<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>FinTech and the Development of Crowdfunding Models in Indonesia</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-cff63573bfdd3e24b1d08ed9b47c4a26" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Abdullah</surname>
            <given-names>Gailan Ismael</given-names>
          </name>
          <email>gailan.ismael@uosamarra.edu.iq</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Iraq</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-09">
          <day>09</day>
          <month>09</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-d0c1c544f4f43afd203edd8f6924b72d">
      <title>
        <bold id="bold-fe7d7dc062a83e33ae7341b0f4179e66">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="paragraph-890e987128d449514e0afc841e352935">Anak usia dini merupakan kelompok usia yang berada pada masa emas (<italic id="_italic-12">golden age</italic>) [1], yaitu periode perkembangan yang sangat penting bagi pembentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan [2]. Pada fase ini, anak mengalami pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, sosial, dan emosional yang berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara teratur agar setiap gangguan atau hambatan dapat dideteksi sejak dini dan segera mendapatkan penanganan yang tepat [3]. Salah satu bentuk upaya pemantauan tersebut adalah melalui skrining kesehatan, yaitu pemeriksaan sederhana yang bertujuan mendeteksi adanya kelainan atau risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak [4]. Skrining ini mencakup aspek fisik, gizi, kesehatan gigi, serta kondisi umum anak. Dengan adanya skrining, orang tua dan tenaga pendidik dapat lebih memahami kebutuhan anak, sekaligus melakukan intervensi lebih awal apabila ditemukan masalah Kesehata [5]. Optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini (AUD) sangat penting karena membantu meletakkan dasar bagi perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan, serta daya cipta yang diperlukan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya [6]. Dengan demikian, anak diharapkan memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan sekolah. Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang harus dilalui setiap manusia, sehingga optimalisasi tumbuh kembang merupakan kewajiban setiap orang tua dan masyarakat agar anak dapat mengikuti semua tahapan kehidupannya dengan baik. Perkembangan fungsi eksekutif seperti kontrol diri, fleksibilitas kognitif, dan perencanaan, berkembang pesat pada masa anak usia dini [7]. Salah satu aspek perkembangan yang menonjol pada masa ini adalah aspek kognitif. Anak usia dini berada pada rentang usia 0–8 tahun yang disebut juga masa keemasan (<italic id="_italic-13">golden age</italic>) [8]. Hampir 80% perkembangan kognitif anak terjadi pada fase ini. Menurut penelitian [9] sebelumnya anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka melalui interaksi dengan lingkungannya. Informasi dari luar tidak serta-merta dituangkan ke dalam pikiran anak, melainkan diproses melalui pengalaman dan aktivitas nyata [10]</p>
      <p id="paragraph-07baeb7dad5c8b4e2363f4c44f241d39">Implementasi Program KKN-T sebagai wujud dari teori [11] tersebut, KKN Terpadu 2025 Kelompok 4 Desa Pangkemiri melaksanakan kegiatan bertema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 bertempat di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Pangkemiri dan Masjid Baiturrohim. Kegiatan ini dihadiri oleh anak-anak usia dini di sekitar Ranting Muhammadiyah Desa Pangkemiri dengan dukungan penuh dari RSU ‘Aisyiyah Siti Fatimah yang menghadirkan tenaga medis yaitu dua perawat, dokter anak dr. Delfia Rahmat Gozali, Sp.A., serta dokter gigi drg. Novita Pratiwi, Sp.Perio. Pemeriksaan kesehatan dilakukan menyeluruh, meliputi fisik, gizi, dan kesehatan gigi anak. Selain itu, drg. Novita Pratiwi juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyuluhan mengenai minat dan bakat anak yang dibawakan oleh Ibu Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog. Materi ini bertujuan membantu orang tua dan pendidik dalam mengenali potensi, minat, serta bakat anak sejak dini sehingga dapat diarahkan pada jalur perkembangan yang sesuai. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ibu Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 serta Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Pangkemiri yang memberikan sambutan dan motivasi kepada seluruh peserta dan panitia.</p>
      <p id="paragraph-f8de0fa38bd272e40247cd0af57c50c3">Melalui program kerja KKN-T ini, diharapkan anak-anak usia dini di Desa Pangkemiri dapat memperoleh pemantauan kesehatan yang lebih optimal serta stimulasi minat dan bakat sesuai potensi mereka [12]. Dengan kolaborasi antara tenaga medis, psikolog, pendidik, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-1ed259a39d20ba4d993af0be4ffbeff6">
      <title>
