<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Problems of Using Gadgets on Interest in Learning to Read the Qur'an</article-title>
        <subtitle>Problematika Penggunaan Gadget pada Minat Belajar Membaca Al-Qur'an</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-924939e40b8d8d72c96fd0a3a0bc8d8d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Setianingsih</surname>
            <given-names>Dian Ari</given-names>
          </name>
          <email>dianari90314@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e5ca098e523dcfba26744ac61dd85722" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nadlif</surname>
            <given-names>Ainun</given-names>
          </name>
          <email>nadliffai@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-31">
          <day>31</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Di kalangan masyarakat saat ini teknologi yang banyak digunakan adalah <italic id="_italic-212">gadget. </italic>Penggunaan <italic id="_italic-213">gadget</italic> sekarang sudah sangat digemari oleh semua kalangan mulai dari dewasa, remaja, bahkan anak-anak. <italic id="_italic-214">Gadget </italic>merupakan sebuah alat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Saat ini di dalam <italic id="_italic-215">gadget</italic> banyak yang menyediakan aplikasi seperti <italic id="_italic-216">facebook, WhatsApp, Youtube, Game online,</italic> dan lain-lain. Salah satu perbedaan <italic id="_italic-217">gadget</italic> dengan alat elektronik lainnya yaitu terletak pada setiap kebaruannya, artinya <italic id="_italic-218">gadget</italic> selalu ada pembaruan model variasi, merk <italic id="_italic-219">gadget,</italic> dan fitur-fitur lainnya yang ada pada <italic id="_italic-220">gadget</italic><italic id="_italic-221">. </italic><italic id="_italic-222">G</italic><italic id="_italic-223">adget</italic> akan membawa dampak negatif pada anak tanpa adanya pengawasan orang tua atau orang dewasa akan cenderung menimbulkan beberapa dampak negatif. Penggunaan <italic id="_italic-224">gadget</italic> memberikan dampak pada kesehatan fisik bahkan mental pada anak. Misalnya, dapat merusak penglihatan hingga anak mengalami gangguan kejiwaan yang parah. Jika anak tidak didampingi dengan maksimal, maka akan semakin menimbulkan dampak yang buruk pada keadaan fisik anak.[1] Penggunaan <italic id="_italic-225">gadget</italic> berdampak merugikan pada anak yakni pada keterampilan interpersonal anak jika terlalu sering dalam mengoperasikan <italic id="_italic-226">gadget.</italic> Selain itu, penggunaan <italic id="_italic-227">gadget</italic> yang berlebihan juga akan membuat prestasi belajar anak menurun. Mereka akan lebih mengandalkan <italic id="_italic-228">gadget</italic> daripada harus belajar.</p>
      <p id="_paragraph-13"><italic id="_italic-229">Gadget </italic>merupakan alat elektronik yang digunakan sebagai media informasi, media belajar, dan sebagai media hiburan. <italic id="_italic-230">Gadget </italic>juga memberikan manfaat yang lainnya, yaitu dapat tersambung dengan internet. Siswa usia Sekolah Dasar (SD) sudah banyak yang mengetahui fungsi internet. Sehingga banyak anak yang menyalahgunakan penggunaan <italic id="_italic-231">gadget,</italic> sehingga berdampak negatif. Didalam <italic id="_italic-232">gadget</italic>, pancaran cahaya yang ada memang tidak begitu terlihat dan efek yang timbul juga tidak bisa langsung diterima oleh pengguna <italic id="_italic-233">gadget.</italic> Oleh karena itu, saat anak-anak sudah mulai senang dalam mengoperasikan <italic id="_italic-234">gadget,</italic> disini orang tua harus lebih mengawasi anak-anak dalam bermain <italic id="_italic-235">gadget</italic> dan membatasi waktu dalam penggunaan <italic id="_italic-236">gadget</italic>.[2] Peran orang tua kepada anak harus selalu dilakukan dengan semaksimal mungkin. Jangan sampai orang tua hanya mengandalkan <italic id="_italic-237">gadget</italic> untuk menemani kegiatan anak, dan orang tua membiarkan anak lebih mementingkan <italic id="_italic-238">gadget.