<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Enhancing Seaweed-Based Dodol Production in Coastal Communities: A Case Study of Gracillaria verrucosa in Wisata Bahari Tlocor, Indonesia</article-title>
        <subtitle>Meningkatkan Produksi Dodol Berbasis Rumput Laut di Masyarakat Pesisir: Studi Kasus Gracillaria verrucosa di Wisata Bahari Tlocor, Indonesia</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8fb7b87246b365a1c98a85ed81f99777" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hudi</surname>
            <given-names>Lukman</given-names>
          </name>
          <email>lukmanhudi@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-3a3178675742a4f157d6f1f441f089ce" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Budiandari</surname>
            <given-names>Rahmah Utami</given-names>
          </name>
          <email>lukmanhudi@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-3af8cf4227494bcba82fd3a57aa9702a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Prihatiningrum</surname>
            <given-names>Andriani Eko</given-names>
          </name>
          <email>lukmanhudi@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-02">
          <day>02</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-1501d052b876fee9d2505f223fad0a18">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="heading-39510d8095b97b8ed4d04974771f2a15">
        <bold id="bold-9611d1d5d935df758ef4ca7f5555e7d1">a. Dodol Rumput Laut </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-12">Dodol adalah produk olahan hasil pertanian enis pangan semi basah yang terdiri atas campuran tepung, santan dan gula dikeringkan melalui proses pemasakan. Makanan ini basanya digunakan sebagai makanan ringan atau makanan selingan. Dodol rumput laut adalah salah satu bentuk diversifikasi produk hasil pengolahan rumput laut [1]. Rumput laut <italic id="_italic-36">Gracilaria</italic> <italic id="_italic-37">verrucosa</italic> banyak dibudidayakan oleh petani tambak di Kabupaten Sidoarjo khususnya di desa Tlocor. Keberadaannya yang melimpah berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan olahan agar memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Rumput laut cocok dijadikan bahan pangan serta bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung serat, asam-asam amino, lemak yang rendah, karbohidrat, mineral, dan vitamin [2]. Jenis rumpt laut yang dibudidayakan di desa ini jenis <italic id="_italic-38">Gracilaria</italic> <italic id="_italic-39">verrucose, </italic>jenis ini diketahui memiliki sifat aktivitas antioksidan, antibakteri serta senyawa alkoloid, flavonoid, tanin dan fenol. Senyawa -senyawa tersebutmemiliki fungsi sebagai antibakteri, antiinflamasi, antivirus serta antikanker [3]. Selain memiliki kandungan antioksidan, rumput laut <italic id="_italic-40">Gracilaria</italic><italic id="_italic-41">verrucosa</italic>juga memiliki kandungan serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Rumput laut merupakan sumber serat larut yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang hidup di darat, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan serealia yang umumnya memiliki serat tidak larut. Rumput laut jenis <italic id="_italic-42">Gracilaria</italic> sp. merupakan sumber makanan yang memiliki banyak serat alami, memiliki kandungan kalori yang rendah sehingga baik untuk diet [4]. Serat yang terdapat pada <italic id="_italic-43">Gracilaria</italic><italic id="_italic-44"> sp</italic>. mampu mencegah sembelit, obesitas, ambeien, dan kanker saluran pencernaan karena serat tersebut memiliki sifat memperlancar metabolisme tubuh, mengenyangkan,mengurangi lemak darah, serta menurunkan kadar gula. Selain digunakan pada bidang pangan, kandugan dalaktan dan selulosa dalam rumput laut <italic id="_italic-45">Gracilaria</italic><italic id="_italic-46"> sp</italic>. mampu menjadi alternatif bahan baku penghasil bioetanol [5].</p>
      <p id="paragraph-259d1d03dedb75a32e92c3c957c8edef">
