Community Development Report
DOI: 10.21070/ijccd.v13i0.699

Distribution of Hand Sanitizers and Disinfectants as Steps to Anticipate Covid-19 Transmission in Sidoarjo, Indonesia


Pembagian Hand Sanitizer dan Disinfektan Sebagai Langkah Antisipasi Penularan Covid-19 di Sidoarjo, Indonesia

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Indonesia
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Indonesia

(*) Corresponding Author

COVID-19 Disinfectant Hand sanitizer

Abstract

The spread of Corona Virus Disease-19 (COVID-19) in Indonesia continues to increase from time to time. East Java with the highest number of positive COVID-19 cases compared to other provinces in Indonesia. Sidoarjo is the second largest region after Surabaya in terms of positive cases of COVID-19. WHO argues that COVID-19 can spread from human to human through saliva, mucus/phlegm that comes out of the nose of a person who confirm cases with COVID-19. Efforts to maintain health from the spread of the corona virus are to maintain hand hygiene because hands often mediate the entry of microbes into the body. Wash your hands regularly using soap/hand sanitizer as an effort to prevent the spread of COVID-19. Hand sanitizers are an option because they are practical, easy to carry, and are able to inhibit the growth of bacteria/viruses. Therefore, our community service team consisting of lecturers and students of the Health Analyst-UNUSA, moved to distribute hand sanitizers (washing hands without rinsing water) and disinfectants that effectively kill bacteria/viruses. The distribution of hand sanitizers and disinfectants is given to traffic crossers in the Sidoarjo Regency area, because they have to keep working to control traffic for a relatively long time and the risk of contracting COVID-19 is relatively high. Distribution of hand sanitizers and disinfectants as a measure to anticipate the transmission and spread of COVID-19 as well as preparation for the new normal era of COVID-19 in the Sidoarjo Regency area.

Pendahuluan

Corona virus atau yang dikenal sebagai Corona Virus Disease-19 (COVID-19) merupakan virus RNA non-segmented, enveloped dan positive sense yang berasal dari family Coronaviridae dan ordo Nidovirales (1). COVID-19 pertama kali ditemukan pada bulan desember 2019 sebagai kasus pneumonia misterius di wilayah Wuhan-China. Penyakit ini telah menyebar dan menyerang hampir diseluruh negara di dunia. Oleh karena itu pada 12 maret 2020 WHO (World Health Organization) mengumumkan dan menetapkan bahwa COVID-19 sebagai pandemik global (2).

Penyebaran penyakit COVID-19 terjadi secara luas dengan jumlah kasus yang meningkat pesat dari Wuhan-Cina menuju 190 negara dan salah satunya adalah negara Indonesia. COVID-19 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020 dengan jumlah kasus positif sebanyak 2. Seiring berjalannya waktu jumlah kasus positif COVID-19 terus meningkat di Indonesia (2). Pada saat ini tanggal 11 juni 2020 jumlah kasus positif corona di Indonesia sebesar 35.295 dengan total pasien sembuh sebesar 12.636 dan pasien meninggal sebesar 2.000 sumber dari []. Sedangkan Menurut laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada jumat 26 juni 2020 Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia kemudian disusul DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sidoarjo merupakan wilayah terbanyak kedua setelah Surabaya dalam hal kasus positif COVID-19 di Jawa Timur. Angka kejadian positif COVID-19 di wilayah Sidoarjo sebesar 912 Orang, sembuh sebesar 123 orang dan meninggal sebesar 79 orang. WHO mengemukakan bahwa virus COVID-19 dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui air liur, lendir atau dahak yang keluar dari hidung dari orang yang telah terinfeksi. Percikan dahak yang mengandung corona virus masuk melalui hidung atau tenggorokan dan mata. Akan tetapi anggota tubuh yang paling sering menjadi media penyebaran virus adalah tangan (3). Upaya menjaga kesehatan tubuh melalui pemeliharaan kebersihan tangan menjadi hal yang sangat penting karena tangan seringkali menjadi perantara masuknya mikroba kedalam tubuh. Salah satu upaya preventif penyebaran virus corona adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan atau hand sanitizer (4). Hand sanitizer menjadi pilihan alternative untuk mencegah penyebaran virus karena mudah dibawa, praktis, serta mampu menghambat pertumbuhan bakteri/virus. Hand sanitizer atau dikenal antiseptic memiliki dosis yang rendah sehingga bisa digunakan secara efektif untuk tangan (4). Disinfektan merupakan substansi kimia yang dipakai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan menghalangi atau merusak mikroorganisme seperti bakteri maupun virus. Disinfektan memiliki konsentrasi atau dosis yang tinggi sehingga pemakaian hanya untuk benda-benda mati (Menurut informasi Depkes RI).