</italic>[3]Orang tua bisa memantau anak dalam penggunaan gadget dengan cara selalu mengontrol setiap konten yang ada di<italic id="_italic-239"> gadget</italic> anak-anaknya. Cara lainnya yaitu orang tua bisa mengajak anak diskusi dan tanya jawab tentang isi dari <italic id="_italic-240">gadget</italic> yang sering dioperasikan tersebut. Disamping itu, orang tua juga bisa mengajak anak diskusi untuk menumbuhkan minat belajar, khususnya belajar membaca Al-Qur’an.Di zaman sekarang ini banyak anak yang kurang terbiasa dalam menanamkan minat membaca Al-Qur’an. Mereka lebih senang bermain, menonton TV, dan melakukan kreativitas lainnya dibandingkan untuk membaca Al-Qur’an. Dengan kurangnya minat belajar baca Al-Qur’an pada anak, maka akan timbul kurang kelancaran anak dalam membaca Al-Qur’annya. Sebagian besar mereka tidak fasih dalam pelafalannya, dan membacanya masih terbata-bata.</p>
      <p id="_paragraph-14">Minat belajar merupakan keseriusan anak dalam memfokuskan diri untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Dengan minat, akan mengarahkan seseorang agar mendapatkan pengalaman belajar seperti magnet yang menarik siswa kepada pelajaran.[4] Minat anak dalam pembelajaran akan menjadi kekuatan demi mendorong anak untuk lebih giat belajar. Anak yang memiliki minat belajar akan memfokuskan perhatiannya dalam pembelajaran sehingga mampu berkonsentrasi dengan baik. Minat belajar yang dimiliki anak satu dengan yang lainnya memang berbeda. Minat membaca seorang peserta didik dalam membaca Al-Qur’an dapat dipengaruhi dari dua faktor, yaitu faktor yang timbul dari diri sendiri dan faktor yang timbul dari luar peserta didik contohnya faktor lingkungan, orang tua, masyarakat. Saat di rumah, peran orang tua sangatlah penting terhadap minat belajar peserta didik, khususnya minat belajar membaca Al-Qur’an.[5] Agar anak dapat memahami dan mempunyai minat belajar membaca Al-Qur’an, orang tua perlu memberi pemahaman kepada anak sehingga anak dapat terpenuhi kebutuhannya dalam meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur’an.[6]</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-15">Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang jenis datanya bersifat nonangka. Temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik ataupun hitungan lainnya, melainkan berupa kalimat, pernyataan, dokumen, atau data lainnya yang bersifat kualitatif.[7] Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan, mengungkapkan, dan menjelaskan peristiwa, sehingga data yang terkumpul berbentuk kata-kata ataupun gambar, dan tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul bisa melalui wawancara, foto, catatan lapangan, dokumen pribadi, atau dokumen yang lainnya.[8] Lokasi penelitian berada di Desa Gading Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Pertimbangan dalam memilih lokasi penelitian karena sebagian besar anak usia Sekolah Dasar di Desa ini senang dalam penggunaan <italic id="_italic-241">gadget,</italic> sehingga menimbulkan minat dan semangat belajar khususnya belajar membaca Al-Qur’an semakin menurun. Serta terdapat permasalahan terkait penggunaan <italic id="_italic-242">gadget</italic> pada anak usia Sekolah Dasar dengan jangka waktu yang lama, sehingga dapat menimbulkan kecanduan bermain <italic id="_italic-243">gadget</italic> pada anak.. Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif ini berupa narasi yang membuahkan hasil sangat terperinci. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dan interpretasi data menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.[9]</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="paragraph-a0cd74413a46b8b051b69a74214d4aa1">A. Intensitas penggunaan <italic id="italic-1">gadget </italic>berdampak pada minat belajar membaca Al-Qur’an pada anak usia Sekolah Dasar di Desa Gading Kecamatan Krembung Sidoarjo </p>
      <p id="_paragraph-16">Dari data yang didapatkan dari hasil penelitian di lapangan, peneliti menemukan kesamaan antara teori dan praktik dalam intensitas penggunaan <italic id="_italic-244">gadget</italic> pada minat belajar membaca Al-Qur’an, bahwasannya intensitas penggunaan <italic id="_italic-245">gadget</italic> pada anak-anak memang melebihi dari batas waktu normal. Mereka sering mengoperasikan <italic id="_italic-246">gadget</italic> dengan durasi yang lama hanya untuk bermain <italic id="_italic-247">game,</italic> membuka video di <italic id="_italic-248">youtube</italic><italic id="_italic-249">,</italic> tiktok, dan juga media pembelajaran. Dari seringnya penggunaan <italic id="_italic-250">gadget</italic> yang berlebihan pada anak, dapat membuat minat dan semangat belajar khususnya belajar membaca Al-Qur’an menjadi menurun.</p>
