka yang menjadi pemuka pendapat.

Cara yang dilakukan untuk mengetahui wilayah pengaruh individu yaitu dengan meminta responden pertama menganjurkan untuk memilih beberapa individu lain sebagai key informan selanjutnya untuk memberikan informasi akan hal – hal yang berhubungan dengan adopsi penelitian Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Menginformasikan Perawatan Kucing.

Hasil wilayah pengaruh masing – masing pemuka pendapat pada jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Menginformasikan Perawatan Kucing adalah sebagai berikut :

a. Responden 1 presentase wilayah pengaruh = 37,5%

b. Responden 2 presentase wilayah pengaruh = 25%

c. Responden 3 presentase wilayah pengaruh = 33%

d. Responden 4 presentase wilayah pengaruh = 29%

e. Responden 5 presentase wilayah pengaruh = 25%

Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa responden nomer 1 mempunyai wilayah pengaruh yang luas yaitu sebesar 37,5 hal ini dikarenakan responden nomer 1 merupakan ketua dari Komunitas KOMPAKS, maka secara tidak langsung informasi mengenai perawatan kucing, para responden menanyakan hal tersebut kepada ketua komunitas.

Sentralitas

Berdasarkan data struktur komunitas KOMPAKS, maka akan dapat dianalisis menggunakan metode analisis jaringan komunikasi untuk melihat sentralitas aktor berdasarkan level sentralitas tingkatan (degree centrality), sentralitas kedekatan (closeness centrality), sentralitas keperantaraan (betweenness centrality), dan sentralitas eigenvektor (eigenvector centrality).

Untuk yang pertama mencari density, dan ditemukan nilai density dalam jaringan yang terbentuk dalam menginformasikan perawatan kucing komunitas KOMPAKS mempunyai rata – rata hubungan 0,0950 dengan standart deviation 0,2932 yang merupakan tingkat valid. Suatu standart deviation jika lebih kecil dari 0 maka semakin baik, standart deviation menandakan valid atau tidak validnya data yang diproses dalam tool ucinet 6 ini. Kepadatan jaringan tidak lebih dari 50% atau 9,5% yang artinya banyak anggota jaringan yang hanya berhubungan satu arah (hanya memillih). Interaksi dibentuk juga lemah, hanya berpusat dari ketua atau pemuka pendapat lainnya. Dibawah ini merupakan hasil pengukuran menyeluruh dengan menggunakan software UCINET 6.

Figure 3.Pengukuran Menyeluruh (Multiple Measure) Jaringan Komunitas KOMPAKS

1. Sentralitas Tingkatan (Degree Centrality)

Sentralitas tingkatan (degree centrality) menggambarkan seberapa popular aktor dalam jaringan dari tabel diatas terlihar bahwa responden nomer 1 dan 5 mempunyai nilai popularitas (degree) tertinggi. Responden nomer 1 mempunyai pemilih sebanyak 16 orang, sedangkan nomer 5 terdapat 10 orang yang memilihnya.

2. Sentralitas Kedekatan ( Closeness Centrality)

Sentralitas kedekatan (closeness centrality) adalah pengukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa dekat aktor satu dengan aktor lainnya dalam jaringan komunikasi. Kedekatan ini juga diukur menggunakan beberapa langkah jalur (path) seseorang aktor bisa dihubungi atau dihubungi oleh aktor lain dalam suatu jaringan. Responden nomer 1 memiliki kedekatan lebih tinggi dibandingkan aktor lainnya yaitu sebesar 43,636. Responden nomer 1 juga memiliki kedekatan dengan 3 responden dibawahnya.

3. Sentralitas Keperantaraan ( Betweenness Centrality)

Sentralitas keperantaraan (betweenness centrality) menggambarkan posisi aktor sebagai penghubung atau perantara dari hubungan aktor satu dengan aktor yang lain dalam suatu jaringan. Dari gambar diatas terdapat urutan responden 1,4,3,2,5,6, enam aktor ini memiliki keperantaraan yang tinggi, sehingga dapat diartikan mereka saling berinteraksi dan memiliki hubungan. Dari enam tadi terdapat satu orang yang memiliki keperantaraan yang tinggi dari responden lain yaitu responden nomer 1. Adapun responden yang nilai keperantaraannya paling rendah yaitu responden nomer 7 sampai 25, mereka anggota jaringan dimasing – masing aktor utama, mereka berinteraksi dengan beberapa aktor yang merepa pilih yang menghasilkan sebuah link untuk menyatukan beberapa aktor.