        <bold id="bold-fbcb77087993b54a245720755caa13cd">b. Analisa situasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-13">Desa Kedungpandan adalahasalahsatu desa di antara 322 jumlah desa dan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Letak Desa Kedungpandan berbatasan dengan beberapa desa meliputi sebelah utara Desa Tambak Kalisogo, sebelah selatan Desa Kedungboto Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, sebelah Barat Desa Semambung Kecamatan Jabon. Gambar Peta Administrasi Desa Kedung pandan. Dapat dilihat pada Gambar 1.</p>
      <fig id="figure-panel-f7da5a393c028467907ea1aa9dca54a1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Peta Adminstrasi Desa Kedungpandan</title>
          <p id="paragraph-7006d76977139f509a16643bb989ad09" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-ed23a7c1bcba81d78c42714165069475" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="941 g 1.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-15">Desa Kedungpandan memilki Luas Wlayah 16.454.316 Ha, memiliki 3 Dusun yaitu Dusn Limbe, Kedunpandan dan Tlocor. Mempunyai 5 RW dan 16 RT dengan Jumlah Penduduk 4.894 Jiwa. Potensi desa yang dimiliki oleh desa Kedungpandan di antarnya Lahan pertanian tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Lokasi desa Kedungpandan terutama dusun Tlocor merupakan area pesisir dan perairan merupakan sumber hasil perikan bandeng kepiting, udang dan rumput laut. Jenis rumput laut yang dihasikan adalah <italic id="_italic-47">Gracilaria</italic><italic id="_italic-48"> verrucose.</italic></p>
      <p id="paragraph-f93df094894eef0862b1a963c8bd7f14">
        <bold id="bold-2">b. Potensi Mitra</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-16">Dusun Tlocor berpotensi penghasil rumput laut <italic id="_italic-49">Gracilaria</italic><italic id="_italic-50">verrucosa</italic>ang sangat besar. Ketersediannya msih untuk pabrik pengolahan untuk industri. Disi lain belum banyak penangannan dan pengolahan rumput laut selain untuk<italic id="_italic-51">pretreatmen</italic>penyediaan pabrik. Sebagi upaya peningkatan nilai nilai tambah secara ekonomi maka perlu pengembangan diversifikasi produk rumput laut menjadikan produk Dodol rumput laut. Potensi lain, Dusun Tlocor juga sebagai Destinasi wisata baru, berpotensi sebagai pasar yang menjanjikan untuk produk tersebut.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-a0f5610cbc355206d623c709c171fcbb">
      <title>Metode Pelakasanaan</title>
      <p id="_paragraph-18">Sebelum melakukan kegiatan Pelatihan pembuatan dodol rumput laut aneka rasa buah buahan “sirna demato” dusun Tlocor kedung pandan jabon sidoarjo melalui program kemitraan masyarakat institusi_Pngabdian Masyarakat Internal Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dilakukan beberapa tahapan yaitu: survey lokasi untuk menggali potensi, pendekatan mitra utnuk menggali permasalahan, dan perancangan kegiatan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Tahapan berikutnya berupa realisasi kegiatan berupa demonstrasi peltihan dan pendampingan proses pembuatan dodol rumput laut <italic id="_italic-52">Gracilaria</italic><italic id="_italic-53"> verrucose</italic> dengan aneka rasa buah-buahan. Pelatihan dilakukan kepada kelompok masyarakat dusun Tlocor Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon Kabupaten Sisoarjo. Pelatihan meiputi metode pembuatan dodol rumput laut, cara penanganan dan pengolahan rumput laut dan olahannya yang baik, pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan pelatihan dapat di lihat pada Gambar 2.</p>
      <fig id="figure-panel-27df37c12febb7d8a18352d096be8ece">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Kegiatan Pelatihan Pembuatan Dodol Rumput Laut</title>