      <p id="_paragraph-17">Teknologi <italic id="_italic-251">gadget</italic> ini merupakan alat teknologi yang modern sehingga dapat memudahkan pengguna dalam berkomunikasi meskipun tidak dengan tatap muka. <italic id="_italic-252">Gadget</italic> juga merupakan alat komunikasi yang paling disukai oleh kalangan orang dewasa bahkan anak-anak.</p>
      <p id="_paragraph-18">Penggunaan <italic id="_italic-253">gadget</italic> pada anak-anak memerlukan pendampingan yang maksimal. Karena jika anak-anak sudah merasa asyik bermain <italic id="_italic-254">game,</italic> mereka akan lupa dengan tugas-tugas dan kewajiban yang di sekolah dan mengaji. Sebagian orang tua beranggapan ini merupakan hal yang wajar bagi anak-anak, karena dunia anak-anak adalah dunia bermain. Tetapi berbeda lagi dengan pendapat dari beberapa orang tua lainnya, mereka beranggapan bahwa sejak kecil anak harus dibiasakan disiplin agar kelak terbiasa hidup disiplin dan menghargai waktu. Maka dari itu orang tua diharuskan untuk semaksimal mungkin dapat mendampingi anak dalam belajar membaca Al-Qur’an saat di rumah.</p>
      <p id="paragraph-c9f1f9b52284d69e649840d71b4970d9">
        <italic id="italic-fbc8c03ba18db6b94760a414f5848d05">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-19"><bold id="_bold-13">Gambar 1.</bold> Pendampingan belajar mengaji di rumah bersama orang tua di Desa Gading Krembung Sidoarjo</p>
      <p id="_paragraph-21">Penggunaan <italic id="_italic-255">gadget</italic> dengan durasi yang lama juga akan menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif bagi anak. Berikut dampak positif pengunaan <italic id="_italic-256">gadget</italic> yaitu:[10]</p>
      <list list-type="bullet" id="list-7a3fe80ed1b0d050dd2e784e139d5216">
        <list-item>
          <p>Dapat membuat seseorang lebih mudah dalam melakukan berbagai aktivitas yang berkesinambungan dengan <italic id="_italic-257">gadget</italic>, baik kapan saja dan dimana saja sesuai dengan kebutuhannya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Komunikasi bisa dilakukan seseorang dari suara ataupun dapat melalui <italic id="_italic-258">video call</italic>. Sehingga kita bisa berjumpa dengan bertatap muka walaupun melalui <italic id="_italic-259">Video Call</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tidak ketinggalan berbagai informasi mengenai berbagai hal. Pada saat ini kecanggihan <italic id="_italic-260">gadget</italic> dapat memberikan berbagai hal atau informasi dengan sambungan pada internet. Sehingga menjadikan kita lebih mudah dalam mengakses berbagai informasi dengan lebih cepat.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-22">Dari pemaparan dampak positif diatas, terdapat juga dampak negatif dari penggunaan <italic id="_italic-261">gadget,</italic> diantaranya:[11]</p>
      <list list-type="bullet" id="list-ff43181f3274c2b96700bd7eaeae79c4">
        <list-item>
          <p>Penurunan konsentrasi saat belajar, pada saat belajar anak tidak bisa fokus kepada materi jika hanya teringat dengan <italic id="_italic-262">gadget.</italic> Misalnya saat pelajaran berlangsung anak membayangkan seolah-olah mirip dengan tokoh dalam permainan <italic id="_italic-263">game</italic> yang biasanya dimainkan. Dengan demikian, konsentrasi anak menjadi menurun.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Malas menulis dan membaca, hal ini bisa diakibatkan dengan keseringan anak menonton <italic id="_italic-264">youtube</italic><italic id="_italic-265">,</italic> sebagian besar anak cenderung melihat gambarnya, tanpa menuliskan apa yang ingin mereka cari.