<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Digital family bonds are strengthened through effective communication dynamics on YouTube in Indonesia</article-title>
        <subtitle>Ikatan keluarga digital diperkuat melalui dinamika komunikasi yang efektif di YouTube di Indonesia</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-80554180015de1d792acc12d5f304eca" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Arisma</surname>
            <given-names>Yunda Widya Rida</given-names>
          </name>
          <email>yundawidyarida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-5b38b46b1f8de33dd43652d6eb783c24" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Aesthetika</surname>
            <given-names>Nur Maghfirah</given-names>
          </name>
          <email>fira@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-01">
          <day>01</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-e54ea500d4f0760af1cf6ee0de04a57f">
      <title>
        <bold id="bold-21a6b8666fbd800c13988a83012b76e8">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang disebut <italic id="_italic-12">new media </italic>memberikan pengaruh besar di kehidupan manusia, dipergunakan untuk mendapatkan informasi atau hiburan dengan cepat dan tepat. Beragam bentuk teknologi komunikasi meliputi media sosial, situs web dan blog, audio visual, email, dan bentuk lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-13">New media</italic> adalah media dengan perangkat digital yang berfungsi untuk memperoleh informasi melalui media elektronik secara cepat[1]. Sehingga memberikan kemudahan untuk siapapun baik penerima atau pengirim pesan untuk melakukan proses komunikasi melalui media [2]. Media baru memberikan perubahan seperti peningkatan volume informasi secara besar-besaran, meminimalisir jarak dan waktu, terjadinya proses komunikasi yang lebih interaktif pada ruang publik.</p>
      <p id="_paragraph-16">Media sosial menjadi bagian pada perkembangan teknologi media baru yang bertolak-belakang dengan media tradisional. Media sosial merupakan salah satu bentuk <italic id="_italic-14">platform online</italic> yang berbasis website atau aplikasi dimana setiap penggunanya dapat melakukan distribusi dan menerima pesan serta dapat berinteraksi dengan menggunakan jaringan internet [3].</p>
      <p id="_paragraph-17">Internet merupakan salah satu teknologi media yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan penggunaan yang cukup pesat. Teknologi yang sejarahnya dimulai pada tahun 1969 ini terus berkembang karena mudahnya akses yang diberikan kepada khalayak dan luasnya konten media yang dapat dipilih, sebagai sumber informasi atau sebagai sarana hiburan Indonesia sendiri jumlah pengguna internet menurut hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) periode 2019-kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta jiwa atau 73,7 persen dari populasi [4]. Kenaikan signifikan ini menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Jamalul Izza akibat pandemic Covid-19 sejak Maret 2020 [5].</p>
      <p id="_paragraph-18">Beberapa contoh dari media sosial yang sering digunakan di kalangan masyarakat Youtube, Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter, dan beragam lainnya. Menurut survey Hootsuite (We Are Social) 2020, Youtube menempati tempat pertama sebagai media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia memperoleh 88% dari jumlah populasi dengan 150 juta penduduk menggunakan media sosial, 66% pengguna berusia 18-34 tahun [6].</p>
      <p id="_paragraph-19">Youtube merupakan salah satu aplikasi layanan milik Google, aplikasi ini memiliki fitur dimana setiap penggunanya dapat mengunggah dan mengakses video dimanapun dan kapapun dengan menggunakan jarinngan internet [7]. Dengan fitur yang diberikan tersebut memberikan kemudah bagi banyak kalangan, seperti mencari informasi terkini, sebagai sarana pemasaran bagi suatu produk, hingga sebagai hiburan.Konten dalam youtube adalah cara penyampaian sebuah pesan yang berupa video, yang membahas apa yang publik atau penonton butuhkan, seperti kehidupan sehari-hari pemilik akun, sebagai hiburan, informasi, dan beragam lainnya yang bisa menarik penonton. Dengan mengunggah video ke youtube bisa mendapatkan pendapatan berdasarkan jumlah tayangan dari pihak Youtube.</p>