4. Sentralitas Eigenvektor (Eigenvector Centrality)

Sentralitas Eigenvector digunakan untuk menggambarkan seberapa penting seseorang yang mempunyai jaringan atau relasi dengan semua aktor dan anggota. Seberapa penting aktor pada jaringan bisa dilihat dengan seberapa banyak jaringan yang dipunyai oleh orang/organisasi yang mempunyai interaksi dengan aktor lain, atau dengan kata lain seberapa popular aktor yang mempunyai jaringan dengan aktor tersebut. Disini penulis menemukan aktor yang memiliki pengaruh pada aktor lain.

Dapat dilihat dari gambar diatas, nomer 1 memiliki nilai eigenvector tertinggi, ini menunjukkan bahwa responden nomer 1 adalah orang yang berpengaruh dalam sebuah jaringan komunikasi dan dia sebagai sumber pertama penelitian ini (key informan) dan relatif dia sebagai penyebar informasi dan dituju sebagai pasangan komunikasi.

Level Aktor Sentralitas
Sentralitas Tingkatan Sentralitas Kedekatan Sentralitas Keperantaraan Sentralitas Eigenvektor
Beni Beni Beni Beni
Table 6.Presetase Struktur Komunikasi

Dari hasil analisis level aktor berdasarkan sentralitas, diketahui bahwa aktor Beni menguasai sentralitas dalam jaringan yang ada di komunitas KOMPAKS. Aktor Beni menempati empat posisi sentralitas (tingkatan, kedekatan, keperantaraan, dan eigenvektor). Melihat peran posisi jabatan ketua di komunitas KOMPAKS membuat aktor Beni harus memiliki kedekatan dan menjadi penghubung antar anggota aktor di jaringan komunikasi kompaks tersebut. Aktor Beni juga dinilai dapat menjalin relasi atau hubungan yang baik dengan aktor-aktor lain sebagai pemimpin dalam organisasi yang diketuainya. Node 1 yaitu Beni Budiyanto memang menguasai keempat sentralitas di atas, aktor ini dikenal sebagai aktor utama yang memiliki peran dominan untuk mewakili aspirasi para pecinta kucing dalam melakukan perawatan kucing.

Pilihan Hubungan Komunikasi

Pilihan hubungan komunikasi adalah sedikit banyaknya pilihan yang ditunjuk oleh individu dalam jaringan komunikasi sebagai pasangan komunikasinya. Peneliti memberikan batasan jumlah maksimal pilihan pasangan komunikasi sebanyak 3 orang. Berikut tabel pilihan hubungan komunikasi.

Pilihan Hubungan Anggota Presentase
Memilih 0 1 4%
Memilih 1 - -
Memilih 2 - -
Memilih 3 24 96%
Jumlah 25 100%
Table 7.Pilihan Hubungan KomunikasiPedoman Wawancara

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa rata – rata responden memilih 3 orang responden untuk dijadikan pasangan komunikasi yaitu 24 orang atau 96% mereka adalah sebagian anggota dan ketua komunitas yang memilih maupun dipilih. Adapun berbagai alasan. 1. Karena responden yang dipilih merupakan anggota lama dari komunitas tersebut, 2. Karena responden yang dipilih merupakan teman sehobi yaitu sesama pecinta kucing, 3. Karena responden yang dipilih merupakan para admin yang ada di komunitas. Yang memilih 0 hubungan komunikasi atau 4% adalah 1 orang yang merupakan anggota komunitas juga.

Frekuensi Hubungan Komunikasi

Informasi tentang perawatan kucing Komunitas KOMPAKS yang diperoleh dari frekuensi komunikasi yang dilakukannya dengan responden lain yang bertindak sebagai sumber informasinya. Adapun tujuan responden berkomunikasi adalah untuk memenuhi kebutuhan akan informasi mengenai perawatan kucing. Frekuensi hubungan komunikasi seperti dibawah ini.

Frekuensi Komunikasi Anggota Jaringan
<dari 1 minggu sekali 8%
1 minggu 8%
2 minggu 56%
3 minggu -
1 bulan sekali 12%
Setiap hari/sewaktu – waktu 16%
Jumlah 100%
Table 8.Frekuensi Hubungan KomunikasiPedoman Wawancara

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa frekuensi hubungan komunikasi yang terjadi pada Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Menginformasikan Perawatan Kucing. Rata – rata sebesar 56% atau 14 orang memilih frekuensi 2 minggu. Hal ini mereka lakukan ketika mengikuti acara yang diselenggarakan komunitas sehingga mereka lebih muda memperoleh informasi terkait perawatan kucing.