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi, jika anak keseringan bermain <italic id="_italic-266">gadget,</italic> anak akan mengalami kurangnya bersosialisasi dengan teman di sekelilingnya. Mereka menjadi enggan untuk berkumpul atau bermain dengan teman di sekitar lingkungannya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kecanduan, apabila anak sudah ketergantungan dengan <italic id="_italic-267">gadget,</italic> maka akan sulit bagi orang tua untuk mengurangi penggunaan <italic id="_italic-268">gadget</italic> pada anak. Kesulitan ini dapat diakibatkan karena seolah-olah <italic id="_italic-269">gadget</italic> sudah menjadi suatu hal yang menjadi kebutuhan untuknya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dapat menimbulkan gangguan kesehatan, penggunaan <italic id="_italic-270">gadget</italic> sudah pasti dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan anak, terlebih dikarenakan paparan radiasi yang ada pada <italic id="_italic-271">gadget,</italic> sehingga akan merusak kesehatan mata pada anak.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perkembangan kognitif anak dapat terhambat, pemikiran proses psikologis yang berkaitan dengan bagimana anak mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya akan dapat mengambat perkembangan kognitif pada anak.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghambat kemampuan berbahasa, anak yang sudah sering menggunakan <italic id="_italic-272">gadget,</italic> akan cenderung diam dan lebih dominan menirukan bahasa yang didengar pada <italic id="_italic-273">gadget,</italic> mereka juga enggan untuk melakukan komunikasi dengan teman di sekitar lingkungannya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dapat mempengaruhi perilaku anak, saat anak bermain <italic id="_italic-274">game</italic> di <italic id="_italic-275">gadget</italic> yang memiliki unsur kekerasan yang dapat mempengaruhi pola perilaku dan karakter yang dapat menimbulkan tindak kekerasan terhadap teman di lingkungan sekitarnya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-5f63508091c0c6ac4be3c25b5f1b1473">B. <ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Mengetahui problematika penggunaan <italic id="italic-1d478fb141ef679130de99911777090f">gadget </italic>pada minat belajar membaca Al-Qur’an pada anak usia Sekolah Dasar di Desa Gading Kecamatan Krembung Sidoarjo </p>
      <p id="_paragraph-23">Dari hasil observasi di lapangan serta dari hasil wawancara dengan beberapa orang tua anak usia Sekolah Dasar di Desa Gading Kecamatan Krembung Sidoarjo, dapat diketahui bahwasannya semenjak maraknya penggunaan <italic id="_italic-276">gadget</italic> pada anak, minat belajar dan semangat belajar dalam membaca Al-Qur’an cenderung mengalami penurunan.</p>
      <p id="_paragraph-24">Penurunan tersebut dapat dilihat dari seringnya anak dalam menggunakan <italic id="_italic-277">gadget</italic> sehingga lupa waktu dan lalai dengan semua tugas dan kewajibannya. Terkadang anak juga menjadi pribadi yang lebih emosioanal. karena mereka merasa sudah nyaman saat sudah menggunakan <italic id="_italic-278">gadget</italic> yang didalamnya terdapat berbagai aplikasi yang menarik perhatian bagi anak-anak.</p>
      <p id="paragraph-68e5ec4ede57c913ad678010ce16ff5d">
        <italic id="italic-ae75abbab3e2b01e9bc21486dac57fbd">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-25"><bold id="_bold-14">Gambar </bold><bold id="_bold-15">2</bold><bold id="_bold-16">.</bold> Anak Usia Sekolah Dasar bermain <italic id="_italic-279">Gadget</italic> di Desa Gading Krembung Sidoarjo</p>
      <p id="_paragraph-27">Selain dari observasi dan wawancara, peneliti juga melihat dari buku prestasi harian anak saat di TPQ yang menunjukkan memang ada penurunan nilai semenjak minat dan semangat belajarnya mulai menurun. Peneliti juga mendapatkan beberapa keluhan dari beberapa orang tua bahwasannya memang semenjak anak senang menggunakan <italic id="_italic-280">gadget,</italic> minat dan semangat dalam belajar mengaji dan sekolah menjadi menurun.</p>
      <p id="paragraph-756f18365fc48b91217fafc291671a98">
        <italic id="italic-a587fce5c22d741d3e67ceeab626413c">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-28"><bold id="_bold-17">Gambar </bold><bold id="_bold-18">3</bold><bold id="_bold-19">.</bold> Buku Prestasi Harian Mengaji di Desa Gading Krembung Sidoarjo</p>
      <p id="_paragraph-30">Berikut beberapa problematika dalam penggunaan <italic id="_italic-281">gadget</italic> pada anak terhadap minat belajar :</p>