      <p id="_paragraph-20">Dengan beragamnya konten yang ada di youtube seperti konten <italic id="_italic-15">daily vlog</italic> begitu banyak youtuber yang memiliki konten <italic id="_italic-16">daily vlog</italic>. Salah satunya Fadil Jaidi yang memulai mengunggah video pertamanya ke youtube pada April 2020 dan saat ini memiliki jumlah subscriber sebanyak 2,13 juta dengan jumlah tayangan 146.708.255. Ia merupakan salah satu youtuber yang memiliki konten <italic id="_italic-17">daily vlog</italic> berisi interaksi dia bersama keluarganya terutama dengan sang ayah serta pembawaannya yang kocak, iseng dan usil menjadikan chanel youtube yang paling banyak diminati.Fadil Jaidi dikenal luas sebagai salah satu YouTuber, aktor, selebgram, dan penyanyi keren dalam negeri. Sejak masih kecil pernah membintangi sinetron <italic id="_italic-18">Tawakal</italic> tahun 2005 yang berperan sebagai Tono. Tono dikisahkan sebagai anak alim yang patuh dan penurut pada perintah orang tuanya[8]. Selain itu, Fadil yang sejak remaja sering bergabung dengan paduan suara pernah merilis lagu berjudul ‘Arti Setia’ dan ‘Ku Jatuh Hati”. Dengan berbagai vlog yang kocak dan lucu serta dikemas dengan interaksi bersama sang ayah, Muhammad Jaidi mampu menghibur penonton.</p>
      <p id="_paragraph-21">Komunikasi keluarga adalah komunikasi yang terjadi dalam keluarga, yang merupakan cara setiap anggota untuk berinteraksi untuk menyampaikan pikiran atau pesan dengan satu sama lain. Setiap manusia mengawali komunikasi dengan para anggota keluarga[9]. Komunikasi juga salah satu cara yang ideal untuk mempererat hubungan antara sesama anggota keluarga. Dengan memanfaatkan waktu luang ketika berkumpul secara efektif dan efisien untuk berkomunikasi dapat diketahui keinginan dari masing-masing pihak dan setiap permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.</p>
      <p id="_paragraph-22">Untuk mengetahui komunikasi keluarga yang terjadi dalam <italic id="_italic-19">channel youtube </italic>Fadil Jaidi penulis menggunakan Analisis isi (<italic id="_italic-20">content analysis</italic>) didefinisikan oleh Atherton dan Klemmac (1982) sebagai studi tentang arti komunikasi,bahan yang dipelajari dapat berupa bahan yang diucapkan atau bahan tertulis [10]. Diluar itu, analisis isi juga dipakai untuk menganalisis isi media baik cetak ataupun elektronik dan mempelajari isi semua konteks komunikasi, komunikasi antar pribadi, kelompok, ataupun organisasi[11]. Analisis isi di sini dipakai untuk menjawab pertanyaan <italic id="_italic-21">“what, to whom, dan how” </italic>dari suatu proses komunikasi. Pertanyaan <italic id="_italic-22">what </italic>berkaitan dengan penggunaan analisis isi untuk menjawab pertanyaan mengenai apa isi dari suatu pesan, perbedaan anatara pesan dari komunikator yang berbeda. Pertanyaan <italic id="_italic-23">to whom </italic>dipakai untuk menguji hipotesis mengenai isi pesan yang ditujukan untuk khalayak yang berbeda. Sementara pertanyaan <italic id="_italic-24">how </italic>terutama berkaitan dengan penggunaan analisis isi untuk menggambarkan bentuk dan teknik-teknik pesan.</p>
      <p id="_paragraph-23">Beragam konten yang berisi interaksi dengan ayahnya yang galak tapi kocak channel youtube Fadil hanya dalam jangka waktu kurang dari setahun sudah memiliki 2,67 juta <italic id="_italic-25">subscribers</italic>, dengan unggahan sebanyak 74 video, yang didalamnya memiliki beragam konten menghibur. Berhubungan dengan komunikasi keluarga yang terjadi pada youtube, maka peneliti menaruh perhatian pada kajian isi konten youtube Fadil Jaidi. Dimana analisis isi sangat membantu mendeskripsikan sebuah arti dalam komunikasi yang mengungkapkan makna. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti komunikasi keluarga yang terjadi dalam video di konten youtube Fadil Jaidi.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-56ceedbb597a99f85b0a7d92ce64f2fc">
      <title>
        <bold id="bold-8c69cae738b876d6f83b44624ed05d78">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan analisis isi dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap komunikasi keluarga yang terjadi pada <italic id="_italic-26">channel youtube</italic> Fadil Jaidi. Analisis isi deskriptif adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam suatu pesan, atau suatu teks tertentu[12]. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha untuk mendeskripsikan secara apa adanya.</p>
