<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Enhancing Deradicalization Preaching Through Literacy and Technology: A Training and Media Approach</article-title>
        <subtitle>Meningkatkan Dakwah Deradikalisasi Melalui Literasi dan Teknologi: Pendekatan Pelatihan dan Media</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-9d77f963a7793e249574bcad5465d85b" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Khoiri</surname>
            <given-names>Khoiri</given-names>
          </name>
          <email>khoiri.hasbunalloh@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-aa8c5e7cdd43597f0eb2964f6229b5af" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Farihah</surname>
            <given-names>Anis</given-names>
          </name>
          <email>khoiri.hasbunalloh@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-24">
          <day>24</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Fathul kutub adalah sebuah kegiatan membaca dan menelaah kitab (khususnya kitab klasikal) yang biasanya diberikan kepada santri paling maju di pesantren. Sebagai metode, Fathul kutub bertujuan untuk menguji kemampuan santri membaca buku kuning. Dengan kata lain Fathul kutub adalah sebuah metode pembelajaran yang memperbaharui kompetensi santri khususnya dalam menguasai kaidah bahasa arab, disamping prinsip-prinsip agama lain yang relevan dengan tema kitab. Adapun kitab tersebut membahas terkait berupa akidah, fikih, hadis, tafsir, tasawuf dan lain-lain. Metode Fathul Ekstrim biasanya dikhususkan untuk santri yang akan menyelesaikan studinya di pesantren. Dengan mempelajari kitab dengan metode fathul kutub diharapkan santri yang telah lulus dapat menjadi penceramah atau dai yang senantiasa dapat berdakwah di segala medan[1].</p>
      <p id="_paragraph-14">Da’i adalah seseorang yang mengajak orang lain untuk menyeru kepada hal yang baik dan mecegah hal-hal yang munkar secara langsung maupun tidak langsung. Media yang digunakan dalam da’i untuk mengajak orang lain dapat melalui lisan, tulisan atau perbuatan untuk mengamalkan ajaran islam atau menyebarkan agama islam secara luas[2]. Pada era saat ini perkembangan teknologi sangat berkembang dengan pesat. Para da’i sebagai penyebar dakwah amar ma’ruf nahi munkar dapat menggunakan media teknologi sebagai sarana dakwah[3]. Pada saat ini banyak sekali pergerakan berupa kelompok pendakwah yang kebanyakan didominasi anggotanya oleh anak muda sebagai da’i yang senantiasa berdakwah menyebarkan ajaran agama islam. Salah satu contoh kelompok da’i tersebut adalah da’i perdamaian.</p>
      <p id="_paragraph-15">Tugas utama Da’i Agen Perdamaian yang sedang digencarkan Muhammadiyah adalah dakwah deradikalisasi. Melalui program tersebut, Muhammadiyah berharap besar pada seluruh da’i untuk dapat melaksanakan tiga program besar dalam melaksanakan konsep deradikalisasi, yakni; pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, dan pembinaan preventif berkelanjutan. Tiga program besar itu dapat dicapai melalui tiga strategi yaitu pengelolaan kelembagaan, dukungan dari berbagai pihak, dan program peningkatan kapasitas dakwah mencakup adaptasi materi deradikalisasi, kemampuan penelusuran sumber materi, metode dan strategi dakwah, serta keberagaman sasaran dakwah di Indonesia[4].</p>
      <p id="_paragraph-16">Selain permasalahan tersebut, pengaruh perkembangan teknologi yang begitu pesat terhadap semua lini kehidupan masyarakat, perlu juga mendapat perhatian khusus dalam upaya mengembangkan strategi dakwah. Kedekatan masyarakat terhadap teknologi harus dipertimbangkan sebagai salah satu faktor dalam menentukan model dakwah. Tantangan dakwah di tengah perkembangan teknologi informasi menjadi lebih kompleks. Untuk itu, da’i dituntut piawai menyampaikan dakwahnya melalui media yang sangat dekat dan diminati masyarakat, yaitu media sosial, agar dakwah dapat efektif dan efisien[5]. Media sosial adalah media online dimana para penggunanya melalui apilasi dapat berbagi,mendapatkan dan menciptakan konten berupa blog, vlog dan jejasring sosial lainnya didunia virtual karena disokong dengan adanya teknologi yang maju. Dengan adanya media tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyearkan ajaran islam melalui Gerakan dakwah sosial media[6].</p>
      <p id="_paragraph-17">Salah satu media dakwah yang dinilai efektif untuk digunakan da’i di era teknologi informasi adalah seperti internet, Facebook, WhatsApp dan media social. Kecanggihan teknologi pun dapat dimanfaatkan da’i untuk mengembangkan materi dakwahnya sesuai kebutuhan, namun dengan tetap waspada dan bijak dalam memilah dan memilih sumber yang digunakan[7]. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa Da’i Perdamaian di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gedeg Kabupaten Mojokerto belum memiliki kemampuan dalam pemahaman kitab tafsir dan hadist klasik. Selain itu belum tersedianya teknologi yang dapat memfasilitasi dakwah seperti media sosial dan sebagainya.</p>