Berdasarkan informasi Kementrian Kesehatan RI cara pencegahan COVID-19 pada level individu yaitu sebagai berikut:

  1. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer
  2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan sebelum dicuci
  3. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit
  4. Menerapkan etika batuk dan bersin
  5. Memakai masker
  6. Tetap dirumah, jaga jarak sosial (physical social distancing)
  7. Tidak berjabat tangan
  8. Menggunakan disinfektan secara berkala

Upaya yang dilakukan oleh civitas akademik Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) khususnya dosen prodi D-IV Analis Kesehatan yaitu dengan bergerak melalui kegiatan pembagian hand sanitizer dan disinfektan yang disertai petunjuk cara penggunaan sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 dan persiapan di era new normal pandemik COVID-19 di wilayah kabupaten Sidoarjo.

Permasalahan Mitra

Berdasarkan analisis situasi diatas, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu:

  1. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait penyakit dan penularan COVID-19
  2. Kurangnya pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terkait himbauan mengenai penyakit COVID-19 dari pemerintah
  3. Minimnya pemberdayaan masyarakat ekenomi lemah terkait penyakit COVID-19
  4. Banyaknya berita hoaks yang muncul dimasyarakat mengenai penyakit dan penularan COVID-19
  5. Kurangnya informasi mengenai penggunaan hand sanitizer dan disinfektan yang benar

Solusi Permasalahan

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu sebagai berikut:

  1. Memberikan edukasi mengenai penyakit dan penularan COVID-19
  2. Pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah untuk dapat menggunakan hand sanitizer dan disinfektan secara tepat
  3. Membagi hand sanitizer dan disinfektan
  4. Memberikan informasi mengenai penggunaan produk hand sanitizer dan disinfektan yang benar sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 dan persiapan di era new normal pandemik COVID-19

Target Luaran

Adapun target luaran yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Pembagian Hand Sanitizer dan Disinfektan sebagai Langkah Antisipasi Penularan COVID-19 Di Wilayah Kabupaten Sidoarjo” yaitu:

  1. Jurnal publikasi
  2. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat mengenai penyakit COVID-19
  3. Peningkatan ketentraman dan kenyamanan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19
  4. Produk hand sanitizer dan disinfektan spray

Metode

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada bulan Juli 2020 dengan tahapan pelaksanaan yaitu sebagai berikut:

Tim pengabdian masyarakat melakukan survei di wilayah Sidoarjo daerah Kecamatan Waru meliputi (Desa Bungurasih, Medaeng, Pepelegi, Ngigas, Tropodo). Survei ini sebagai tahap awal untuk melihat permasalahan terkait pengetahuan mengenai penyakit COVID-19 yang dihadapi oleh mitra secara langsung.

Setelah melakukan survei tim pengabdian masyarakat menyiapkan alat, bahan, untuk hand sanitizer dan disinfektan. Alat yang digunakan meliputi: beaker glass 100 ml, pipet tetes, timbangan, botol spray 60 ml, botol 100 ml dan alat-alat gelas lainnya. Sedangkan bahan yang digunakan meliputi: cairan disinfektan 5 Liter yang terdiri dari alkohol, aquades, bahan aktif choloroxylenol dan untuk hand sanitizer dalam bentuk gel yang terdiri dari alkohol 70 %, Nipaguard DMDM 0,2%. Kemudian hand sanitizer dan disinfektan cair tersebut dilakukan pengemasan dalam botol spray 60 ml, botol 100 ml serta menempelkan stiker yang berisi informasi maupun panduan penggunaan produk tersebut.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembagian hand sanitizer dan disinfektan dilakukan pada tanggal 6 Juli – 17 Juli 2020. Pembagian hand sanitizer dan disinfektan diberikan pada masyarakat yang harus tetap bekerja di luar rumah selama pandemik COVID-19 seperti penyebrang lalu lintas mereka bekerja mengatur lalu lintas disepanjang jalan wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dalam waktu yang relatif lama dan resiko tertular COVID-19 yang relatif tinggi.

Tahap akhir yaitu evaluasi tingkat keberhasilan pengabdian masyarakat dari pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan. Berikut ini gambar diagram alir metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat:

Pembahasan

Saat ini obat maupun vaksin COVID-19 belum tersedia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi virus untuk meminimalkan terjadinya penularan virus corona pada pasien, petugas kesehatan, maupun masyarakat umum (5). Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi virus yaitu dengan menjaga kesehatan tubuh melalui pemelihara kebersihan tangan. Dalam aktivitas sehari-hari tangan sering kali terkontaminasi dengan mikroba, virus maupun bakteri sehingga tangan dapat menjadi perantara masuknya mikroba, virus dan bakteri kedalam tubuh kita. Salah satu cara yang paling sederhana dan umum dilakukan adalah dengan mencuci tangan (4). Mencuci tangan dapat dilakukan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Hand sanitizer menjadi pilihan produk instan dan praktis karena dapat membersihkan tangan tanpa perlu dibilas dengan air. Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang sangat cepat (20-30 detik) membunuh bakteri dan virus yang ada di kulit tangan (4). Formulasi gel hand sanitizer sesuai dengan standar WHO. Berikut ini adalah gambar 1 desain stiker yang ditempelkan dibotol hand sanitizer dan cara penggunaan hand sanitizer.