      <p id="paragraph-3fe2f7cb709068590b1adbaa2159c6db">1. Kurangnya pemahaman orang tua terhadap penggunaan <italic id="italic-55cff3b349cd9a2ded6a93a14882e079">gadget.</italic></p>
      <p id="_paragraph-31">Di zaman sekarang ini, teknologi yang sangat marak yaitu <italic id="_italic-282">gadget</italic>. Dengan adanya alat teknologi ini, seakan-akan memberikan tantangan yang harus dihadapi bagi semua orang tua. Dimana semua orang tua harus bisa mengawasi anaknya dalam penggunaan <italic id="_italic-283">gadget,</italic> agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi anak.</p>
      <p id="_paragraph-32">Pada zaman sekarang ini, anak lebih mempunyai pengetahuan yang luas mengenai <italic id="_italic-284">gadget.</italic> Bahkan anak-anak sudah mahir dalam mengoperasikan <italic id="_italic-285">gadget</italic> daripada orang tuanya.</p>
      <p id="paragraph-14334fa0bd9ccebcb8447b32730c62a5">2. Kurangnya wawasan orang tua terhadap perkembangan teknologi <italic id="italic-69aca3749e7ca47d678ee395bf682bcd">(gadget)</italic></p>
      <p id="_paragraph-33">Dari mahirnya anak kita dengan penggunaan <italic id="_italic-286">gadget</italic> saat ini, sebagai orang tua hendaknya faham sedikit demi sedikit tentang pengoperasian <italic id="_italic-287">gadget.</italic> Sehingga orang tua bisa bijak dalam menyikapi dan mengenalkan berbagai sarana teknologi kepada anak, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan karena perkembangan alat teknologi saat ini.</p>
      <p id="_paragraph-34">Tidak semua orang tua sangat faham tentang bagaimana pengoperasian <italic id="_italic-288">gadget</italic> yang baik. Terlebih karena di zaman dahulu memang alat komunikasi hanya sekedar untuk mengirim pesan saja. Akan tetapi untuk saat ini kegunaan alat komunikasi <italic id="_italic-289">gadget</italic> sangat beragam manfaatnya. Dan tidak heran juga banyak orang tua yang kesulitan dalam memantau apa saja yang biasanya dioperasikan anknya saat bermain <italic id="_italic-290">gadget.</italic></p>
      <p id="paragraph-9d99a0080ae14e1cad24e0244e7262c1">3. Kegiatan orang tua terlalu padat.</p>
      <p id="_paragraph-35">Setiap orang tua pasti mempunyai kesibukan tersendiri, baik di rumah maupun di tempat kerjanya. Dari kesibukan mereka tersebut, dapat menyebabkan mereka tidak mempunyai waktu dengan anak yang lebih. Sehingga anak-anak cenderung lebih senang menghabiskan waktunya dengan bermain <italic id="_italic-293">gadget.</italic></p>
      <p id="_paragraph-36">Dengan ini dapat dibuktikan bahwasannya penggunaan <italic id="_italic-294">gadget</italic> pada anak usia Sekolah Dasar dapat menimbulkan dampak yang dapat mengganggu perkembangan anak dalam belajar membaca Al-Qur’an.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-37">Problematika penggunaan <italic id="_italic-295">gadget</italic> pada minat belajar membaca Al-Qur’an pada anak usia Sekolah Dasar di Desa Gading Krembung Sidoarjo, oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaan <italic id="_italic-296">gadget</italic> sangat berdampak pada minat belajar membaca Al-Qur’an pada anak usia Sekolah Dasar (SD). Mereka sering menggunakan <italic id="_italic-297">gadget</italic>nya dengan durasi waktu yang cukup lama, yaitu lebih dari 2 jam per hari. Penggunaan <italic id="_italic-298">gadget</italic> pada anak dengan durasi lebih dari 2 jam per hari tadi, sering digunakan hanya untuk bermain <italic id="_italic-299">game, </italic><italic id="_italic-300">youtube</italic><italic id="_italic-301">,</italic> tiktok, dan media pembelajaran. Saat anak menggunakan <italic id="_italic-302">gadget</italic> dengan durasi yang cukup lama, juga akan membuat anak menjadi kecanduan dalam bermain <italic id="_italic-303">gadget</italic> dan mengalami penurunan dalam minat belajarnya. Problematika yang dialami pada anak usia Sekolah Dasar yaitu kurangnya pengawasan dari orang tua dalam penggunaan <italic id="_italic-304">gadget</italic>, kurangnya pengetahuan tentang penggunaan <italic id="_italic-305">gadget</italic> yang baik untuk orang tua dan anak, faktor dari diri sendiri, faktor teman sebaya, dan faktor lingkungan. Sehingga penggunaan <italic id="_italic-306">gadget</italic> berpengaruh terhadap minat dan semangat dalam belajar membaca Al-Qur’an.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>