        <bold id="bold-b9ca889200d13eb0ec85ec4351da74c1">Metode</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-9fc621cddeafdb860ef25b1db39e6a35">Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu koordinasi awal, persiapan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan pelaporan [13]. Tahap pertama diawali dengan koordinasi antara tim KKN-T 4 Desa Pangkemiri dengan pihak-pihak yang terlibat dalam mendukung program. Tim melakukan komunikasi dan menjalin kerja sama dengan RSU ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan untuk memperoleh persetujuan serta dukungan tenaga medis dalam pemeriksaan kesehatan anak. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ibu Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog, guna mendukung kegiatan penyuluhan mengenai pengenalan minat dan bakat anak. Tidak hanya itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak sekolah, yakni TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Pangkemiri, untuk menentukan jadwal pelaksanaan, jumlah peserta didik yang akan mengikuti kegiatan, serta fasilitas yang dapat digunakan. Survei lapangan turut dilaksanakan untuk memperoleh data awal yang akurat sehingga kegiatan dapat dirancang secara efektif [14].</p>
      <sec id="heading-47f9f41dc22343ddf81ca342cb0e97b0">
        <title>Tahap Persiapan</title>
        <fig id="figure-panel-aeee864cb756f6fd6bfd30d056b43d99">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Persiapan Kegiatan Program Kerja Pengabdian Masyarakat Bersama DPL</title>
            <p id="paragraph-0cdcd88e1962e76f8829917486083adc" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-65f673664983131a387918125b6f993a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="1.jpg" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-24">Tahap persiapan pada gambar. 1 difokuskan pada penguatan internal tim KKN. Pada tahap ini, dilakukan pembentukan tim pelaksana dengan pembagian tugas yang jelas sesuai bidang masing-masing anggota, seperti dokumentasi, publikasi, teknis kegiatan, hingga logistik. Tim juga menyiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung jalannya kegiatan. Persiapan tersebut meliputi alat ukur tinggi dan berat badan, instrumen skrining gizi, peralatan pemeriksaan gigi, alat tulis, formulir pemeriksaan, serta materi penyuluhan. Selain itu, disiapkan pula media presentasi dan sarana pendukung lain agar penyuluhan berjalan lebih interaktif.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-6_2">
        <title>Tahap Pelaksaan</title>
        <fig id="figure-panel-f16c93e01374cbfd274c96e7572b7c13">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Poster dan Banner Kegiatan Program Kerja Pengabdian Masyarakat KKN-T4</title>
            <p id="paragraph-a6642bb6aa8332a10ba787cb8bbb9149" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-41e1de7931ad4ba6b334fb346b9bb9c7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="2.png" />
        </fig>
        <p id="paragraph-fc44b4ed08e1c8d377c0dd2e8f35bb79">Tahap pelaksanaan pada gambar. 2 dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, yaitu pada 23 Agustus 2025 bertempat di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Pangkemiri dan Masjid Baiturrohim. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar bagi anak-anak, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, skrining gizi, serta pemeriksaan gigi. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh tim KKN dengan pendampingan dari dua perawat serta dokter anak dr. Delfia Rahmat Gozali, Sp.A. dan dokter gigi drg. Novita Pratiwi, Sp.Perio. Selanjutnya, dilakukan penyuluhan kesehatan gigi oleh drg. Novita Pratiwi untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pengenalan minat dan bakat anak yang disampaikan oleh Ibu Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog. Sesi ini dilengkapi dengan tanya jawab interaktif yang melibatkan guru dan orang tua agar lebih memahami potensi perkembangan anak.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-845c26e7c37def4a1bca6f1e21e7d9c7">
        <title>Tahap Terakhir Evaluasi dan Pelaporan  </title>
        <fig id="figure-panel-7a02a7580ff34fafdeeec76381bd889d">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Diskusi Bersama DPL Evaluasi dan Penyusunan Laporan</title>
            <p id="paragraph-77485a56659953b6db4be76d2f7fa74d" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-97fdb72609ae52f7e08bc34a9365a0de" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="3.jpg" />
        </fig>
        <p id="paragraph-8e1a4a7f4015158796acf4320ce1fb93">Tahap terakhir pada gambar. 3 adalah evaluasi dan pelaporan. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan serta dampak yang dirasakan oleh anak-anak, guru, dan orang tua setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan. Evaluasi juga mencakup analisis data hasil pemeriksaan gizi, pertumbuhan fisik, dan kesehatan gigi anak. Temuan dan masukan dari peserta kegiatan menjadi bahan refleksi untuk perbaikan kegiatan sejenis di masa depan. Selanjutnya, seluruh hasil kegiatan disusun dalam bentuk laporan akhir KKN Terpadu 2025 Kelompok 4 Desa Pangkemiri yang dilengkapi dengan rekapitulasi hasil pemeriksaan kesehatan, dokumentasi kegiatan, serta rekomendasi tindak lanjut.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>
        <bold id="bold-00b9056867344ef73fd64b6ab534468b">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="sec-7_1">