      <p id="_paragraph-18">Minimnya mubaligh yang memiliki kualifikasi pemahaman kitab-kitab klasik dalam bidang tafsir dan hadis ini perlu ditanggulangi, diantaranya adalah dengan meningkatkan kualitas SDM mubaligh termasuk dalam pemahaman literatur kitab klasik. Pemahaman literatur dan cara membuka literatur kitab klasik ini sangat penting, karena khazanah keilmuan berkaitan dengan ulum ad diniyah ada di sana[8]. Jika kondisi ini tidak diatasi khawatir dalam beberapa tahun ke depan akan sangat minim mubaligh yang bisa membuka dan menyampaikan terkait pokok-pokok ajaran Islam yang semua ada dalam kitab klasik. Selain itu, da’i dan mubaligh juga dituntut melek teknologi, tidak hanya sebagai media dakwah, namun juga sebagai sumber literatur dan memperkaya wawasan kemasyarakatan yang menjadi sasaran dakwahnya. Dengan demikian, penyiapan kader mubaligh yang mampu membaca sumber primer referensi Islam serta melek teknologi menjadi sangat perlu terutama di kalangan mubaligh muda Muhammadiyah yang nantinya mereka berperan dalam meneruskan estafet dakwah perdamamian Muhammadiyah[9].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <sec id="heading-e8907543803457ba78dd1fc73a25f1c4">
        <title>Waktu dan Tempat Pelaksanaan</title>
        <p id="_paragraph-20">Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Fathul Kutub At Tafsir dan Hadist Berbasis Teknologi Untuk Da’i Perdamaian Muhammadiyah Gedeg, dilaksanakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto yang berlokasikan tepat di Jl. H.Nurhasyim No. 8 Gedeg Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 18 Maret 2023.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ff0c48b618f21acd1a9f29d0186fca6b">
        <title>Tahapan Pelaksanaan Kegiatan</title>
        <p id="_paragraph-22">Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu:</p>
        <p id="paragraph-2566fbbae5f2b301360bbe1eb9a68126">
          <bold id="bold-1">A. </bold>
          <bold id="bold-2">Tahap Persiapan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-23">Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan. Beberapa sub kegiatan yang ini adalah:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-7213e0dc86630c8ff68a60ca4da83dc5">
          <list-item>
            <p>Berkoordinasi dengan mitra terkait jadwal, bentuk dan tempat kegiatan.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Menyusun materi workshop yang terdiri dari materi cara membuka dan memahami kitab tafsir dan hadist klasik, dan materi pemanfaatan teknologi untuk dakwah.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="paragraph-b1c30ecb21f2d185b4e6eafd7a9825a6">
          <bold id="bold-05412736d1aa0f8457247d4b9165d04c">B</bold>
          <bold id="bold-725bc8b45f4425ba49339e8d6f57f400">. </bold>
          <bold id="bold-b8df7f7b49d6584dee19c1d09c70a734">Tahap Pelaksanaan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-24">Pada tahap ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu:</p>
        <p id="paragraph-ecc121f70e409fd2a636164405bfd601">1) Workshop </p>
        <p id="_paragraph-25">Kegiatan ini dilakukan dengan mengundang peserta da’i di lingkungan PCM Gedeg dengan waktu dan tempat yang disepakati dengan pihak mitra.</p>
        <p id="paragraph-f8ea9fa4b5edb159a847f1cf659dd30b">2) Pendampingan pembuatan media dakwah berbasis teknologi</p>
        <p id="_paragraph-26">Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mendampingi PCM membuat akun media sosial Facebook atau media lain sesuai potensiyang dimiliki PCM serta cara memposting tulisan atau konten dakwah.</p>
        <p id="paragraph-c3d802906327da56bf1b39c4db6ff450">
          <bold id="bold-d0359a1cc6c92fbdb933626a407d4595">C. </bold>
          <bold id="bold-4530adb89de004ee2660a5e9fb2bceb1">Tahap Evaluasi</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-27">Tahap evaluasi akan dilakukan dalam dua bentuk, yaitu:</p>
        <p id="paragraph-803bd5d5e073f085168fdce8a49f8a18">a. Evaluasi berbasis kegiatan. </p>
        <p id="_paragraph-28">Evaluasi ini dilakukan pada kegiatan workshop yaitu melalui pre test berupa praktek membuka kitab tafsir hadits, serta post test bagi seluruh peserta workshop dengan cara praktek berupa pemberian tugas menemukan jawaban dari permasalahan materi dakwah yang diberikan oleh pemateri dalam kitab tafsir dan hadits. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketrampilan peserta workshop terhadap materi yang diberikan oleh pemateri. Evaluasi kebermanfaatan. Evaluasi ini akan dilakukan di akhir kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan kegiatan pengabdian masyarakat pada mitra. Evaluasi ini juga digunakan dasar untuk menentukan kegiatan selanjutnya sebagai bentuk keberlanjutan program. Evaluasi kebermanfaatan dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuisioner oleh mitra yaitu PCM dan peserta workshop. Pertanyaan kuisioner yaitu kesan pesan mengenai kegiatan, serta kritik saran dan tindaklanjut yang dibutuhkan mitra</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan </title>