Struktur Komunikasi

Struktur Komunikasi merupakan variabel yang dapat mengidentifikasi peran seorang individu dalam jaringan komunikasi suatu sistem. Peranan dalam jaringan komunikasi tersebut adalah liason, bridge, isolate, dan neglected. Liason, merupakan individu yang menghubungkan dua klik atau lebih dalam suatu sistem, namun bukan merupakan anggota klik manapun. Bridge, merupakan individu yang menghubungkan dua klik atau lebih dalam jaringan disuatu sistem dan merupakan anggota salah satu klik. Isolate, merupakan individu yang tidak menjadi anggota dalam suatu sistem atau individu yang tidak terlibat dalam jaringan komunikasi. Neglected, merupakan individu yang memilih tapi tidak dipilih oleh individu lain sebagai pasangan komunikasinya. Tabel dibawah ini merupakan tabel struktur komunikasi responden Komunitas KOMPAKS dalam menginfomasikan perawatan kucing.

Struktur Komunikasi Anggota Nomer Responden Posisi Presentase
Liason - - - -
Bridge - - - -
Isolate - - - -
Neglected 19 78910111213141516171819202122232425 AnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggotaAnggota 76%
Anggota Jaringan Lainya 6 - - 24%
Jumlah 25 - - 100%
Table 9.Presetase Struktur KomunikasiSosiogram

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat struktur komunikasi Komunitas KOMPAKS dalam menginfomasikan perawatan kucing, ditemukan peran neglected sebesar 76% atau 19 orang responden yaitu dimulai nomer responden 7 sampai 25 yang berperan sebagai anggota Komunitas KOMPAKS. Dan terdapat 24% atau 6 orang responden yang merupakan anggota jaringan biasa.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS Dalam Perawatan Kucing, didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pola struktur komunikasi yang terbentuk pada Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS adalah struktur jaringan komunikasi roda yang berarti pemimpin merupakan satu – satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota.
  2. Peran struktur komunikasi pada Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS ditemukan peran, yaitu neglected, dimana individu yang memilih tetapi tidak dipilih oleh individu lain sebagai pasangan komunikasinya.
  3. Pada penelitian ini tidak terdapat klik karena syarat dan ketentuan yang ada pada klik tidak dimiliki jaringan komunikasi Komunitas KOMPAKS.
  4. Terdapat 6 pemuka pendapat dalam Jaringan Komunikasi Komunitas KOMPAKS yang mempunyai peran penting dalam mempengaruhi serta meningkatkan partisipasi anggota komunitas KOMPAKS.
  5. Terdapat 4 tipe pengadopsi informasi dari hasil penelitian dilapangan : Innovator, Early Adopter, Early Majority, Late Majority.

References

  1. Everett M. Rogers & Kincaid, D. L. (1981). Communication Network: Toward a New Paradigm for Research. New York: The Free Press.
  2. Rogers, E. M. (1983). Diffusion Of Innovation. New York: The Free Press.
  3. Hasanah, Uswatun. (2020). Jaringan Komunikasi Organisasi Ekstrakulikuler Campursari Pandan Wangi SMP PGRI 1 Buduran.
  4. Rochmaniah, A. (2009). Kepemimpinan Inovatif Dalam Penyebaran Informasi Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat Desa Janti Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Tesis Tidak Diterbitkan. Surabaya: FISIP Universitas Airlangga.
  5. Ainur Rochmaniah, Ainun Jariyah. (2018). Difusi Inovasi “Program Desa Melangkah” di Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Acta Diurna. 14 (2): 168-179. DOI: https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361. http://jos.unsoed.ac.id/index.php/acta_diurna/article/view/1361.
  6. Ainur Rochmaniah. Muhammad Syamsudin (2018). Jaringan Komunikasi Dalam Penanganan Gizi Balita Di Posyandu Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jurnal KANAL 7 (1) 30-40. https://doi.org/10.21070/kanal.v6i2.185. https://kanal.umsida.ac.id/index.php/kanal/article/view/185.
  7. De Vito. 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.
  8. Jogiyanto, H. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
  9. D. Lawrence Kincaid & Schramm, W. (1987). Jakarta: LP3ES.
  10. Eriyanto. (2014). Analisis Jaringan Komunikasi: Strategi Baru Dalam Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.