        <title>Pelaksanaan Skrining Kesehatan</title>
        <fig id="figure-panel-3cf363dea9ba809c126c1ac47d76f56f">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Kegiatan Registrasi Peserta Hadir, Dilanjutkan Daftar Nama Anak Usia dini ke Poli Anak, Pengukuran TB, BB, LD, LK, dll, Pemeriksaan Kesehataan Kepada Anak Usia Dini oleh Dokter Anak, dan Konsultasi tentang Kesehatan Anak Usia Dini.</title>
            <p id="paragraph-d4600fdc9d24a9e09f600ae3e9087c43" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-fd1105413443ad6f88f80a21c5961d46" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="4.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-28">Kegiatan pada gambar. 4 Merupakan skrining kesehatan dilaksanakan selama dua hari di TK Aisyiyah 3 Tulangan dengan jumlah peserta 50 anak usia dini. Skrining ini mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan kesehatan dasar seperti status gizi dan tanda-tanda penyakit ringan. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data bahwa sekitar 15% anak mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Temuan ini sejalan dengan data Kementerian Kesehatan RI (2021) yang menunjukkan bahwa masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di wilayah pedesaan. Anak-anak dengan status gizi kurang diberikan rujukan agar mengikuti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sudah berjalan di desa, sementara anak-anak dengan status gizi lebih diberikan arahan mengenai pola makan sehat yang lebih seimbang. Selain itu, ditemukan pula beberapa anak yang mengalami gangguan kesehatan ringan, seperti batuk kronis, alergi, dan gejala anemia. Tim medis dari RS Siti Fatimah Tulangan memberikan arahan kepada orang tua untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas setempat. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini sebagai upaya mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-7_2">
        <title>Pemeriksaan Kesehatan Gigi</title>
        <fig id="figure-panel-5bd8ec2731ce07e89c6b55c9f5d97743">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Daftar Nama Anaka Usia Dini ke Poli Gigi, Dilanjutkan Pemeriksaan Gigi oleh Dokter Gigi, Konsultasi Mengenai Masalah Kesehatan Gigi Anak, dan Cabut gigi Anak Usia Dini yang Sudah Goyang oleh Dokter Gigi.</title>
            <p id="paragraph-8ce2bb2da45537edfeacbb21d7c2b55c" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-048b889be0449624d9601d974203f390" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="5_2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-30">Pemeriksaan kesehatan gigi yang dilakuakan seperti gambar. 5 oleh dokter gigi dari RS Siti Fatimah dengan pendampingan tim KKN. Dari total 50 anak yang diperiksa, ditemukan sekitar 40% anak mengalami masalah gigi, seperti karies gigi, gigi berlubang, dan maloklusi. Data ini mendekati angka prevalensi nasional yang dirilis oleh Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI,2022), yaitu sekitar 60% anak Indonesia mengalami karies gigi. Anak-anak yang terdeteksi mengalami masalah gigi mendapatkan perawatan dasar berupa pembersihan gigi, penambalan sederhana, serta pemberian fluoride untuk pencegahan.</p>
        <fig id="figure-panel-9277c1bcd08ac2ae0ac97345e9dbf282">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Penyuluhan Untuk Orang Tua tentang Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anaka Usia Dini oleh Dokter Gigi.</title>
            <p id="paragraph-9c9d60b6bf2eeea81001783b0ed06836" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-2f2e7c53d19008e3ab34519d5c19318a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="6.jpg" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-32">Orang tua kemudian diberikan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan gigi anak seperti gambar. 6, termasuk:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-4fe1cde9328fff76fb76ad147b616567">
          <list-item>
            <p>Teknik menyikat gigi yang benar.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Pentingnya membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Rekomendasi pemeriksaan gigi rutin minimal setiap enam bulan.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-33">Selain edukasi lisan, tim juga membagikan leaflet sederhana agar orang tua dapat memahami dengan jelas dan mengulanginya di rumah. Sosialisasi ini penting mengingat tingkat kesadaran orang tua di desa terhadap kesehatan gigi masih relatif rendah, padahal kebiasaan buruk sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan anak.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-7_3">
        <title>Penyuluhan Psikologi: Pengenalan Minat dan Bakat Anak</title>
        <fig id="figure-panel-4b46becdc14a06d9f97c14d9eb223e9c">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title> Penyuluhan untuk Orang Tua Tentang Pengenalan Minat dan Bakat Anak Usia Dini oleh Psikolog.</title>