      <p id="_paragraph-25">Subjek dalam penelitian ini berupa video tayangan pada <italic id="_italic-27">channel youtube </italic>Fadil Jaidi dan objek penelitian ini yaitu komunikasi keluarga yang terjadi pada <italic id="_italic-28">channel youtube</italic> Fadil Jaidi. Ada dua jenis data yang ada dalam penelitian ini yaitu data primer dalam penelitian ini adalah video-video yang mengandung komunikasi keluarga dalam <italic id="_italic-29">channel youtube</italic> Fadil Jaidi, dan data sekunder dalam penelitian ini adalah referensi berupa buku-buku seperti komunikasi, keluarga serta tulisan lain dari internet, jurnal dan skripsi yang berkaitan dengan yang diteliti.</p>
      <p id="_paragraph-26">Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, melakukan observasi secara langsung dengan menonton 5 video tayangan pada <italic id="_italic-30">channel youtube</italic> Fadil Jaidi dan kemudian mengumpulkan data berupa potongan-potongan video yang berkaitan dengan komunikasi keluarga dalam <italic id="_italic-31">channel youtube </italic>Fadil Jaidi. Dalam penelitian ini melakukan langkah-langkah teknik analisa data sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-bc738f3b434eb20bbccc00ba8fb36fa7">1. Mengamati seluruh video pada <italic id="_italic-32">channel youtube</italic> Fadil Jaidi dengan tujuan untuk menemukan video mana yang berkenaan dengan komunikasi keluarga.</p>
      <p id="paragraph-3a6172a5adbb902bdfc8ec9171d06999">2. Menentukan Unit Analisis</p>
      <p id="_paragraph-27">Dalam penelitian ini penulis menggunakan unit tematik dan unit sintaksis. Unit tematik adalah unit analisis yang lebih melihat tema pembicaraan dari suatu teks. Secara sederhana unit tematik berbicara tentang apa atau mengenai apa. Sedangkan unit analisis sintaksis adalah unit analisis yang menggunakan elemen atau bagian dari suatu bahasa dari suatu isi.</p>
      <p id="paragraph-2cb13891de614a6fcd164f9d4a66757d">3. Melakukan Coding</p>
      <p id="paragraph-283ad7276c5faf0182f510c431f34957">Setelah mendapatkan data-data yang dibutuhkan peneliti lalu menyimpulkan apa tema atau topik dan mengkategorikan berdasarkan ciri-ciri komunikasi keluarga yaitu keterbukaan, dukunngan, empati, sikap positif, dan kesamaan.</p>
      <p id="paragraph-adcd785371c7ce46e8da18244eb1778e">4. Data yang relevan dengan permasalahan tersebut kemudian diteliti dan dianalisis lalu disimpulkan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-53b3bdef43d4c513ac3cd31e1779703b">
      <title>
        <bold id="bold-ce8f3213b73a21eeb0d0816cf6646906">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-29" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-73731767691a43f6697fe45432b5338b">
              <th id="table-cell-dce7a0b157cb375ceb259150fee95aa1">No</th>
              <th id="table-cell-de168bf35c25d8fcfac4c526bd3d9e3a">Kategori</th>
              <th id="table-cell-01b0369fda10f253ba1847f392655a74">Frekuensi</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-2665ade5af7efea642799a0b5c7e0072">
              <td id="table-cell-4a142fc51e14af3b68732994b1ed6eb4">1</td>
              <td id="table-cell-989f3d574fbf98a595489eeb4f28c1b8">Keterbukaan</td>
              <td id="table-cell-936df3c16e88cfc6a631b3170349e8ea">8</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-db2c4e1e87c4f525dbb5ee97dd7365ed">
              <td id="table-cell-a035c9725d7ffa03443cf1f7090652f7">2</td>
              <td id="table-cell-eb1aa2acd5fada5d58ded2e6cbe6c0cb">Dukungan</td>
              <td id="table-cell-cc756b6af365bfb27b4223a3358f24c3">5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-91cc89f1f5392f4013ba89dfe6102067">
              <td id="table-cell-1cc60c757929ca485ef049fa3400864d">3</td>
              <td id="table-cell-3728f7a1ae35b68197f2f9ef381d3cf2">Empati</td>
              <td id="table-cell-89e64d42e143c42e7f9c500bc0afa21d">2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b7d1418278af280a49311c56116b0d19">
              <td id="table-cell-36bb258956f160269050b0864757418e">4</td>
              <td id="table-cell-2171f79c86d38355f923606dd77f3076">Sikap Positif</td>
              <td id="table-cell-16f7e9fd2344b2568ea3f5e02794a894">6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9f26852625251bcc67b572987ded1aeb">
              <td id="table-cell-e093f77a46b9f0ab0c490321d2cee8d2">5</td>
              <td id="table-cell-55b18541c75b83821c113cc351f51987">Kesamaan</td>
              <td id="table-cell-3949c1d5336901de90289e42896d1a1f">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0acc7c993513175fdb6a0d746da00596">