Figure 1.Desain stiker Hand sanitizer

Upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 serta membersihkan lingkungan dari berbagai penyakit maka perlu dilakukan desinfeksi menggunakan disinfektan pada permukaan benda untuk membersihkan virus, bakteri yang menempel pada permukaan benda (6). Menurut Depkes RI disinfektan adalah substansi kimia yang dipakai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghalangi/merusak dan biasanya digunakan pada benda-benda mati. Dalam kondisi pandemik COVID-19 diperlukan cairan disinfektan untuk meminimalisir virus yang terdapat pada permukaan benda yang sering disentuh kontak dengan tubuh seperti tangan kita. Cara penggunaan cairan disinfektan ini yaitu dengan menyemprotkan cairan tersebut pada permukaan benda yang sering disentuh seperti meja, kursi, gagang pintu, remote, HP, saklar lampu, tombol lift dll. Gambar 2 desain stiker disinfektan.

Figure 2.Desain stiker Disinfektan

Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman bakteri maupun virus pada tangan. Hand sanitizer memiliki dosis yang rendah sehingga bisa digunakan untuk permukaan kulit. Sedangkan disinfektan memiliki dosis tinggi sehingga WHO menyarankan untuk permukaan benda mati. Oleh karena itu Hand sanitizer dan disinfektan merupakan produk rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran corona virus atau dikenal sebagai COVID-19.

Figure 3.Produk Hand sanitizer dalam bentuk gel dan Disinfektan dalam bentuk cair

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembagian hand sanitizer dan disinfektan oleh tim dosen dan mahasiswa prodi Analis Kesehatan-UNUSA, telah dilaksanakan pada 6-17 Juli 2020. Penyerahan produk hand sanitizer dan disinfektan diberikan kepada penyebrang lalu lintas di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo diharapkan dengan pembagian produk ini dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 dan memutus rantai penyebaran virus corona di Sidoarjo.

Figure 4.Pembagian produk Hand sanitizer dan Disinfektan

Simpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembagian hand sanitizer dan disinfektan sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo yaitu masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit COVID-19 cara pencegahan serta mengetahui pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ucapan Terima Kasih

Tim pengabdian masyarakat berterima kasih kepada tim LPPM UNUSA yang sudah mendanai dan mendukung kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembagian hand sanitizer dan disinfektan sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

References

  1. Huang CD, Wang Y, Li X, Ren L, ... Gejala Klinis Pasien Terinfeksi Novel Coronavirus 2019 Di Wuhan, China. ResearchgateNet [Internet]. 2020; Available from: https://www.researchgate.net/profile/Swandari_Paramita2/publication/339146277_GEJALA_KLINIS_PASIEN_TERINFEKSI_NOVEL_CORONAVIRUS_2019_DI_WUHAN_CHINA/links/5e4160e1299bf1cdb91da1bb/GEJALA-KLINIS-PASIEN-TERINFEKSI-NOVEL-CORONAVIRUS-2019-DI-WUHAN-CHINA.pdf
  2. Susilo A, Rumende CM, Pitoyo CW, Santoso WD, Yulianti M, Sinto R, et al. Coronavirus Disease 2019 : Tinjauan Literatur Terkini Coronavirus Disease 2019 : Review of Current Literatures. J Penyakit Dalam Indones. 2020;7(1):45–67.
  3. Rahmawati NV, Tiara D, Utomo P, Ahsanah F. Fun Handwashing Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Anak Usia Dini. 2020;4(2):3–6.
  4. Doloksaribu BE, Fitri K. FORMULASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI ( Ocimum basilicum L .) dan BIJI PEPAYA ( Carica papaya L .) Formulation of Hand Sanitizer Gel from Combination of Basil Leaves ( Ocimum basilium L .) and Papaya Seed ( Carica papa. 2017;2(1):50–8.
  5. Michelle LK, Anna LC, Kang S. Menghadapi Pandemi Covid-19. Fitzpatrick’s Dermatology. 2019;53(9):1779–91.
  6. Direktorat Kesehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Panduan Kegiatan Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Langkah-Langkah Desinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan COVID-19. 2020. p. 14.