            <p id="paragraph-6556876164cb6c6784c3a52b617b4c95" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a6115dced875e64e89d6b033bb4a3c31" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="7.jpg" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-35">Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan KKN-T juga menghadirkan psikolog dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), seperti gambar. 7 untuk memberikan penyuluhan terkait pengenalan minat dan bakat anak usia dini. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua tentang pentingnya memberikan stimulus positif sesuai potensi anak. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif yang diikuti oleh guru TK dan orang tua murid. Psikolog menjelaskan bahwa pengenalan minat dan bakat dapat dilakukan melalui observasi keseharian anak, pemberian kesempatan mencoba berbagai aktivitas, serta komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua, dan guru. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab, di mana orang tua sangat antusias menanyakan cara mengenali bakat anak di bidang seni, olahraga, maupun akademik.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-15432ba367b28a6a44a08286b6912636">
        <title>Evaluasi dan Dampak Kegiatan</title>
        <p id="_paragraph-36">Setelah kegiatan berakhir, dilakukan evaluasi melalui wawancara singkat dengan guru dan kuesioner kepada orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-442c7c5c2e081adad58865cec17db157">
          <list-item>
            <p>85% orang tua merasa lebih memahami pentingnya kesehatan fisik dan psikologis anak setelah mengikuti kegiatan ini.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>70% anak yang mendapatkan pemeriksaan gigi menunjukkan peningkatan kesadaran menjaga kebersihan gigi, misalnya dengan antusias menirukan cara menyikat gigi yang benar.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Guru menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu mereka dalam memantau kondisi kesehatan murid, sekaligus memberikan masukan terkait strategi pembelajaran yang sesuai dengan potensi anak.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-37">Dari segi kesehatan, setelah kegiatan, tidak ditemukan anak dengan kondisi gizi buruk atau masalah kesehatan serius. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan memberikan manfaat nyata dalam jangka pendek. Dampak jangka panjang diharapkan dapat tercapai apabila program serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan puskesmas dan pemerintah desa.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-7_5">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-38">Hasil kegiatan KKN-T 4 di TK Aisyiyah Bustanul A thfal (ABA) 3 Pangkemiri menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berhasil memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi anak-anak, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang sejak dini [15]. Melalui pemeriksaan tinggi badan, berat badan, skrining gizi, serta pemeriksaan gigi, diperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan anak [16]. Data ini menjadi acuan penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan, kebersihan gigi, serta kebutuhan gizi anak sesuai tahap pertumbuhannya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam program kesehatan anak sangat berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Selain aspek kesehatan fisik, kegiatan penyuluhan mengenai pengenalan minat dan bakat yang diberikan oleh psikolog turut menambah nilai lebih dalam program ini [17]. Guru dan orang tua diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda, sehingga perlu diarahkan sesuai bakat dan minatnya [18]. Diskusi interaktif yang berlangsung selama penyuluhan juga membuka ruang komunikasi dua arah, di mana orang tua dapat berbagi pengalaman sekaligus memperoleh solusi dari tenaga ahli. Dengan adanya penyuluhan [19] ini, orang tua tidak hanya fokus pada kesehatan fisik anak, tetapi juga lebih peka terhadap perkembangan psikologis dan potensi yang dimiliki. Secara keseluruhan, kegiatan KKN-T ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara tim mahasiswa, tenaga medis, psikolog, guru, dan orang tua mampu menghadirkan program pengabdian yang komprehensif. Integrasi layanan kesehatan fisik, kesehatan gigi, dan penyuluhan psikologi menjadikan kegiatan ini sebagai contoh nyata penerapan pendekatan [20] holistik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Model pelaksanaan seperti ini dapat dijadikan acuan atau replikasi bagi program Kesehatan [21] masyarakat lainnya, baik di tingkat sekolah maupun komunitas desa.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-7_6">
        <title>Rekomendasi</title>
        <p id="_paragraph-39">Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, beberapa rekomendasi yang perlu dipertimbangkan ke depan adalah:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-0db75409ae29277528a6b6b89d2cb788">
          <list-item>