              <td id="table-cell-c63e1d4bddb7191c9f38eae303736d9b" colspan="2">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-c7cdc5dbf78435b4a994881a22d0a06a">24</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan tabel frekuensi komunkasi keluarga pada <italic id="_italic-33">channel youtube </italic>Fadil Jaidi dapat diketahui bahwa komunikasi keluarga yang dominan dalam video tayangan <italic id="_italic-34">channel youtube</italic> Fadil Jaidi adalah tentang keterbukaan dengan 8 adegan, dukungan dengan 5 adegan, empati 2 adegan, sikap potif 6 adegan, dan kesamaan 3 adegan.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="bold-ec66cd8637df6da08bb71b0969ba7d12">1. </bold>
        <bold id="_bold-11">Keterbukaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Keterbukaan adalah pengungkapan tanggapan invidu terhadap situasi yang sedang dihadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan untuk memberikan tanggapan kita di masa kini[13]. Keterbukaan ini dapat berupa berupa berbagai topik seperti informasi pelaku, sikap, perasaan, keingina, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat dalam diri orang yang bersangkutan.</p>
      <p id="_paragraph-33">Dari pandangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa keterbukaan adalah ketika anggota keluarga menceritakan berbagai hal yang dialami seperti pengalaman, kisah masa kecil, informasi dan hal lainnya.</p>
      <fig id="figure-panel-70c251874312fb818a9312e61c8d54f8">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Keterbukaan</title>
          <p id="paragraph-6814059c884b390130644edad507f645" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e4af8a889bcfa9f69fa3b14781812feb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1077 1 (1) (1) (1) (1).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-35">Dalam video tayangan pada <italic id="_italic-35">channel youtube </italic>Fadil Jaidi yang berkaitan dengan keterbukaan ditunjukkan dengan ketika sedang berkumpul di ruang keluarga, setelah sahur di meja makan dan ketika orang tua Fadil yang menceritakan masa kecil Fadil dari siapa yang mengadzani sampai susahnya orang tua Fadil ketika merawat Fadil sewaktu kecil, berikut penggalan dialognya:</p>
      <p id="_paragraph-36">
        <italic id="_italic-36">“</italic>
        <italic id="_italic-37">Bener apalagi waktu ngajari kamu belajar.</italic>
        <italic id="_italic-38">Mama sama papa sering berantem ‘ udah kalau nggak mau jangan dipaksa’. Adil paling seneng kalau dibilang libur atau nggak salah. Beda sama Yislam sama Dilla kalau nggak sekolah nggak mau malah nangis.”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Selain itu keterbukaan ditunjukkan dengan kejujuran dari anggota keluarga Fadil ketika makan burger buatan Fadil. Berikut penggalan dialog dari <italic id="_italic-39">vlog </italic>‘Burger Nggak Enak’</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <italic id="_italic-40">“Rotinya kering amat.</italic>
        <italic id="_italic-41">Masa belum dicolek ancur </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">
        <italic id="_italic-42">“Ih Fadil mah ih.</italic>
        <italic id="_italic-43">Dagingnya mentah ya”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">
        <italic id="_italic-44">“Kagak ada rasanya”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">
        <italic id="_italic-45">“Nggak enak”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">
        <italic id="_italic-46">“Lovano Loveto Noenako. </italic>
        <italic id="_italic-47">Kalau bikin yang enak makanya udah nunggunya lama.</italic>
        <italic id="_italic-48">Tinggal di makan kayak begini”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">
        <bold id="bold-a94373bbc9fefd2f3dd1bf83a32795b9">2.</bold>
        <bold id="_bold-12">Dukungan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Adanya dukungan dapat membantu seseorang lebih bersemangat dalam melakukan suatu hal serta dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dukungan adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya. [14].</p>
      <p id="_paragraph-45">Dari pandangan diatas dukungan merupakan suatu dorongan atau motivasi semangat dan nasihat dengan sikap, tindakan, perhatian dan dukungan.</p>
      <fig id="figure-panel-aa41d7cdb167c58a53b2288a8778eb32">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Dukungan</title>