      <p id="_paragraph-29">Kegiatan pelatihan peningkatan pemahaman fathul kutub at tafsir dan hadist berbasis teknologi untuk da’i perdamaian muhammadiyah gedeg secara garis besar terdapat 2 kegiatan utama. <italic id="_italic-20"><bold id="_bold-21">Pertama,</bold></italic> workshop pelatihan pemahaman fathul kutub at tafsir dan hadist berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 2 ahli yakni Ustadz Khoiri dan Ustadzah Anis Farihah. Kegiatan ini dilakukan dengan mengundang peserta da’i di lingkungan PCM Gedeg yang berjumlah 20 orang dengan waktu dan tempat yang disepakati dengan pihak mitra. Kegiatan workshop dilaksanakan selama 2 hari, yaitu hari pertama workshop fathul kutub beserta prakteknya. Hari kedua, yaitu workshop pemanfaataan teknologi untuk dakwah, mencakup teknik penelusuran referensi dakwah berupa kitab-kitab rujukan primer secara online, seperti maktabah syamilah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 18-19 Maret 2023. Kegiatan dilaksanakan dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang dihadiri 20 orang sebagaimana ditunjukkan oleh gambar 1.</p>
      <p id="_paragraph-30">Dalam kegiatan ini juga dilakukan sebuah evaluasi. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan workshop yaitu melalui pre test berupa praktek membuka kitab tafsir hadits, serta post test bagi seluruh peserta workshop dengan cara praktek berupa pemberian tugas menemukan jawaban dari permasalahan materi dakwah yang diberikan oleh pemateri dalam kitab tafsir dan hadits. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketrampilan peserta workshop terhadap materi yang diberikan oleh pemateri sebagaimana ditunjukkan oleh gambar 2 dibawah.</p>
      <fig id="figure-panel-f505e1ac1e99f52f59991d9938a1f226">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Gambar (Atas). Diagram Respon Peserta Terhadap Kegiatan, Gambar (Bawah). Diagram Pemahaman Peserta Terhadap Materi Yang Disampaikan</title>
          <p id="paragraph-2778ec7125c117c22dac04d2197e6cbf" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-dbe980967a9d52f56fd9b5505d783fba" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="fathul kutup g 1,2.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-33"><italic id="_italic-21"><bold id="_bold-22">Kedua,</bold></italic>kegiatan selanjutnya yakni pendampingan pembuatan media dakwah berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mendampingi PCM membuat akun media sosial Facebook atau media lain sesuai potensi yang dimiliki PCM serta cara memposting tulisan atau konten dakwah. Pada saat ini perkembangan teknologi dan informasi sangat berkembang pesat. Setiap orang dari usia anak-anak sampai dengan dewasa pasti memiliki sebuah perangkat teknologi yang dapat untuk mengakses informasi. Salah satu sarana untuk mendapatkan informasi melalui telephon yakni melalui media sosial atau sosmed. Media sosial menjadi salah satu sarana untuk bertukar informasi. Informasi yang ada pada media sosial sangat beragam. Keberagaman informasi yang ada di media sosial menyangkut banyak hal diantaranya ada yang menunjukkan indikasi negative kepada pembacanya dan dapat merusak moral serta pola pikir pembacanya[10]. Selain itu ada juga informasi yang positif yang mengarah pada suatu kebenaran. Atas dasar keberagaman informasi inilah yang menjadi dasar pembuatan akun media sosial untuk PCM Gedeg.</p>
      <p id="_paragraph-34">Tujuan dari dibutnya akun media sosial PCM Gedeg yakni untuk menangkal informasi-informasi yang mengandung unsur negative. Dengan memposting tulisan atau video yang berisikan kegiatan positif atau kajian dakwah dirasa dapat memberikan kesan yang positif kepada pembaca. Harapan dengan adanya media sosial ini PCM Gedeg lebih aktif dalam berdakwah melalui media sosial.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-35">Program pengabdian Masyarakat ini merupakan sebuah sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pemahaman terhadap tafsir hadist. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 2 program utama yakni dengan mengadakan workshop pelatihan pemahaman fathul kutub at tafsir dan hadist berbasis teknologi. Program kedua yakni dengan pendampingan pembuatan media dakwah berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mendampingi PCM membuat akun media sosial Facebook atau media lain sesuai potensi yang dimiliki PCM serta cara memposting tulisan atau konten dakwah.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>