            <p>Pelaksanaan rutin skrining kesehatan dan pemeriksaan gigi minimal dua kali setahun di sekolah, bekerja sama dengan puskesmas setempat.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Penguatan peran orang tua melalui program edukasi gizi, kesehatan gigi, dan parenting yang diadakan secara berkala.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Penyediaan fasilitas kesehatan anak di tingkat desa, agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan tanpa harus ke kota.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Integrasi program minat dan bakat anak ke dalam kurikulum TK, sehingga guru dapat membantu mengarahkan perkembangan anak sejak dini.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-40">Dengan adanya tindak lanjut dan keberlanjutan program ini, diharapkan anak-anak di Desa Pangkemiri, khususnya TK Aisyiyah 3 Desa Pangkemiri Tulangan, dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter sesuai dengan potensi masing-masing [22].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-c1f6440a74aeb352465514e7b6be5d39">
      <title>
        <bold id="bold-181a189e2a24b89ef9591ebdf796de8f">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="heading-43b7030a4099787645626cbd0e6dfcae">
        <bold id="bold-be76106fac05830272032957dafd8dd6">Kesimpulan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Pelaksanaan program KKN-T 2025 Kelompok 4 Desa Pangkemiri dengan tema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini” telah berhasil memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, guru, serta orang tua. Melalui rangkaian kegiatan berupa skrining kesehatan, pemeriksaan gigi, dan penyuluhan psikologi tentang minat dan bakat, program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perhatian pada perkembangan psikologis dan potensi anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran orang tua dan guru tentang pentingnya menjaga kesehatan anak, baik dari sisi gizi, kebersihan gigi, maupun stimulasi minat dan bakat sesuai tahap perkembangan. Selain itu, data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menjadi dasar penting untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Program ini juga membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, tenaga medis, psikolog, pendidik, dan masyarakat mampu menciptakan pendekatan holistik dalam mendukung lahirnya generasi sehat, cerdas, dan berkarakter.</p>
      <p id="paragraph-246c95a482ea4ed687999fac88bcddc9">
        <bold id="bold-23cfcf90c639f4dad960e1c138631361">Saran</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Agar manfaat dari program ini dapat lebih berkelanjutan, perlu adanya tindak lanjut yang melibatkan seluruh pihak terkait [23]. Pertama, skrining kesehatan dan pemeriksaan gigi sebaiknya dilaksanakan secara rutin minimal dua kali dalam setahun dengan dukungan puskesmas setempat, sehingga pemantauan kesehatan anak dapat berjalan lebih optimal. Kedua, peran orang tua perlu terus diperkuat melalui program edukasi gizi, kesehatan gigi, dan parenting yang diselenggarakan secara berkala agar kesadaran yang terbentuk dapat dipraktikkan secara konsisten di rumah. Ketiga, pemerintah desa diharapkan dapat memfasilitasi layanan kesehatan anak yang lebih mudah diakses masyarakat, sehingga deteksi dan penanganan dini dapat dilakukan lebih cepat. Terakhir, pengenalan dan pengembangan minat serta bakat anak sebaiknya diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di tingkat taman kanak-kanak, sehingga guru dapat lebih terarah dalam mendampingi perkembangan potensi anak sejak dini. Dengan adanya kesinambungan program dan dukungan lintas sektor, diharapkan kualitas tumbuh kembang anak di Desa Pangkemiri semakin meningkat dan mampu mencetak generasi unggul di masa depan.</p>
      <p id="paragraph-6e838fb04a492fc8d3831c197b393545">
        <bold id="bold-61f4632131b0328c143d195c0c9488ec">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) 2025 Kelompok 4 Desa Pangkemiri dapat terlaksana dengan baik dan laporan ini dapat diselesaikan tepat waktu. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas bagi mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat ini. Serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T Kelompok 4, Drg. Novita Pratiwi, Sp.Perio. atas segala support dan bimbingannya. Terima kasih juga kepada RSU ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan beserta tenaga medis, yaitu dr. Delfia Rahmat Gozali, Sp.A., dan drg. Novita Pratiwi, Sp.Perio., serta tim perawat yang telah mendukung penuh kegiatan pemeriksaan kesehatan anak. Penghargaan yang tulus kami sampaikan kepada Ibu Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog dari Umsida atas kontribusi dan ilmunya dalam memberikan penyuluhan mengenai pengenalan minat dan bakat anak usia dini. Kami juga berterima kasih kepada Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Pangkemiri, beserta dewan guru yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Pangkemiri yang telah memberikan dukungan penuh. Tidak lupa, penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada orang tua murid, masyarakat Desa Pangkemiri, dan seluruh pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung sehingga kegiatan KKN-T dapat berjalan dengan lancar. Semoga segala bentuk dukungan, kerja sama, dan bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT, serta hasil dari program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi anak-anak, orang tua, dan masyarakat Desa Pangkemiri.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>