          <p id="paragraph-10da48353c370e6e0837be8dd3e60fc2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8b1013f1fe22e6990db2b368333bad9c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1077 2 (1) (1) (1) (1).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-47">Dalam <italic id="_italic-49">chanel youtube</italic> Fadil Jaidi ditunjukkan dengan Fadil yang memberi pijatan tangan pada bahu Dilla, Keluarga Fadil yang memberikan ucapan selamat pada Dilla setelah sidang skripsi, Ibu dan adiknya Fadil yang memberiakan saran untuk burger buatan Fadil, dan Dilla yang memberi semangat pada Fadil untuk belajar lagi membuat burger yang enak, berikut penggalan dialog yang berkaitan dengan kategori dukungan:</p>
      <p id="_paragraph-48">
        <italic id="_italic-50">“Enak kok tapi kayak kering banget kurang saos, gak ada mayones.Tapi selebihnya cukup baik. Semangat”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-49">
        <italic id="_italic-51">“</italic>
        <italic id="_italic-52">Enak kok tapi kayak kering banget kurang saos, gak ada mayones.Tapi selebihnya cukup baik. Semangat”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-50">
        <italic id="_italic-53">“Adil udah </italic>
        <italic id="_italic-54">pinter</italic>
        <italic id="_italic-55">bikinnya tapi kurang bumbu dikit. </italic>
        <italic id="_italic-56">Kasih lada.</italic>
        <italic id="_italic-57">Dikasih lada dulu tambahi garam dikit.</italic>
        <italic id="_italic-58">Bentuk udah bagus kok”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-51">Penggalan dialog di atas termasuk dalam bentuk dukungan informasi yang merupakan dukungan yang berupa saran untuk Fadil agar bisa membuat burger yang lebih enak untuk kedapannya.</p>
      <p id="_paragraph-52">
        <bold id="bold-c4a3f87cf5f05d32db1b5b140cdd6f29">3. </bold>
        <bold id="_bold-13">Empati</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-53">Empati merupakan bagaimana anggota keluarga juga ikut merasakan apa yang dirasakan anggota keluarga lainnya. Empati tidak hanya ditunjukkan melalui komunikasi verbal melainkan bisa dengan komunikasi non verbal.</p>
      <fig id="figure-panel-0f40baa81e0b77eca8d769bfc4d4e234">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Empati</title>
          <p id="paragraph-9b8dced1d6116556e93be36f04877ee1" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8993c69379d3b19c622682138868fe4a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1077 3 (1) (1) (1).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-55">Dalam <italic id="_italic-59">channel youtube </italic>Fadil Jaidi ditunjukkan dengan Fadil yang memberikan candaan hiburan kepada adiknya yang sedang sedih dan Fadil yang memberikan pelukan pada ibunya yang sedih karena hari terakhir bulan Ramadhan. Empati juga ditunjukan dengan secara non verbal sepert Fadil yang memeluk ibunya dan bisa ditunjukkan secara verbal seperti candaan sebagai hiburan yang Fadil berikan pada adiknya berikut penggalan dialognya:</p>
      <p id="_paragraph-56">
        <italic id="_italic-60">“Hayo ke gep.</italic>
        <italic id="_italic-61">Kan lagi nangis </italic>
        <italic id="_italic-62">kan</italic>
        <italic id="_italic-63">. Ngapain kamu nangis-nangis, nggak mungkin </italic>
        <italic id="_italic-64">kan</italic>
        <italic id="_italic-65">kamu belajar nangis. Tuh kan”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">
        <italic id="_italic-66">“Nggak bisa.</italic>
        <italic id="_italic-67">Kamu ini besok nggak bisa, tahu nggak</italic>
        <italic id="_italic-68">?.</italic>
        <italic id="_italic-69">Udah kak Fadil curigain dari tadi.</italic>
        <italic id="_italic-70">Apaan lewat-lewat ada suara tangis gitu.”</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">
        <bold id="bold-9f8d0c4a7a78759880d144a9d061ca88">4.</bold>
        <bold id="_bold-14">Sikap Positif</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-59">Sikap positif sangat bermanfaat untuk kelancaran komunikasi interpersonal dengan mencakup sikap positif pada diri sendiri, orang lain, dan situasi komunikasi. Sikap positif ditunjukkan dengan benttuk sikap dan perilaku. Dalam bentuk sikap maksudnya adalah bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi harus memiliki perasaan dan fikiran yang positif bukan prasangka atau curiga.</p>