          <p id="paragraph-62cfb8467906b12527f573abe139bbc2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d12172aad9a6f6820378fee1e31499f8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="941 g 2.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-21">Hasil dari pelatihan ini diharapkan, masyarakat secara mandiri dapat memproduksi atau mengolah produk dodol rumput laut yang berkualitas dan dikembangkan sebagai bentuk Usaha Menengah dan Kecil Masyarakat (UMKM) dan menyediakan produk olahan khas masyatrakat destinasi Wisata Bahari Tlocor dusun Tlocor Desa Kedungpandan Jabon Sidoarjo Jawa Timur, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-74d41a46e6052cb5f97d1965dec7f642">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-23">Pelatihan dikiuti kelompok masyarakat dusun Tlocor Desa Kedungpandan Jabon Sidoarjo, dilaksanakan pada hari Rabu 17 Mei 2023 di Balai dusun Tlocor. Kegiatan ini adalah pertama kali diadakan terkait dengan pelatihan pembuatan dodol.</p>
      <p id="_paragraph-24">Beberapa tahapan dalam proses pembuatan dodol rumput laut meliputi, <italic id="_italic-54">pertama</italic>proses <italic id="_italic-55">pre-</italic><italic id="_italic-56">treatmen</italic> yaitu, rumput laut kering direndam dalam larutan kapur 10 % d/v selama 10-12 jam. Selanjutnya rumput laut dibersihkan dari kotoran yang menempel (pasir, kerang, dan zat pengotor lainnya), dibilas dan ditiriskan 1-2 jam. Selanjutnya dikeringkan didalam pengering <italic id="_italic-57">oven/cabinet dryer</italic> suhu 50 <sup id="_superscript-7">o</sup>C selama 12 jam.Rumput laut kering bersih selanjutnya dipresto dalam rendaman air 2:1 rumput laut , selanjutnya dpanaskan melalui presto ± satu jam, dan diperoleh rumput laut lunak / bubur rumput laut. <italic id="_italic-58">Selanjutnya</italic><italic id="_italic-59">, </italic>proses <italic id="_italic-60">kedua</italic>penyiapan bahan tambahan lain, meliputipenyiapan tepung beras ketan kemasan 500 gr, Aneka perisa (essens) buah dengan aroma dan rasa, bahan lainnya berupa asam sitrat, <italic id="_italic-61">Carboxymetyl</italic><italic id="_italic-62">Cellulosa</italic> (CMC), gula, air bahan, garam, dan essens vanilla dan santan “kara”. Tahapan <italic id="_italic-63">ketiga</italic> adalahproses pembuatan dodol meliputi<sup id="_superscript-8">,</sup> mencampurkan bubur rumput laut 200 gr, tebung beras ketan 400 gr, gula 600 gr, CMC 30 gr, perisa sesuai selera 60 gr, vanilla 20 gr, asam sitrat 30 gr, dan garam 10 gr serta santan “ kara” 4 bungkus”. Campuran diblender (dihaluskan) dengan penambahan air hingga 1 liter.Adonan halus dipanaskan 100 <sup id="_superscript-9">o</sup>C selama ± 1-2 jam (hingga adonan dengan iskositas tinggi / kental pekat). Dituangkan dalam cetakan dan diinginkan<sup id="_superscript-10">., </sup>setelah dingi dilakukan pengemasan dan dihasilakan produk Dodol Rumput Laut.</p>
      <p id="_paragraph-25">Selama pelaksanaan kegiatan masyrakat sangat antusias mengikuti pelatihan dan ikut demonstrasi dalam pembuatan dodol. Ada bebrapa harapan yang dinginkan dari kelanjutan kegiatan ini yaitu: teknologi proses pengolahan dan penegemasan yang lebih berkualiatas. Pembinaan dalam pemasaran dan perijinan untuk usaha. Dari Ketua mitra bapak Ahmad Baidowi berharap kegiatan semacam ini agar terus diadakan oleh UMSIDa karena snagt bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Dusun Tlocor.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5e73a355439363515abc45ee9ec90ebd">
      <title>Kesimpulan dan Saran</title>
      <p id="_paragraph-27">Pemanfaatan potensi unggulan desa berupa rumput laut belaum maksimal dilakuakan utnuk salh satu kegiatan pengembangan potensi tersebut melalui pelatihan pembuatan produk dodol. Produk ini dihrapkan menjadi jajanan khas lokal sebagai asset destinasi WBT dusun setempat sehingga dapat meningkatakan nilai tambah rumput laut dan kesejahteraan masyrakat sekitar.</p>
      <p id="_paragraph-28">Beberapa hal perlu dilakuak pembinaan selanjutnya berupa pembinaan pengolah produk yang lebih baik, pengemasan dan pemasran , perijinan produksi, dan pemodalan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>