      <fig id="figure-panel-5db23e6a525a53b591baa46a5671b807">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Sikap Positif</title>
          <p id="paragraph-cfb433a51cc0256d27b406a182cf9acc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8e66530c980b1c624c5586baa5a2c451" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1077 4 (1) (1) (2) (1).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-61">Dalam <italic id="_italic-71">channel youtube </italic>Fadil Jaidi ditunjukkan dengan Fadil bersama orang tuanya mendoakan kelancaran sidang skripsi Dilla, memberikan pelukan dan ciuman kepada Dilla yang merasa mendapat perhatian, dan Yislam yang menerima nasehat dari orang tuanya.</p>
      <p id="_paragraph-62">
        <bold id="bold-30b16270b80c566111eb90257742a635">5.</bold>
        <bold id="_bold-15">Kesamaan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-63">Kesamaan terjadi ketika dimana kedua belah pihak memiliki kesamaan untuk saling memahami pesan yang disampaikan. Setiap inidividu memiliki kesamaan dalam hal mendengarkan dan berbicara. Dalam <italic id="_italic-72">channel youtube </italic>Fadil Jaidi ditunjukkan dengan Fadil yang memahami saran untuk burger dari ibu dan adiknya, ketika sedang berkumpul seperti menonton televise bersama dan setelah selasai sahur di meja makan setiap anggota keluarga saling memahami dengan mendengarkan apa yang disampaikan salah satu anggota keluarganya.</p>
      <fig id="figure-panel-1eb8b690dc6dbc9ce5775280f0056df7">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Kesamaan</title>
          <p id="paragraph-7d268b9ac8c06a819ffafa87d6bf910e" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-98b074a3ca4cd6b824cc8eed5facf692" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1077 5 (1) (1) (1) (1) (1) (1).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-65">Selain itu kesaman akan tujuan seperti dalam gambar diatas dimana orang tua Fadil yang mendoakan kelancaran dari sidang skripsi dari Dilla begitu juga dengan Fadil. Kesamaan ketika saat berkomunikasi pihak-pihak yang berkaitan memahami pesan yang disampaikan jika tidak ada kesamaan diantara pihak-pihak tersebut maka proses komunikasi tridak berjalan dengan lancar.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-9e158aabb122e5285dbc260d5c061bc7">
      <title>
        <bold id="bold-b6b570960cab1de9e7d72e43dcc42595">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-66">Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi keluarga yang terjadi pada<italic id="_italic-73"> channel youtube</italic> Fadil Jaidi berjalan lancar hal ini ditunjukkan dengan terjadinya keterbukaan, dukungan, empati, sikap positif, dan kesamaan.</p>
      <p id="paragraph-b5d366350b0f12068c0effd4f8b1e5fb">1. Keterbukaan yang ditunjukkan dengan ketika sedang berkumpul di ruang keluarga, setelah sahur di meja makan dan ketika orang tua Fadil yang menceritakan masa kecil Fadil dari siapa yang mengadzani sampai susahnya orang tua Fadil ketika merawat Fadil sewaktu kecil.</p>
      <p id="paragraph-821b832c8f2e08eda27bdc2c8ca55109">2. Dukungan ditunjukkan dengan Fadil yang memberi pijatan tangan pada bahu Dilla, Keluarga Fadil yang memberikan ucapan selamat pada Dilla setelah sidang skripsi, Ibu dan adiknya Fadil yang memberiakan saran untuk burger buatan Fadil, dan Dilla yang memberi semangat pada Fadil untuk belajar lagi membuat burger yang enak.</p>
      <p id="paragraph-24075a0e4737ed3ce111e18c35bec25c">3. Empati ditunjukkan dengan Fadil yang memberikan candaan hiburan kepada adiknya yang sedang sedih dan Fadil yang memberikan pelukan pada ibunya yang sedih karena hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
      <p id="paragraph-b1cc8d75b7327d400aaa2834e9d9a077">4. Sikap Positif ditunjukkan dengan Fadil bersama orang tuanya mendoakan kelancaran sidang skripsi Dilla, memberikan pelukan dan ciuman kepada Dilla, dan Yislam yang menerima nasehat dari orang tuanya.</p>
      <p id="paragraph-cbf9e8a3f9151528dbc8db3f233a3557">5. Kesamaan ditunjukkan dengan Fadil yang memahami saran untuk burger dari ibu dan adiknya, ketika sedang berkumpul seperti menonton televise bersama dan setelah selasai sahur di meja makan setiap anggota keluarga saling memahami dengan mendengarkan apa yang disampaikan salah satu anggota keluarganya</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>